Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 24


__ADS_3

"Bagaimana keadaan mu junior?" tanya Mr.Jony yang sengaja menghampiri Mikka di perpustakaan kampus, Mikka yang sedari tadi fokus terhadap buku bacaan nya spontan menatap orang yang menghampiri nya itu.


"Baik Mister..." sahut Mikka singkat lalu kembali membaca buku


"Wah wahh kau secuek itu pada ku.." ucap Mr.Jony pelan, Mikka tersenyum tipis tapi tidak menanggapi ucapan dari Mr.Jony


"Sssst apa kau tidak ingin tahu kenapa aku mencari mu!" gerutu Mr.Jony sedikit merasa geram dengan gadis yang berkesan cuek itu, seraya menjitak jidat nya.


"Ada apa Mister, kenapa kau mencari ku?" tanya Mikka tidak melawan perlakuan Mr.Jony kepada nya.


"Buku apa sih yang kau baca?" Mr.Jony balik bertanya sambil membalik sampul buku yang sedang Mikka baca


"Sepertinya buku ini sangat menarik perhatian mu dari pada aku.." ucap Mr.Jony lagi merasa keberatan.


"Ck, ya ampun Mister sejak kapan kau berbicara panjang lebar seperti ini" sahut Mikka


"Sejak kau menjadi teman ku!" sahut Mr.Jony tidak mau kalah


"Huhhhh"


"Memang nya apa yang membawa Mister ke sini?" tanya Mikka yang akhirnya menutup buku nya itu dan memperhatikan Mr.Jony


"Nahh pertanyaan itu yang aku tunggu" sahut Mr.Jony sedikit antusias


"Begini Mikka aku sudah mengajukan jika kau akan menjadi sekertaris ku.." ucap Mr.Jony senang


"Sekertaris??" tanya Mikka


"Hmmm kau akan menjadi sekertaris sekalian fatner kerja ku..." sahut Mr.Jony, Mikka tampak berpikir sebentar.


"Memang nya pekerjaan apa itu?" tanya Mikka


"Jangan bilang kalau aku akan menjaga perpustakaan mu.." ejek Mikka


"Ssst bukan seperti itu" sahut Mr.Jony


"Kau akan masuk ke perusahaan tempat ku bekerja" ucap Mr.Jony lagi


"Waww apa Mister bekerja di perusahaan?" tanya Mikka sedikit terkejut


"Baru tau yaa.." gumam Mr.Jony pelan tapi tetap terdengar oleh Mikka


"Pekerjaan apa memang nya?" tanya Mikka lagi


"Kau akan bekerja sesuai dengan jurusan mu itu!" sahut Mr.Jony, Mikka menatap curiga terhadap Mr.Jony

__ADS_1


"Apa Mister benar-benar ingin mempekerjakan aku?" tanya Mikka lagi


"Apa aku terlihat sedang membohongi mu?" tanya Mr.Jony sedikit kesal


"Kenapa kau malah berdebat dengan ku?" ucap Mr.Jony lagi


"Semakin lama kau malah semakin mirip Alven..." gumam nya


"E-ehh" ucap Mikka singkat


"Iya!! Cerewet!!" gerutu Mr.Jony membuat Mikka sedikit tertawa kecil dengan sikap Mr.Jony yang tidak biasa.


"Tapi Mister aku sudah memiliki rencana sendiri" ucap Mikka lagi


"Hahh rencana apa itu?" tanya Mr.Jony penasaran


"Rahasia!!" sahut Mikka singkat lalu kembali membuka buku nya dan membiarkan Mr.Jony nyeloteh sendiri.


"Hahh pria itu semakin dekat dengan ku malah semakin cerewet..." gumam Mikka dalam hati.


Beberapa orang di sana tampak heran karna melihat Mr.Jony yang sibuk berbicara sendiri tapi lawan bicara nya malah tidak menanggapi sama sekali.


"Miris sekali, orang terkenal jenius di kampus ini tergila-gila kepada gadis ice kutub itu" gerutu salah satu mahasiswa yang salah menanggapi hubungan Mikka dan Mr.Jony


Tidak menunggu waktu lama, gosip itu merambat hingga ke telinga semua mahasiswa di kampus tersebut.


Mikka tidak terlalu menanggapi apapun yang orang lain pikirkan, dia terus berjalan hingga seorang pria menghampiri nya.


"Aku pikir Mister sudah pergi..." tegur Mikka saat pria itu berjalan beriringan dengan nya


"Tadi aku menemui profesor sebentar.." sahut Mr.Jony


"Hmm" sahut Mikka singkat


"Bagaimana pelajaran mu tadi?" tanya Mr.Jony lagi


"Akan ada banyak tugas tambahan.." sahut Mikka datar


"Hmm, semangat lah di semester begini kau memang akan mengalami banyak tugas" ucap Mr.Jony


"Jangan terlalu stress!" ucap nya lagi membuat Mikka menaikan sedikit alis nya


"Bukan masalah besar ini sudah aku hadapi di kehidupan ku sebelum nya.." Mikka membatin


"Mikka!!" teriak seorang wanita dari luar kampus sambil melambaikan tangan gadis itu menunjuk-nunjuk seseorang.

__ADS_1


Mikka menyipitkan mata nya dengan perasaan heran, dia melihat Fany bersama insfektur Alven.


"Sepertinya polisi itu banyak waktu luang.." ucap Mikka kepada Mr.Jony dan Mr.Jony hanya menjawab dengan mengangkat bahu nya saja.


"Hallo Mister??" sapa Fany, Mr.Jony tersenyum melihat gadis random itu dan membalas nya hanya dengan lambaian saja.


"Tumben kamu ke sini?" tanya Mr.Jony kepada Insfektur Alven, Mr.Jony sengaja mempertanyakan itu karna dia ingin melihat bagaimana respon Insfektur Alven yang telah jatuh hati pada Mikka.


"Aku menjemput mu.." sahut Insfektur Alven sedikit santai


"Hahh bagaimana kau tahu aku ada di sini, padahal aku tidak memberitahu kan nya pada mu..." ucap Mr.Jony lagi seraya tertawa kecil memancing Alven agar dia merasa malu di hadapan Mikka.


"Bilang saja kau ingin menjemput seseorang" goda Mr.Jony lagi


"Iya orang itu kau.." sahut Insfektur Alven sedikit merasa terganggu dengan sikap Mr.Jony yang terus mengejek nya.


"Sudahlah jika kalian ingin bertengkar, bertengkar saja kami ingin makan dulu..." ucap Fany seraya menggandeng tangan Mikka


"Tunggu!" ucap Alven yang akhirnya menghentikan langkah kaki Mikka dengan Fany


"Kita kemarin tidak makan bersama, apakah kali ini kalian mau aku ajak ke tempat yang paling enak?" tanya Insfektur Alven mencoba mendekati gadis-gadis itu.


Fany terlihat mengkode Mikka agar Mikka mau menerima ajakan itu, dan Mikka hanya pasrah saja demi makan gratis wkwkw.


"Baiklah.." sahut Fany lalu kembali menyeret Mikka ke dalam mobil Insfektur Alven dan kini mereka duduk berdua di belakang.


Mr.Jony dan Insfektur Alven bergegas masuk ke dalam mobil dan melakukan perjalanan ke restoran terkenal di kota 'B'.


Tidak menunggu waktu lama, mereka telah sampai dan memesan menu favorit masing-masing serta menu mewah yang Insfektur Alven pesan untuk mereka berempat.


"Wahh ini daging sapi kobe beef steak, sudah lama aku ingin makanan mewah seperti ini" ucap Fany antusias karna baru pertama kali dia di bawa ke tempat yang jarang dia kunjungi seperti ini.


Mikka meneguk saliva nya, jika masalah makan dia tidak akan pernah menolak nya. Sudah cukup dalam kehidupan sebelum nya gadis itu kelaparan dan hampir mati gara-gara busung lapar, tapi akhirnya dia mati juga akibat racun yang Alea beri di makanan nya waktu itu.


Mikka melahap daging sapi dan beberapa kuah sup dengan rakus, sedikit membuat insfektur Alven dan Mr.Jony terkejut.


"Nafsu makan nya lebih besar ternyata..." guman Insfektur Alven kepada Mr.Jony yang hanya mengangguk saja, dia mengiyakan apa yang di katakan oleh Insfektur Alven tadi.


Kedua wanita ini seperti orang kelaparan yang belum makan selama tiga hari atau seminggu saja sekalian!


"Apa mau tambah?" tanya Insfektur Alven kepada Mikka.


"Boleh??..." Mikka balik bertanya


"Tentu saja makanlah sepuas mu.." sahut Insfektur Alven merasa senang lalu memberikan makanan nya kepada Mikka, Mikka memakan nya tanpa rasa canggung dia benar-benar senang hari ini.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2