
"Akhhhhh sakit!!!" teriak Fara dalam ruangan kecil tempat berganti pakaian, saat ini wanita itu tengah sendiri namun tiba-tiba seorang pria menjambak rambut nya dari balik pakaian yang bergantungan.
"Berapa kali sudah ku peringatkan, jangan berhubungan lagi dengan Welson!" bisik pria itu tepat di daun telinga Fara dengan nada penuh penekanan membuat Fara merasa frustasi karna selalu di pojokkan dan di paksa.
Fara tidak bisa melawan atau pun menghindari pria itu, karna sama saja dengan bunuh diri tapi jika di biarkan begini terus Fara benar-benar bisa bunuh diri.
"Tapi..dia..kekasih..ku..." lirih Fara
"Hahh! Kekasih mu itu hanya aku! Hanya aku Fara!" ucap pria itu lagi semakin menekan Fara
'Sretttt'
Fara melepaskan diri dari pria itu dengan paksa hingga beberapa helai rambut nya tercabut, kemudian Fara berlari keluar ruangan itu seraya mengusap air mata di pipi nya sendiri.
'Tak tak tak'
Suara sepatu Fara bersentuhan dengan lantai membuat beberapa rekan nya bingung sendiri karna tidak biasanya wanita itu berlari tergesa-gesa seperti itu.
Fara masuk ke dalam mobil nya lalu pergi meninggalkan studio foto dan berencana ke rumah Welson, Fara memegang ponsel nya berniat akan menelpon kekasih nya itu.
'Teeett tettt teett'
"No yang anda tuju sedang tidak aktif..." beberapa kali Fara menelpon ponsel Welson tapi tidak ada respon sama sekali membuat Fara semakin panik, apalagi akibat reaksi zat yang di suntikkan kepada Fara waktu pertama bertemu dengan Alexsandro Perdana.
Andai saja Fara tahu jika pria itu ternyata seorang penjahat, Fara tidak akan nekad pergi ke tempat nya.
Disatu sisi, Mikka dan Fany tengah mendatangi studio foto dengan niat mendekati Fara apakah dia benar terlibat atau tidak. Namun saat sampai di sana Mikka tidak menemukan wanita itu,
"Permisi??" sapa Mikka pada salah satu fotografer Fara
"Iya?? E-ehh nona Mikka?" ucap pria itu terkejut
"Iya, saya ingin bertanya Faradilla Skicher ada di mana?" tanya Mikka datar
"tadi sih lagi ganti baju di ruangan sana" tunjuk fotografer itu pada sebuah ruangan kecil
"Baiklah aku akan menunggu.." sahut Mikka
"Memang nya ada apa?" tanya fotografer itu agak was-was karna dia tahu Fara dan Mikka pernah ada kasus dan tentu saja sampai sekarang mereka masih bermusuhan.
"Ada sedikit urusan.." sahut Mikka singkat, pria itu tampak sedikit ragu tapi dia langsung beranjak pergi berniat ingin mendatangi Fara di ruang ganti.
'Tokk tokk tokk'
Pria itu mengetok beberapa kali tapi tidak ada respon dari Fara,
"Nona Fara?? Ada yang ingin bertemu??" ucap fotografer itu tapi maaih belum ada respon juga
"Ada apa Roy??" tanya salah satu fatner nya
__ADS_1
"Nona Fara kenapa tidak menjawab panggilan ku?" ucap fotografer itu yang bernama Roy
"Lohh, bukannya nona Fara tadi pergi?" orang itu balik bertanya
"E-ehh kapan??" tanya Roy
"Mungkin beberapa menit yang lalu..." sahut nya dan terdengar oleh Mikka, kemudian Mikka mendekati kedua orang itu.
"Kemana dia??" tanya Mikka
"Tidak tahu..." sahut orang tersebut dengan sinis
'Srettttt'
Mikka membuka ruang ganti tempat Fara meletakkan baju dan barang-barang nya itu
"E-ehh kau tidak boleh sembarang masuk!!" tegur orang yang tampak tidak suka dengan Mikka.
"Shuttt Wen jangan kasar-kasar!" sahut Roy karna Wen tampak merenggut pakaian Mikka, Mikka mengacuhkan kedua orang yang menghentikannya itu lalu masuk kedalam ruang ganti.
"Aku mencium bau minyak wangi pria...." gumam Mikka dalam hati
"Apa nama minyak wangi yang sering di pakai Fara??" tanya Mikka kepada Roy dan Wen
"Cherry blossom perfume..." sahut Roy
'Plakkk'
"Kenapa kau mengatakan kepada nya!" ketus Wen
"Bagaimana jika dia meniru nya!" ucap Wen lagi yang terlihat sangat tidak suka kehadiran Mikka di sini, Mikka menatap datar Wen beberapa detik.
"Apa ruang ganti ini dipakai oleh laki-laki juga?" tanya Mikka tanpa perduli dengan sikap Wen terhadap nya.
"Tidak, ini ruang ganti khusus untuk nona Fara yang lainnya memiliki ruang ganti sendiri..." sahut Roy bingung.
"Siapa lagi yang masuk ke sini?" tanya Mikka lagi
"Tidak ada..." sahut Roy singkat
"Ke mana dia pergi?" tanya Mikka lagi seperti seorang polisi
"Aku tidak tahu, kenapa dia tiba-tiba pergi tanpa berkata apa pun dan wajah Fara juga terlihat ketakutan, aku merasa beberapa waktu ini dia sangat aneh..." tutur Wen dengan nada bicara sedikit melantur namun tetap tidak suka saat dia menatap Mikka,
"Mamangnya apa urusan mu ingin tahu kemana Fara pergi!!" sahut Wen dengan nada penuh penekanan.
"Siapa kau yang terus bertanya!" ucap Wen lagi membuat Roy merasa tidak enak dengan Mikka karna sikap Wen yang tidak sopan.
"Bisa diam tidak!" sahut Mikka dingin membuat Wen terdiam karna tatapan Mikka yang tajam
__ADS_1
"Roy berhati-hati lah dengan keadaan sekitar mu..." ucap Mikka lalu pergi tanpa menjelaskan apa yang dia maksud tadi hingga membuat Roy sedikit bingung. Saat Mikka sudah pergi dari tempat itu,
"Kau bisa tidak jangan cari gara-gara!" ketus Roy kepada Wen lalu meninggalkan wanita itu sendiri, Roy tidak senang dengan sikap Wen yang terang-terangan memusuhi Mikka hanya karna Fara adalah model nya.
Mikka berjalan beriringan dengan Fany yang sedari tadi hanya menjadi pengamat saja,
"Mikka..." panggil Fany canggung
"Hmmm" sahut Mikka singkat
"Aku sebenarnya tidak tahu harus memulai misi kita ini dari mana, tapi melihat apa yang kau lakukan tadi sepertinya masalah ini sangat serius..." ucap Fany
"Iya.." sahut Mikka
"Bagaimana cara nya agar aku bisa berguna untuk mu?" tanya Fany lagi, Mikka berhenti berjalan dan menatap teman nya itu.
"Aku tahu jika keadaan kita ini sungguh tiba-tiba, tapi aku belajar memulai sesuatu yang tidak pernah aku lakukan dan membantu sebisa ku itulah cara agar aku berguna..." jelas Mikka, Fany mengangguk kan kepala nya berulang-ulang.
"Mikka ternyata orang yang logis, tidak seperti dahulu...dia sekarang benar-benar berubah..." gumam Fany
"Ada apa?" tanya Mikka saat melihat Fany melamun
"E-ehh tidak.." sahut Fany singkat
"Aku akan berusaha menjadi berguna seperti mu..." sahut Fany lagi seraya tertawa kecil menatap Mikka
"Baiklah jika begitu, ayo kita ke toko parfum" ucap Mikka tiba-tiba
"Hah??" ucap Fany heran
"Kenapa ke toko parfum??" tanya nya
"Sudahlah ikut saja.." ucap Mikka singkat lalu masuk ke dalam mobil nya dan mengemudi ke toko parfum.
"Toko parfum, aku rasa sedikit banyak nya bukti itu mengarah ke sana. Karna saat aku masuk ke ruang ganti tadi aku mencium bau pria, sedangkan Cherry blossom perfume itu adalah parfum wanita." jelas Mikka
"Saat aku bertanya pada Roy tadi apakah ada orang lain yang masuk ke ruang ganti ini, dia mengatakan hanya Fara saja. Itu artinya sebelum Fara pergi dari tempat itu mungkin saja sudah ada orang lain yang menunggu nya di sana, dan kemungkinan juga itu alasan nya pergi dari ruang ganti..." Mikka menjelaskan spekulasi isi pikirannya kepada Fany yang menurut nya masuk akal.
"Baiklah ku rasa keadaan kita tampak serius, maka aku juga harus bersikap serius!!" ucap Fany antusias
"Santai saja jangan terlalu serius nanti kau bisa tertekan" sahut Mikka seraya tertawa kecil dengan tingkah konyol teman nya itu.
Kemudian mereka pergi ke toko parfum untuk mancari bukti-bukti yang bersangkutan.
Mungkin kalian akan bertanya bukti apa yang bersangkutan dengan parfum itu?
Tapi bukti itu cukup kuat karna parfum yang di pakai si pria adalah Limited Edition, artinya hanya orang tertentu yang bisa mendapatkan nya dan pembeli itu berada di daftar khusus toko parfum tersebut.
Dari mana Mikka tahu itu, karna ciri khusus bau parfum tersebut Mikka bisa tahu karna dia juga seorang pencinta parfum hanya saja tidak banyak yang tahu tentang hal ini.
__ADS_1
...Jangan Lupa Next.......