Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 43


__ADS_3

"Tidak! Aku akan pergi sendiri ke sana" tegas Mikka seraya mengambil kunci mobil nya yang tergantung di dinding


"Ta-p.." Alven tidak bisa menghentikan wanita keras kepala ini dan terpaksa mengikuti Mikka dari belakang


"Biar aku sendiri yang ke sana! Kamu tidak perlu ikut campur lagi" ucap Mikka datar, Alven yang juga tidak tahu harus berbuat apa hanya menganggukan kepala saja. Setelah beberapa saat Mikka pergi mengendarai mobil nya Alven dengan sigap menelpon rekan tim nya,


"Aku tidak akan membiarkan mu bergerak sendiri Mikka" gumam Alven pelan lalu membawa pergi mobil nya dan mengganti kendaraannya dengan sepeda motor agar lebih mudah dalam mengikuti Mikka tanpa di ketahui oleh nya.


Mikka membawa mobil seperti orang kesetanan, amarah nya memuncak dan otak nya terus berpikir bagaimana Alea bisa keluar dari penjara.


"Ck sial!" gerutu Mikka kesal


Hampir dua jam berlalu akhirnya Mikka sampai di villa milik ayah nya sendiri, villa itu tampak sepi namun lampu nya telah di nyalakan.


Mikka menyelipkan belati khas milik nya di saku milik nya, mata tajam Mikka menatap dingin ke arah villa tersebut.


'Brukkk'


Suara pintu di tendang oleh Mikka


"Aleaa keluar kamu!!" teriak Mikka tanpa rasa takut

__ADS_1


Tidak lama kemudian Alea berdiri tepat di hadapan Mikka,


"Selamat datang anak tiri ku..." ucap Alea dengan senyum kemenangan


"Di mana ibu ku?" tanya Mikka dingin


"Santai saja dahulu, jangan terburu-buru aku masih ingin berbincang dengan mu" sahut Alea lagi


"sebenarnya aku harus berterima kasih kepada anak ku sendiri karna dia yang telah mengeluarkan aku" ucap Alea lagi membuat Mikka menyerngitkan dahi nya berusaha mencerna perkataan Alea


"Bagaimana bisa Fara yang mengeluarkan Alea??" gumam Mikka dalam hati


Tiba-tiba terlihat seorang pria muncul dari belakang Alea dan pria tersenyum smirk kepada Mikka


"Kau pasti sudah mengenal ku kan?" ucap nya lagi


"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian, tapi kamu yang memaksa ku hingga membuat aku terlibat" ucap nya lagi


"Maksud mu?" tanya Mikka


"Kamu telah berhubungan dengan musuh ku, dan kamu juga yang telah menyakiti kekasih hati ku" ucap nya seolah telah menjadi korban

__ADS_1


"Hah musuh?? Kekasih??" ucap Mikka spontan dengan nada meremehkan


"Jangan bertele-tele aku benci penjelasan mu yang berputar-putar!" ketus Mikka


"Hahahaha" pria itu tertawa pecah


"Aku suka dengan keberanian mu ini" ucap nya seraya menunjuk-nunjuk ke arah Mikka


"Tapi sayang, aku benci tingkah sombong mu itu!!" ucap nya lagi dengan intonasi kuat layaknya tokoh antagonis yang membenci pihak protagonis.


"Hah" Mikka semakin memancing kemarahan pria itu


"Aku tidak tertarik dengan permainan mu ini ALEX!!" sahut Mikka tegas lalu mengeluarkan belati nya dan memasang posisi siap menyerang.


"Dimana ibu ku? Atau ku akhiri hidup kalian di sini sekarang juga!!" ancam Mikka membuat Alea meneguk kasar saliva nya


"Dasar gadis iblis!!" ucap Alea membuat Mikka tersenyum smirk


"Kejahatan di balas dengan kejahatan ku rasa tidak akan ada masalah kan?" ucap Mikka dengan senyum aneh


"Dengan begitu kita impas" ucap Mikka lagi kemudian gadis itu melayang kan belati nya ke arah Alex si bos mafia yang telah menjadi incaran insfektur Alven selama ini.

__ADS_1


'Aku tidak tergesa-gesa kan dalam mengambil keputusan? Ku harap tidak, walau bagaimana pun aku harus melindungi ibu ku dan aku tidak akan pernah lagi membiarkan Alea dengan Fara menghancurkan hidup ku kembali. Kali ini aku pasti menang!!'


...Next......


__ADS_2