Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 23


__ADS_3

Beberapa mobil polisi terparkir di depan rumah Mikka, mereka menjemput Charlos yang sudah di bargol oleh Insfektur Alven.


Mata Malisha terlihat bengkak karna menangis, tapi Mikka sama sekali tidak meneteskan air mata.


Beberapa hari kemudian persidangan akan di buka, Charlos, Alea, Pak Jonatan dan Robert menjadi tersangka utama lalu beberapa rekan mereka juga ikut terlibat dalam persidangan ini.


Saat sidang pemeriksaan perkara pidana dibuka, beberapa orang memasuki ruang sidang yang tentunya itu panitera pengganti, jaksa penuntut umum, penasehat hukum dan pengunjung sidang.


Kemudian saat pihak protocol mengungumkan jika hakim akan memasuki ruang sidang seluruh hadirin berdiri dan orang-orang yang ada di dalam ruang sidang tersebut berdiri, lalu saat hakim sudah duduk semua orang baru duduk di tempat duduk nya masing-masing.


Sidang itu berlanjut hampir dua jam lebih karna ada beberapa perdebatan, namun pihak Charlos, Alea, Pak Jonatan dan Robert tetap kalah karna bukti yang di pegang oleh pihak Mikka sangat kuat.


Setelah itu karna terbukti bersalah maka hakim memutuskan 'penjara seumur hidup'.


"Pada akhirnya mereka akan tetap kalah, walaupun sudah mengelak tapi bukti-bukti itu membuat mereka bungkam" Insfektur Alven membatin seraya menatap wajah Mikka yang tanpa ekspresi.


"Apa gadis itu benar-benar tidak memiliki perasaan?" tanya insfektur Alven pada diri sendiri dan dia sedikit tersenyum saat melihat ekspresi Mikka yang benar-benar seperti ice kutub.


Waktu berlalu dengan cepat, Malisha kembali menata semua struktur di perusahaan yang telah dia bangun dengan titik peluh nya sendiri.


"Kau tau Mikka dunia fashion itu seperti hidup mamah..." ucap Malisha sambil menata kerangka baju yang ada di patung menekin.


Sedangkan Mikka hanya bergelut dengan leptop nya di meja sang ibu,


"Sayang? Kamu sudah satu jam menatap monitor, apa mata mu tidak lelah?" tanya Malisha lalu mendekati Mikka dan memeluk gadis itu.


"Aku masih banyak pekerjaan mah" sahut Mikka seperti biasa wajah nya datar tanpa senyum


"Istirahat dulu, sebentar aja..." rayu mamah


"Gak bisa, nanti siang aku bakal ada kelas lagi" sahut Mikka


"Huhhh kau ini!" gerutu mamah membuat Mikka sedikit tersenyum tipis.


Mikka dan mamah saat ini hanya tinggal berdua saja, Mikka yang masih kuliah sering tidak di rumah begitu juga mamah dia sering menghabiskan waktu di kantor nya.


Walaupun hubungan kedua ibu dan anak itu terlihat jauh tapi mereka selalu menghabiskan waktu bersama ketika weeken.


"Mahh Mikka ke kampus dulu, setengah jam lagi bakal masuk kelas.." ucap Mikka seraya membereskan buku-buku nya.


"Iya hati-hati.." sahut mamah singkat

__ADS_1


"Ouh iya nanti mamah jemput ya?" sambung mamah


"Ok di tunggu jemputannya" sahut Mikka senang, mamah tersenyum saat melihat anak tunggal nya itu pergi dari kantor nya.


Tidak lama kemudian Mikka telah sampai di kampus, namun ada yang aneh. Beberapa wartawan berkumpul di depan kampus itu, lalu saat melihat Mikka mereka langsung menyerbu nya dengan beragam pertanyaan.


"Ck sial!!" gerutu Mikka kesal.


Bagaimana tidak, wartawan itu seolah menyudutkan Mikka karna yang di penjara seumur hidup itu merupakan ibu nya Fara seorang model majalah yang terkenal.


Mikka tidak bisa kabur karna di gerombongi oleh wartawan, tiba-tiba...


"Wahh wahh wahh, ternyata kamu sudah terkenal ya?" tanya seorang wanita muda suara nya yang cempreng membuat Mikka sudah mengetahui siapa itu.


"Hah Mikka waktu nya aku mempermalukan mu di hadapan media!" Fara membatin seraya tersenyum sinis.


"Aku bisa tetap hidup walau tanpa ibu, hanya saja hidup ku tidak akan tenang jika Mikka masih hidup!" gerutu Mikka, Fara terlihat sangat membenci Mikka.


"Wahh itu Faradilla Skichers kan??" ucap salah satu wartawan lalu menghampiri Fara


"Bagaimana hubungan mu dengan Mikka saat ini?"


"Kenapa kalian tidak melawan?"


"Apakah kalian benar-benar mengaku kalah?"


Pertanyaan-pertanyaan dari media sedikit membuat Fara kesal namun di hadapan media dia terlihat begitu rapuh karna mencari simpati dari para fans yang sangat mengagumi kecantikan Fara,


"Aku tidak tahu dendam apa yang Mikka pendam sehingga dia memenjarakan ibu ku..hikss..hikss.." Fara mulai membuat drama agar Mikka yang terlihat bersalah di depan media.


Mikka yang merasa kasian dengan sikap Fara karna mengemis perhatian kepada fans nya yang tentu saja membela wanita itu, lalu Mikka mendekati Fara dan menepuk-nepuk pundak nya.


"Turut prihatin dengan nasib mu yang di besarkan oleh wanita pelak*r!" ucap Mikka membuat Fara terdiam begitu juga para media yang menyoroti nya.


Lalu Mikka berjalan pergi dari tempat itu, karna ucapannya tadi membuat para media menyingkir dari jalan nya. Bukan hanya karna ucapan Mikka tapi juga karna sikap Mikka yang berkesan cuek membuat para media menjauh, tapi mendekati Fara yang merupakan artis terkenal.


"Hahh baru begitu saja..." gumam Mikka lalu dia masuk ke kampus tanpa halangan lagi.


Sedangkan Fara kembali di soroti media, mereka bertanya-tanya siapa yang di maksud Mikka tadi. Tapi tentu saja mereka tidak bodoh, Mikka sudah pasti mengatakan ibu nya Fara hanya saja mereka memastikan dengan meminta penjelasan lagi kepada Fara.


Fara yang di buat malu dengan satu ucapan Mikka tadi langsung terlihat kesal,

__ADS_1


"Apa benar yang di katakan nona Mikka tadi?"


"Bagaimana tanggapan nona Fara?"


Fara tidak menjawab apapun, dengan wajah merah padam Fara merasa sudah di permalukan oleh Mikka, padahal tadi dia berniat mempermalukan Mikka tapi keadaan malah sebalik nya.


Lalu terlihat seorang pria memasuki kerombolan itu dan menutup wajah Fara dengan mantel nya.


"Ayo pergi dari sini!" ucap Welson agak panik, Fara dengan cepat menuruti perintah Welson lalu mereka berlari menjauh dari awak media.


Setelah berlari cukup jauh, Welson menatap Fara dengan intens.


"Apa kau bodoh?!" ucap Welson tegas


"Harus nya kau jangan tampil dulu di media!!" sambung nya lagi membuat Fara kembali geram


"Kenapa kau malah menyalahkan aku!" ketus Fara


"Salahkan mantan tunangan mu itu! Karna sudah mempermalukan aku!!" teriak Fara, Welson mengepalkan tangan nya.


'Brukkk'


Welson langsung memukul tembok di samping Fara membuat Fara terkejut dengan amarah yang di tahan oleh Welson, baru kali ini dia melihat Welson sangat marah.


"Sudah berapa banyak masalah yang kau buat kepada Mikka!" ucap Welson


"Bukankah kau terus gagal saat ingin membalskan dendam mu itu?!!" ketus nya lagi


"Kita harus membuat rencana yang matang agar bisa menjebak gadis cerdas itu!!" ucap Welson tegas membuat Fara terdiam


"Apa kau benar-benar memihak pada ku?" tanya Fara yang mulai melembutkan suara nya


"Jika aku tidak memihak mu aku tidak akan menolong mu Fara..." ucap Welson yang juga melembutkan suara nya, Fara tersenyum sinis menatap Welson yang sudah terpikat oleh dirinya.


"Baiklah aku akan menuruti semua rencana mu..." ucap Fara senang


"Nahh itu baru gadis baik ku!" sahut Welson seraya memeluk Fara.


"Aku tidak akan kalah pada Mikka kali ini!!" ucap Fara kepada Welson dan Welson hanya mengangguk setuju.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2