Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 41


__ADS_3

Welson terkejut saat melihat seorang wanita berbaju serba hitam, dia terlihat begitu familiar namun wanita itu acuh terhadap tatapan Welson. Wanita itu siapa lagi kalau bukan Mikka, dia tampak sangat elegan dan berkarisma walaupun berada di gelapnya malam.


Mikka berada tepat di belakang Alven, sedangkan Alven sendiri menjadi kapten dalam perjalana ini.


"Tetaplah berada di belakang ku!" ucap Alven kepada Mikka dan Mikka hanya menganggukan kepala nya saja, moment itu tanpa sengaja di perhatikan oleh Welson sehingga ada sedikit rasa cemburu yang menggelitik di hati nya.


Malam hari tepatnya pukul 10 malam mereka menelusuri hutan, tiba-tiba dua orang mendatangi tim Alven yang sudah berada di tengah hutan.


"Pak! Pak" ucap salah satu dari mereka


"Ada apa?" tanya Alven


"Kami menemukan mayat" ucap orang itu yang merupakan rekan nya


'Degg'


Jantung Welson berdetak dengan cepat dia takut jika mayat itu adalah Fara


"Laki-laki apa perempuan?" tanya Welson


"Perempuan" sahut rekan Alven tadi


"Antar kami ke sana!" perintah Alven dan rekannya itu dengan cepat menunjukkan jalan


Setelah mereka sampai mayat tersebut sudah ingin di bungkus ke dalam kantong mayat, tapi Welson dengan cepat mencegah karna ingin memastikan siapa mayat tersebut.


Welson terduduk dengan nafas lega saat melihat mayat itu bukanlah Fara, sedangkan Welson dengan mata tajam nya menatap ke sekitar.


"Cari lagi di sekitar sini! Sepertinya tempat ini sangat mencurigakan" ucap Alven saat dia memperhatikan sekitar


"Ada apa?" tanya Mikka penasaran


"Coba kamu perhatikan tempat ini" ucap Alven


"Hanya di sini saja tempat yang tidak memiliki rumput dan tanah nya cukup gembur seperti beberapa kali pernah di gali bau udara di sini juga sangat menyengat seperti bekas obat-obatan" ucap Alven lalu Mikka mencoba merasakan apa yang di ucapkan oleh Alven tadi.


Tidak menunggu waktu lama tim pencarian pun akhinya menemukan seorang wanita yang sedang tidak sadarkan diri, dan wanita itu adalah Faradilla Skicher sang artis foto model.


"Pak!" ucap salah satu rekan Alven lagi seraya memapah Fara di belakang nya


"Cepat telpon para medis!" perintah Alven lalu mereka bergegas melakukan penyelamatan awal untuk Fara yang sudah terlihat hampir kehabisan nafas.


Fara dengan cepat di bawa ke rumah sakit bersama Welson dan yang lainnya sedangkan Alven dan Mikka masih berada di dalam hutan itu, mereka mengawasi penggalian mayat yang kini sudah di temukan menjadi dua orang.

__ADS_1


"Eh mana Fany?" tanya Mikka saat melihat sahabat nya itu tidak ada


"Mr.Jony juga tidak ada?" ucap Mikka lagi lalu mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi kedua nya.


Di satu sisi, Mr.Jony dan Fany sedang mengikuti seseorang yang tampak mencurigakan hingga mereka sampai di sebuah Villa di tengah hutan.


Tiba-tiba ponsel Fany berdering membuat mereka terkejut dan untung lah orang yang mereka ikuti tadi tidak menyadari nya.


"Mikka?" ucap Fany pada Mr.Jony yang tampak terus memperhatikan gerakan orang tadi


"Angkat saja" bisik Mr.Jony


"Hallo Mikka?" ucap Fany pelan


"Kalian dimana?" tanya Mikka


"Kami sedang mengikuti orang mencurigakan di hutan tadi dan sampai di sebuah villa di tengah hutan" jelas Fany


"Lalu apa kalian mendapatkan sesuatu?" tanya Mikka lagi


"Masih belum, nanti akan aku kabarkan jika ada apa-apa" ucap Fany seraya mematikan telpon nya


"Ehh" Mikka belum selesai berbicara malah sudah di matikan oleh Fany


"Ada villa di tengah hutan" sahut Mikka


"Apa mereka sudah tahu siapa pemilik nya?" tanya Alven lagi


"Belum" sahut Mikka


"Sepertinya Villa itu berhubungan dengan tempat ini" ucap Alven pelan seraya memperhatikan seluruh hutan yang tengah gelap gulita.


Jam menunjukkan pukul 11 malam lewat Mikka sudah mengantuk berat,


"Aku akan mengantar mu pulang" ucap Alven


"Tidak" sahut Mikka menolak seraya menutup mulut nya karna menguap


"Aku istirahat di mobil saja" ucap Mikka seraya berjalan menuju mobil


"Apa kamu tahu jalannya?" tanya Alven lagi


"Aku masih muda tidak pikun" sahut Mikka lagi

__ADS_1


"Ini sudah malam biarkan aku mengantar mu" ucap Alven seraya bergegas berjalan di belakang Mikka


"Terserah kamu saja" sahut Mikka tidak ingin berdebat lagi


"Bilang saja kamu takut?" goda Alven


"Yaelehhh siapa yang takut" sahut Mikka ketus


"Kamu" sahut Alven menertawakan


"Heh" Mikka tidak membalas ejekan Alven lagi karna sudah sangat mengantuk berat.


Berbeda dengan Fany dan Mr.Jony mereka masih duduk di semak-semak memperhatikan aktifitas di dalam villa tersebut.


"Sepertinya mereka akan pergi" ucap Mr.Jony tapi tidak ada respon dari Fany karna gadis itu tengah tertidur dengan badan bersandar di bahu Mr.Jony


"Ck dasar!" gerutu Mr.Jony saat melihat Fany yang mengorok tidak mengenal tempat, tiba-tiba dua orang keluar dari dalam villa dan di susul oleh beberapa orang mereka tampak nya akan pergi dari villa tersebut.


Namun tatapan Mr.Jony tertuju pada satu sosok yang tangah di kawal,


"Alex!" geram Mr.Jony seraya mengepalkan tangan nya, dia hampir beraksi tapi sadar jika Mr.Jony saat ini tengah kalah jumlah dan lagi dia membawa Fany yang sama sekali tidak bisa bela diri berbeda dengan Mikka.


Mr.Jony mencari cara agar tidak kehilangan jejak nya Alex, dia meraba-raba seluruh kantong nya dan benar saja ada alat pelacak di kantong nya.


"Tapi bagaimana aku menaruh nya ke sana?" pikir Mr.Jony dan muncul lah sebuah ide gila.


Mr.Jony menyenderkan tubuh Fany ke batang pohon, lalu mengambil beberapa alat di kantong nya dan merakit nya menjadi sebuah bom tangan.


Mr.Jony tersenyum sinis saat melihat bom di tangannya itu,


"Satu kali lempar bommm" gumam Mr.Jony


Kemudian dia berjalan menuju belakang villa lewat semak-semak lalu melemparkan bom itu ke samping villa,


'Duarrrrr'


Bunyi ledakan bom membuat orang-orang di sana terkejut dan suara itu terdengar hingga ke tengah hutan, Alven yang masih menjaga Mikka tidur di mobil terkejut dengan ledakan itu begitu juga Mikka dia sampai terbangun dari tidurnya.


Fany juga ikut terkejut namun Mr.Jony dengan cepat menangkap gadis itu agar tidak bergerak, orang-orang dalam villa langsung mengangkat senjata dan mencari siapa orang yang telah menyerang mereka. Dan di saat orang-orang itu tidak di sekitar mobil, Mr.Jony bergegas menanamkan alat pelacak di mobil mereka. Mr.Jony tersenyum sinis saat rencana nya berhasil dia lakukan,


"Akhirnya, selesai kau Alex..." gumam Mr.Jony dalam hati.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2