
Fara seperti orang gila mengendarai mobil nya dengan ugal-ugalan.
"Bagaimanapun cara nya aku harus bertemu Welson!!" gumam Fara dalam hati, pikirannya saat ini sangat kacau dan Fara hampir saja menabrak apapun yang mengahalngi nya. Setiba nya di rumah Welson, Fara keluar dari dalam mobil dan berlari memasuki rumah besar itu.
"Welson!!!" teriak Fara beberapa kali seperti orang gila
"E-ehh nona apa yang kau lakukan!" ucap para pelayang yang terkejut dengan kedatangan Fara
"Nona!! Nona Fara!!" ucap pelayan itu lagi
"Welson!! Di mana Welson??" tanya Fara lirih
"E-ehh tunggu sebentar..." ucap pelayan itu agak panik, pelayan itu pun menaiki tangga seraya berlari menuju kamar Welson.
'Srettt'
Fara tidak mau menunggu, dia ikut berlari menuju kamar Welson. Semua pelayan tampak bingung dan heran terhadap tunangan baru tuan muda mereka ini, pasalnya wanita itu sangat tidak sopan.
"Welson!!" teriak Fara lagi
'Srettt'
Welson membuka pintu kamar nya dan dikejutkan oleh pelukan Fara yang mendadak,
"Fara?? Apa yang terjadi??" tanya Welson panik karna Fara memeluk dirinya sambil menangis sesegukan.
"Kemana kau beberapa hari ini? Kenapa kau tidak menghubungi ku lagi? Pesan ku kamu abaikan?!" ucap Welson merasa kesal kepada Fara yang beberapa waktu ini lost contact.
Fara masih menangis sesegukan karna tidak mampu berkata apapun Welson mengajak dirinya masuk ke dalam kamar milik nya itu,
"Pelayan, siapkan minuman dan beberapa kue!" perintah Welson
"Baik tuan muda..." sahut pelayan itu
"Fara, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Welson lagi berusaha melembutkan suara nya
"Hiks, hiks, hiks, apa kau tidak mencari ku??" Fara balik bertanya
"Kenapa kau tidak berusaha mencari ku..." ucap Fara lirih membuat Welson agak bingung.
"Maafkan aku sayang, aku mencari mu ke mana-mana tapi tidak ketemu.." jelas Welson
"Hampir saja aku menelpon polisi.." ucap Welson membuat Fara terdiam
"Jangan!! Jangan libatkan polisi..." ucap Fara memohon membuat Welson semakin bingung.
Tentu saja Fara takut jika melibatkan polisi, karna di dalam tubuh nya positif mengkonsumsi barang terlarang dan juga dirinya terhubung langsung dengan penjahat-penjahat itu membuat Fara tidak bisa berkutik lagi.
"Ok, ok tenangkan dulu dirimu lalu kita bicarakan permasalahan nya..." ucap Welson menenangkan Fara yang terlihat frustasi.
Di sisi lain Alexsandro Perdana telah mengirim mata-mata untuk mengikuti Fara dan Cerry, kedua wanita itu benar-benar di teror habis-habisan karna mereka sudah melakukan tugas yang tidak sesuai harapan Alex.
"Ssssst Fara, Fara kenapa kau keras kepala sekali..." gumam Alex merasa telah gagal mendapatkan wanita itu
__ADS_1
"Bagaimana bos?? Apa kita habisi saja mereka?" tanya salah satu anak buah Alex
"Tunggu dulu, jangan terburu-buru aku belum puas bermain..." ucap Alex datar
Andai Fara tahu jika dirinya sudah di mata-matai mungkin saja wanita itu tidak bertindak gegabah, karna tanpa dia sadar jika di dalam tubuh nya sudah di tanam benda yang tidak seharusnya ada begitu juga Cerry mereka berdua tidak akan pernah lepas dari cengkraman Alexsandro Perdana.
Kemudian disebuah toko parfum, Mikka dan Fany sedang membujuk pemilik toko untuk memperlihatkan daftar nama orang-orang yang menyukai parfum limited edition itu.
"Pak kami benar-benar lagi perlu dengan daftar nama orang-orang itu..." rengek Fany seperti anak kecil yang meminta permen kepada seorang ayah.
"Wahh saya minta maaf sekali nona, daftar itu sangat privasi dan tidak sembarang orang bisa melihat nya..." sahut si penjual toko membuat Fany memanyunkan bibir nya lalu dia menghampiri Mikka yang menunggu di depan pintu,
"Mikka bagaimana ini!! Bapak itu tidak mau memperlihatkan nya!!" gerutu Fany kesal. Lalu Mikka menghampiri si penjual toko,
"Apa lagi??" tanya bapak penjual parfum tampak kesal dengan Mikka dan Fany yang mengusik nya sedari tadi.
'Sretttt'
Mikka mengeluarkan belati dari dalam baju nya dan menaruh belati itu tepat di leher bapak penjual parfum,
"Akhhh apa yang kau lakukan!?" tanya bapak penjual toko ketakutan
"Fany cepat tutup pintu toko!" perintah Mikka membuat Fany dengan cepat melakukan ucapan Mikka itu.
"N-nona...ak..aku mohon..jangan sakiti aku.." lirih si penjual parfum
"Serahkan daftar nama itu!" ucap Mikka lagi tepat di daun telinga si penjual parfum
"Sial gadis ini tidak main-main!" gerutu si penjual parfum dalam hati.
"Fany cepat cek apakah daftar nya ada di dalam lemari itu atau tidak" ucap Mikka
Fany dengan cepat berlari ke arah lemari dan melihat sebuah buku yang berisi daftar khusus nama-nama si pembeli parfum yang limitid edition.
"Bagus dapat!!" ucap Fany girang
"Jangan katakan apapun yang terjadi hari ini! Jika tidak mau leher mu kembali aku gores dengan belati ku ini!" ancam Mikka membuat bapak penjual parfum itu meneguk kasar saliva nya.
'Brukkk'
Mikka menjauhkan bapak penjual parfum itu dari mereka,
"Ayo kita pergi!" ajak Mikka
Tapi mereka tidak tahu jika si penjual parfum mengeluarkan pistol dari dalam lemari kecil di bawah kaki nya,
"Jangan bergerak!!" teriak si penjual parfum
"Jika tidak ingin kepala mu aku pecahkan seperti balon!" gertak nya membuat Mikka dan Fany terdiam.
"Hah dasar pencuri!!" gerutu nya lagi
Lalu penjual parfum itu menelpon polisi setelah selesai menelpon dia terlihat lengah, Mikka memiringkan senyum nya ke arah si penjual parfum.
__ADS_1
'Wusssss'
'Brukkkkk'
Mikka menendang telpon genggam dan pistol sekaligus dari tangan si pria penjual parfum itu, hingga membuat nya kembali terkejut dengan aksi Mikka yang mencengangkan.
"Sudah ku beri kesempatan, tapi kau malah menyia-nyia kan nya!" gerutu Mikka membuat si pria tidak berkutik.
"S-siapa kau sebenarnya?" tanya pria itu kepada Mikka, Mikka hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun.
Beberapa menit kemudian Mikka masih berada di toko parfum itu, namun tanpa di duga polisi datang tanpa membunyikan sirine.
"Mikka bagaimana ini?" tanya Fany panik, si penjual parfum tersenyum sinis melihat Fany ketakutan namun Mikka hanya menatap datar dengan posisi masih mengarahkan pistol ke kepala si pria.
'Srettt'
'Brukkk'
Bunyi pintu di dorong dengan keras, terlihat beberapa orang polisi masuk ke dalam toko itu.
"E-ehh??"
"Mikka??" suara lantang Alven membuat si penjual parfum tersenyum dengan kemenangan
"Dia pak, dia yang sudah mencuri barang-barang ku!!" ucap bapak itu kesal
"Mikka, andai saja aku tahu itu ulah mu aku tidak akan datang ke sini..." ucap Alven seraya tertawa menatap keberanian Mikka
"Cepat selidiki siapa orang ini!" gerutu Mikka seraya menyerahkan pistol khusus ke tangan Alven
"Aku yakin dia juga terlibat!" bisik Mikka tepat di telinga Alven membuat dia bergidik geli karna hembusan nafas wanita itu.
"E-ehh apa yang terjadi??" teriak bapak tadi
"Dia telah mencuri barang ku!! Cepat tangkap dia!!" teriak bapak penjual parfum itu
"Shuuttt diam!" tegur Alven
"Cepat bawa pria tua ini ke kantor ku!" perintah Alven
"E-ehh!!!"
"Kenapa aku!!!" teriak bapak penjual parfum itu heran plus kesal.
Fany tertawa kecil, awalnya dia ketakutan karna mengira polisi lain yang datang tapi ternyata Alven yang tentu saja berada di pihak mereka.
"Xixixixix" Fany tertawa
"Fany!! Ayo cepat pergi, masih ada hal lain yang harus kita lakukan!" ucap Mikka datar
"Siappp" sahut Fany seraya melambaikan tangan nya ke arah insfektur Alven yang merasa di abaikan oleh Mikka.
...Jangan lupa Next......
__ADS_1