
"Pak, saya rasa ada yang aneh.." ucap salah satu rekan insfektur Alven
"Ada apa??" tanya Alven datar
"Saya melihat ada seorang pria tapi tidak memiliki catatan apapun..." sahut nya
"Maksud nya?" tanya Alven heran
"Selain, Nona Alea, Robert dan Pak Jonatan..." sahut rekan perempuan nya itu
"Baiklah Melly kau selidiki orang itu.." perintah insfektur Alven dan hanya di angguki saja oleh rekan perempuan yang bernama Melly.
"Hmmm, sepertinya nona Mikka tidak menggugat anak buah pak Jonatan" ucap Melly
"Namun masih menjadi pertanyaan siapa pria ini??" ucap Melly
"Bagaimana kau mendapatkannya?" tanya Alven
"Nona Mikka tidak memberikan kita seluruh catatan cctv, dia hanya memberikan bukti tunggal saja pada hari itu..." sahut Melly seraya memberikan semua catatan kejadian pada awal bulan Mei hingga Juni.
"Hmm menarik, selidiki siapa saja yang terlibat dan yang terlihat mencurigakan!" perintah insfektur Alven datar
"Baik pak.." sahut Melly lalu dia kembali ke meja nya dan mencari data-data orang yang terlihat mencurigakan di cctv itu.
"Kau gadis berwajah datar hanya fokus kepada orang yang terlibat malam itu, tapi kau tidak menyelidiki orang-orang yang bersangkutan sebelum nya." gumam insfektur Alven yang pikirannya merujuk kepada Mikka.
Disebuah kaffe terlihat Mikka sedang duduk seraya menghirup jus alvukat nya, sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang di trotoar.
Mikka tengah menunggu Mr.Jony yang masih tidak terlihat batang hidung nya, Mikka menikmati waktu sendiri itu sebelum akhirnya Mr.Jony keluar dari toko buku nya.
Seorang pria muda berbadan tinggi dan cukup berwibawa mendatangi Mikka,
"Hallo junior..." sapa nya kepada Mikka
"Hallo juga pak senior.." balas Mikka dengan wajah datar nya itu
"Apa kabar mu?" tanya Mr.Jony
"Baik, Mr.Jony sendiri bagaimana kabar nya?" Mikka balik bertanya, Mr.Jony tertawa kecil sebelum menjawab.
"Baik juga.." sahut nya
"Aku minta bantuan mu lagi Mr..." ucap Mikka tanpa ragu-ragu
__ADS_1
"Tentu saja Mikka kau seperti adik bagiku jadi tidak perlu sungkan-sungkan saat minta bantuan" ucap Mr.Jony, Mikka tersenyum tipis
"Mr. Aku ingin menyelidiki sebuah akun, tapi kau yang menyelidiki nya karna aku mempunyau urusan yang masih belum selesai di kantor polisi" jelas Mikka
"Kantor polisi?? Ada apa Mikka?" tanya Mr.Jony sedikit merasa terkejut
"Permasalahan ini masih belum selesai, akun yang dulu kau retas adalah musuh dalam selimut yang ingin mencelakai mamah dan aku" ucap Mikka seraya menunjukkan akun yang dahulu Mr.Jony bobol
"Ouh iya, aku ingat tapi aku tidak percaya jika permasalahan mu sebesar ini.." sahut Mr.Jony
"Permasalahan ini menyangkut hidup ku dan perusahaan yang didirikan oleh mamah.." ucap Mikka lagi
"Hmm jadi sekarang aku siapa lagi yang akan aku retas?" tanya Mr.Jony
"Papah.." sahut Mikka, Mr.Jony terdiam sesaat mencoba mencerna perkataan Mikka tadi.
"Kenapa dengan papah mu?" tanya Mikka
"Aku hanya curiga saja..." sahut Mikka
"Sebenarnya dalam kehidupan ku dulu, papah tidak tergolong orang yang mengkhianati ku. Tapi entah kenapa saat papah mengatakan sesuatu yang membuat aku ragu dengan feling ku sendiri..." gumam Mikka dalam hati seraya menatap secangkir jus yang sudah hampir habis.
"Heyy Junior jangan menundukkan wajah seperti itu," tegur Mr.Jony yang membuat Mikka tersadar dari lamunan sesaat nya.
"Sorry Mr.Jony" sahut Mikka datar
"Tapi kenapa tidak kau saja?" tanya Mr.Jony
"Tidak..." sahut Mikka spontan
"Mr.Jony saja.." sambung Mikka, Mr.Jony tersenyum tipis seolah-olah mengerti perasaan wanita itu.
"Baiklah Junior, ouh iya ide mu tentang buku ku waktu itu is amazing..." ucap Mr.Jony terlihat antusias
"Benarkah? Jika sudah terbit nanti pasti akan aku baca" sahut Mikka
"Tentu! Kau yang pertama kali mendapatkan nya junior.." balas Mr.Jony seraya tertawa renyah.
Mikka dan Mr.Jony agak lama berbincang-bincang di caffe tersebut, tiba-tiba ada seorang yang tidak asing masuk ke dalam caffe tersebut.
"Coffe latte dua.." pesan nya dengan suara agak berat, lalu mata nya langsung tertuju ke arah dua orang pria dan wanita yang sedang duduk di sudut caffe.
"Heyy Nona, lama tidak bertemu?" ucap pria itu membuat Mikka menatap nya
__ADS_1
"Insfektur Alven??" gumam Mikka pelan
"Apa dia pacar mu?" tanya pria itu yang ternyata insfektur Alven
"Bukan dia junior ku.." sahut Mr.Jony, insfektur Alven hanya menganggukan kepala saja
"Apa kalian saling kenal?" tanya Mr.Jony kepada Mikka sambil menepuk pundak insfektur Alven
"Iy--" insfektur Alven ingin menjawab tapi Mikka langsung menjawab secara spontan
"Tidak.." sahut Mikka membuat insfektur Alven terdiam dan Mr.Jony menatap kedua orang itu yang terlihat bermusuhan.
"Hmm ada apa ini junior?" tanya Mr.Jony tapi Mikka hanya diam saja
"Baiklah akan aku perkenalkan dia insfektur Alven teman satu angkatan ku.." ucap Mr.Jony
"Satu angkatan??" pikir Mikka
"Iya kami satu angkatan" sahut insfektur Alven seolah tahu apa yang Mikka pikirkan, Mikka hanya menganggukan kepala saja.
"Mr.Jony sepertinya aku harus pergi, karna ini hampir sore" ucap Mikka seraya berdiri dari kursi nya
"Baiklah junior, senang bisa bertemu dengan mu. Hubungi saja aku jika kau ada apa-apa.." sahut Mr.Jony dan Mikka hanya tersenyum tipis lalu pergi dari caffe itu.
Setelah Mikka pergi, insfektur Alven menatap Mr.Jony dengan tatapan menyelidiki.
"Apa kau benar-benar tidak memiliki hubungan dengan gadis berwajah datar itu?" tanya insfektur Alven
"Aku hanya menganggap nya adik, karna aku tahu standar gadis itu sangat tinggi.." jelas Mr.Jony seraya tertawa kecil
"Berarti kau menyukai nya?" tanya insfektur Alven lagi, membuat Mr.Jony menyemburkan minuman yang sedang dia hirup.
"Ada apa dengan mu Alven" sahut Mr.Jony seraya tertawa kecil
"Kau terlihat kesal saat aku bersama dengan junior ku.." sambung Mr.Jony membuat insfektur Alven salah tingkah
"Apa kau menyukai nya?" tanya Mr.Jony dan Alven terdiam sesaat lalu menjawab dengan nada ragu-ragu.
"Tidak, aku hanya bertanya saja.." sahut insfektur Alven membuat Mr.Jony kembali tertawa kecil.
"Kau tidak pernah tertarik dengan gadis manapun, sampai aku pikir kau tidak normal. Tapi sekarang aku tahu ternyata kau seorang pria sejati.." ucap Mr.Jony seraya terkekeh-kekeh karna tertawa
"Tidak apa-apa kawan, jika kau tertarik aku akan membantu mu..." ucap Mr.Jony lagi memberikan harapan untuk Alven hingga mata nya berbinar.
__ADS_1
"Nahh kan benar kau menyukai nya.." ucap Mr.Jony kembali tertawa menatap Alven yang akhirnya salah tingkah.
...Next......