Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 20


__ADS_3

Keesokan hari nya Mikka kuliah seperti biasa, namun belum sampai dia masuk ke ruangan kelas nya tiba-tiba seseorang langsung menarik tangan Mikka ke dalam ruangan kosong.


Mikka tidak melawan karna dia ingin tahu siapa orang-orang yang berani menggertak dirinya.


'Srettt'


'Bukkkk'


Mikka langsung didorong ke sudut ruangan, lampu dalam ruangan itu di hidupkan dan pintu nya di kunci.


"Hahh apa kabar jal*ng?!" ketus seorang wanita yang terlihat geram saat melihat wajah Mikka.


Mikka menyipitkan mata nya agar melihat dengan jelas siapa orang itu,


"Hah ternyata.." gumam Mikka pelan karna yang dia lihat adalah Fara, Cerry dan Welson.


Mikka tersenyum sinis menatap ketiga orang itu,


"Apa kalian menyekap ku di sini?" tanya Mikka datar


"Mi-mikka bukan beg--" belum selesai Welson menjelaskan Fara langsung mengambil sebuah tongkat untuk mengancam Mikka


'Brukkkk'


"Iyaa! Memang kenapa?" ketus Fara seraya menodongkan tongkat ke arah wajah Mikka yang masih terduduk di sudut.


Mikka langsung berdiri saat dia di ancam, dan perasaan emosi yang pernah dia pendam kepada Fara dan Welson langsung memuncak.


"Fara bukan ini yang kita rencana kan tadi.." ucap Welson sambil berusaha mengambil tongkat yang di pegang oleh Fara.


'Srettt'


Fara langsung menjauhkan tangan Welson dari tongkat nya,


"Jangan ikut campur! Apa kau memihak pada nya sekarang!?" ketus Fara kepada Welson yang langsung terdiam dengan bentakan Fara

__ADS_1


"Hah dasar mental kerupuk.." gerutu Mikka pelan namun tetap terdengar oleh Fara, Cerry dan Welson.


"Apa kau bilang tadi?" tanya Fara dengan nada kesal, Mikka langsung menatap tajam ke arah mereka bertiga.


"Brengsek!" ucap Mikka dingin membuat Fara, Cerry dan Welson terdiam.


"Mi-mikka kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Welson


"Hahh! Kau munafik!" ucap Mikka lagi membuat Welson tersinggung


"Kau wanita jal*ng berani nya mengatakan itu pada tunangan ku!!" ketus Fara


"Ouhh sudah tunangan yaa?" ucap Mikka datar


"Sudah berapa lama?" tanya Mikka lagi, Fara menatap Mikka tidak suka dan langsung mengangkat tongkat itu berniat ingin memukul Mikka.


'Brukkk'


Tongkat nya langsung di tahan oleh Mikka dan di patahkan nya dalam satu pukulan,


"Apa kalian menentang ku?" ucap Mikka dengan wajah polos namun nada bicara yang mengejek.


"Ayo maju!" ancam Fara yang sudah tidak memakai senjata apa-apa namun tangannya di kepalkan dan siap menyerang Mikka.


'Sretttt'


'Brukkkk'


Fara mencoba meninju Mikka, namun langsung Mikka tangkis dan Mikka menendang kaki Fara hingga wanita itu terjatuh.


"Akhh" pekik Fara kesakitan


"Hahh lemah!" ucap Mikka tepat di daun telinga Fara


"Aaaaaaaaaa kau bajing*n!!" teriak Fara emosi lalu kembali menyerang Mikka

__ADS_1


"Cerry cepat pegang dia!!" teriak Fara saat tangan Fara kembali di tangkap oleh Mikka.


Cerry dengan cepat memeluk Mikka dari belakang namun lebih tepatnya memegangi Mikka dari belakang.


"Wel cepat pukul dia!!" gertak Fara, Welson yang agak ragu-ragu melakukan kekerasan kepada mantan kekasih nya itu terpaksa menuruti kemauan Fara.


'Brukkk'


Welson berniat memukul wajah Mikka, tapi Mikka menghindar sehingga wajah Cerry yang terkena pukulan Welson.


"Akhhh" teriak Cerry kesakitan akibat pukulan Welson


"Kenapa kau memukul ku!!" teriak Cerry sambil memegangi mata nya yang telah di tonjok Welson.


"Kenapa kau tidak menghindar" sahut Welson kepada Cerry, Mikka yang melihat itu tersenyum sinis.


"Ternyata kalian main keroyok yaa.." ucap Mikka datar lalu memasang kuda-kuda siap menyerang dan langsung menendang kaki Welson sehingga Welson terjatuh.


"Akhh Mikka sakit!!" teriak Welson sambil memegang kaki nya yang telah Mikka tendang, lalu Mikka menampar wajah Fara kemudian menonjok perut nya hingga Fara mundur beberapa langkah.


'Plakkk'


'Brukkk'


"Akhhhh" teriak parah kesakitan


"Hahh kalian tidak asik padahal aku hanya menggunakan 10% tenaga ku!" gerutu Mikka yang terlihat kesal


"Sejak kapan Mikka menjadi kasar begini!" gumam Welson dalam hati saat melihat Mikka berjalan melalui mereka bertiga yang masih terduduk dan meringis kesakitan.


"Sekali lagi kalian mengganggu ku, maka aku tidak akan pernah sungkan-sungkan untuk melawan!" gertak Mikka lalu berjalan ke depan pintu.


'Brukkk'


Mikka mematahkan kunci pintu dan membuka nya dengan santai, Mikka keluar dari ruangan itu tanpa terluka dia terlihat bersenang-senang karna saat keluar Mikka tersenyum tipis.

__ADS_1


"Hahhh puas..." gumam Mikka dalam hati.


...Next......


__ADS_2