
"Duduklah dulu di sini, baru kau tahu apa yang kami bahas" ucap Mr.Jony seraya menarik kursi untuk Fany
"Terima kasih Mister..." balas Fany dengan senyum merekah di bibir nya.
"Baiklah siapa yang pertama membuka topik kita ini?" tanya Mikka yang sudah penasaran sedari tadi
"Aku saja..." sahut Mr.Jony
"Baiklah jelaskan pada kami semua apa yang ingin kau katakan" ucap Alven
"Mikka, Alven, Fany... Aku adalah seorang mata-mata yang tidak terikat dengan siapa pun namun aku tetap menerima perintah dari negara. Intinya aku adalah mata-mata bayangan yang tidak memiliki pangkat, dahulu aku memiliki rekan tim sama seperti mu Alven namun semua rekan ku tewas di saat menjalankan misi dan salah satu tim ku itu adalah adik ku sendiri...." jelas Mr.Jony sesekali dia menutup mata nya karna menahan perasaan sedih.
"Aku tahu jika ini pekerjaan yang berbahaya, tapi aku yakin kalian bisa jadi tim terbaik yang aku punya..." ucap Mr.Jony lagi
"Tunggu-tunggu, ini nyata atau kalian sedang membahas film actions??" tanya Fany yang masih belum paham
"Ini nyata Fany, aku mendaftarkan kalian menjadi tim ku" sahut Mr.Jony
"Kau mendaftarkan kami tanpa meminta persetujuan dahulu?" tanya Alven
"Iya, karna aku tahu kalian akan setuju" sahut Mr.Jony percaya diri
"Huhhh! Kau ini selalu melakukan semau mu!" gerutu Alven
"Tapi kenapa kau tidak pernah mengatakan jika kau seorang mata-mata?" tanya Alven
"Karna belum waktu nya..." sahut Mr.Jony singkat
"Aku tahu kemampuan mu lebih dari ku, tapi seharusnya tidak kau sembunyikan identitas mu itu!" jelas Alven
"Aku tidak punya identitas insfektur Alven" sahut Mr.Jony
"Aku tahu kalian akan terkejut dalam hal ini, hanya saja aku mohon pengertiannya dari kalian karna ini adalah sebuah rahasia" ucap Mr.Jony lagi
"Ya ya ya baiklah tuan jenius aku paham" sahut Alven dengan wajah malas nya
__ADS_1
"Jika kau sudah paham, apa kalian akan masuk dalam tim ku?" tanya Mr.Jony
"Terlalu banyak hal yang diluar logika ku Mr.Jony, tapi aku yakin seperti yang kau ucapkan tadi setiap rahasia tidak mungkin kita buka terang-terangan..." sahut Mikka yang nampak nya menanggapi dengan serius ucapan Mr.Jony
"Iya aku juga sependapat dengan Mikka" sahut Fany
"Baiklah jika begitu aku anggap kalian setuju" ucap Mr.Jony lagi, Alven menatap kedua wanita itu yang hanya mengangguk ringan.
"Baiklah aku juga..." sahut Alven pasrah
"Tapi bagaimana dengan misi ku?" tanya Alven
"Itu dia!!" sahut Mr.Jony
"Misi mu dan misi ku adalah sama, jadi kau akan menembak dua burung hanya dengan satu peluru!" ucap Mr.Jony lagi
"Hmmm ide bagus" sahut Alven
"Dengan begitu misi ku mungkin akan di selesaikan lebih cepat" gumam Alven lagi
"Iya" sahut Mr.Jony seraya membuka sebuah file di komputer nya
"Pria ini sudah menjadi buronan selama lima tahun, dia adalah bos yang menjadi dalang pengedaran barang terlarang itu" jelas Mr.Jony seraya menunjukkan wajah si pria
"Kita harus mencari markas besar mereka, tapi sebelum itu kita harus melakukan banyak persiapan karna misi ini sangat berbahaya" ucap Mr.Jony lagi
"Baiklah mister, tapi ada harga dalam melakukan ini semua karna taruhan kita adalah nyawa" sahut Mikka dan Mr.Jony langsung mengerti apa yang Mikka maksud
"Ternyata kau mata duitan juga yaa hahaha" sela Alven membuat Mikka menatap tajam ke arah pria itu.
"Tenang saja harga nya akan memuaskan diri mu" sahut Mr.Jony
"Hmmm apakah aku bisa membeli rumah atau villa?" tanya Fany antusias
"Lebih dari itu gadis!" sahut Mr.Jony sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Baiklah kapan kita mulai?" tanya Mikka
"Sekarang!" sahut Mr.Jony mantap
"Bagus! Seperti yang Alven katakan tadi target kita dua wanita yang tampak tidak normal itu karna mungkin saja dia berhubungan dengan si pria" ucap Mikka
"Iya betul sekali, kau tau junior apa yang ku suka dari mu?" tanya Mr.Jony, Mikka menatap datar Mr.Jony
"Intuisi mu!" sahut Mr.Jony sambil menatap Mikka senang sedikit membuat Alven tidak nyaman dan merasa cemburu.
'Plakkk'
Mr.Jony menepuk pundak Alven sedikit keras
"Kau tidak perlu cemburu..." gerutu Mr.Jony
"Sudah, sudah! Kita masih belum memastikan apakah Fara dan Cerry benar-benar terlibat" ucap Mikka lalu dia mengambil komputer Mr.Jony
"Karna misi kita sudah di mulai, aku ingin menyelidiki jadwal milik Fara" ucap Mikka
"Hmm tapi bagaimana cara nya?" tanya Fany
"Apa kau ingin ikut dengan ku?" tanya Mikka
"Kemana??" tanya Fany
"Ke studio foto..." sahut Mikka singkat
"Wahh junior sepertinya kau sangat bersemangat?" ucap Mr.Jony dan Mikka hanya menjawab dengan senyuman tipis yang kejam lalu pergi meninggalkan dua pria itu.
"Hah?"
"Senyuman apa itu??" gerutu Alven yang bergidik dengan senyuman sinis dari Mikka, Mr.Jony tertawa kecil.
"Iblis kecil mulai beraksi, ayo kita juga beraksi" sahut Mr.Jony yang merasa senang dengan keputusan tepat yang dia ambil.
__ADS_1
...Next.......