
"Anton aku hari ini bertemu dengan gadis kecil yang menarik perhatian ku..." ucap seorang pria ketida dia telah sampai di kantor nya
"Siapa gadis itu Bos Leo?" tanya Anton
"Entahlah, hanya saja aku merasa dia cukup familiar" sahut Leo
"Apa kau ingin aku menyelidiki gadis yang menarik perhatian mu?" tanya Anton lagi
"Ku rasa tidak, kita cukup fokus saja pada pekerjaan yang menjadi target kita" sahut Leo
"Baik Bos Leo.." sahut Anton singkat
"Bagaimana hasil kerja sama dengan perusahaan Titanium?" tanya Leo lagi seraya melihat setiap berkas yang ada diatas meja nya.
"Berjalan baik Bos, hanya saja jumlah pesanan kita yang dikirim oleh perusahaan Titanium masih belum mencukupi target" jelas Anton sambil membuka smartphone nya memperlihatkan statik perkembangan
"Baiklah, pukul 2 nanti kita adakan rapat pertemuan!" perinta Leo
"Baik Bos.." sahut Anton singkat.
Disebuah ruangan yang cukup sejuk terlihat seorang wanita tengah mempersiapkan paket siap antar ke perusahaan tempat mereka bekerja sama,
"Nyonya..." panggil Hanah agak tergesah-gesah
"Hanah, berapa kali aku bilang jangan memanggil ku nyonya!" gerutu Malisha, dan hanya di balas oleh Hanah dengan senyuman kecil saja.
"Ada apa?" tanya Malisha
"Kita dapat undangan rapat dari perusahaan induk" sahut Hanah sambil memberikan sebuah undangan
"Baiklah siapkan mobil dan pinta Junior untuk mengangkat paket-paket ini" perintah Malisha
"Siap Bos" sahut Hanah spontan
Tidak menunggu lama Hanah, Malisha dan Alea pergi ke perusahaan induk untuk mengantar langsung barang pesanan mereka.
Beberapa jam kemudian saat mereka sampai, sekitar ada tiga orang pengawal yang menyambut langsung kehadiran mereka.
"Selamat datang kembali Nona Malisha" ucap salah satu pengawal itu dan Malisha hanya mengangguk ringan
"Sini saya bawakan semua barang-barang nya dan kalian bisa mengikuti arahan Liberry" ucap nya lagi.
Malisha, Hanah dan Alea pun mengikuti semua intruksi dari Liberry hingga sampai di ruang rapat.
"Selamat datang Nona Malisha..." ucap Leo Amartha seraya menjabat tangan kepada ketiga orang tamu nya, kemudian di ikuti oleh beberapa klient yang ikut serta di rapat itu.
Mereka membahas tentang kerja sama perkembangan dunia fashion, perusahaan induk yang sekarang di pimpin oleh CEO Leo Amartha mensponsori dan membuat logo tersendiri untuk fashion yang di buat oleh perusahaan kecil Titanium milik Malisha Anderlson.
__ADS_1
Hampir dua jam rapat yang mereka adakan akhirnya selesai juga,
"Tidak ku sangka CEO perusahaan induk masih sangat muda..." ucap Malisha memuji Leo Amartha
"Terima kasih Nyonya, saya pun tidak menyangka bisa bekerja sama dengan perusahaan anda yang menurut saya kualitas nya sangat tinggi" balas Leo Amartha balik memuji
"Senang bisa bekerja sama dengan mu, perusahaan kami masih kecil dan perlu perkembangan dan saya rasa bekerja sama dengan perusahaan induk seperti ini akan sama-sama saling menguntungkan" ucap Malisha seraya berjabat tangan lalu mengangkihiri percakapan mereka.
Saat dijalan pulang,
"Hahhhh tidak ku sangka akhirnya kerja sama kita berjalan lancar" ucap Hanah seraya merenggang kan seluruh tubuh nya
"E-ehh apa kita pergi makan-makan dulu yuu" ajak Hanah
"Baiklah.." sahut Malisha
"E-eh aku tidak bisa, kalian saja yaa" ucap Alea yang tampak cemas sambil melihat jam dilengan nya
"Baiklah hati-hati di jalan" sahut Malisha seraya memegang pundak Alea, Alea hanya mengangguk ringan saja kemudin berbalik pergi meninggalkan Malisha dan Hanah.
"Dia pulang naik apa?" tanya Hanah sambil terus memandangi punggung Alea yang perlahan menjauh.
"Mustahil jika dia tidak berfikir sendiri.." sahut Malisha singkat, membuat Hanah sedikit bengong.
"Apa kau ada masalah dengan Alea?" tanya Hanah saat mereka sudah sampai di rumah makan
"Tidak.." sahut Malisha singkat
"Hahhh bukan begitu, aku hanya merasa ada yang berbeda dengan Alea.." ucap Malisha yang tampak sedikit cemas
"Maksud mu?" tanya Hanah
"Kemarin aku memergoki hp nya dan itu sebenarnya tidak sengaja..." sahut Malisha
"Lalu apa masalah nya?" tanya Hanah
"Aku curiga kalau Alea membocorkan gaun yang kita buat nanti untuk festival tahunan.." sahut Malisha datar
"Apa gunanya coba jika dia benar-benar membocorkan hal itu?" tanya Hanah masih tidak mengerti
"Kau ini, ada banyak kemungkinan yang akan terjadi dua bulan lagi.." ucap Malisha seperti menyembunyikan sesuatu kepada Hanah
"Malisha coba jelaskan secara benar-benar! Jangan ada kata kunci kau selalu membut ku menerka-nerka sesuatu tanpa dasar!" ketus Hanah kesal
"Begini Hanah ini hanya tebakan ku saja, Alea membocorkan rancangan gaun kita untuk festival nanti. Jadi pihak lain akan mengira kita mengikuti rancangan mereka, itu bisa menjatuhkan nilai fashion yang kita buat dan jika itu terjadi aku yakin kita mungkin saja akan bangkrut..." ucap Malisha seraya memijit pelipisnya yang terasa sakit
"Tapi bukanlah Alea ada di pihak kita?" tanya Hanah lagi
__ADS_1
"Ku rasa tidak, andai saja aku tidak melihat isi pesan itu mungkin saja kita akan terjebak dan mengira Alea ada dipihak kita..." sahut Malisha
"Jika kau sudah tahu, kenapa tidak pecat saja dia?" tanya Hanah
"Aku masih belum mempunyai bukti yang kuat, menuduhnya tanpa bukti sama saja aku memfitnah dirinya nanti dan itu bisa membalikkan keadaan ku...." jelas Malisha
"Ouhh ya ampun kau berfikir sejauh itu sayang..." ucap Hanah seraya memeluk Malisha dan mengusap-usap kepalanya
"Bagaimana dengan suami mu?" tanya Hanah
"Kenapa kau jadi bertanya suami ku?" Malisha balik bertanya
"Pekerjaannya sebagai menejer baru di perusahaan ekspor dan impor apakah baik-baik saja" jelas Hanah
"Tenang saja dia bahkan bisa membalikkan gunung jika perlu" canda Malisha sambil tertawa kecil
"Baiklah simpan seluruh pekerjaan kita itu nanti, ayo pesan makanan dan nikmati waktu luang saat ini" sahut Hanah seraya memegang buku menu.
Di satu sisi Mikka sedang duduk disebuah caffe sambil mengotak-atik leptop nya,
"Siapa Mr. R ini?" pikir Mikka sambil membuka akun Alea mencoba mencari orang yang bernama Mr.R lalu melacak lokasi nya, tapi sayangnya untuk yang kesekian kalinya Mikka tidak dapat menembus keamanan orang itu.
"Ck!! Sial!!" gerutu Mikka
"Aku harus cepat bertemu dengan Mr. Jony, jika tidak aku tidak akan tahu siapa orang ini dan rencana Alea tidak akan terbongkar." Mikka kembali membatin seraya mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
Waktu berlalu dengan cepat, Mikka pulang ke rumah pukul 07.13 saat Mikka membuka pintu Mamah sudah duduk menunggu dirinya di ruang tamu.
"Kemana kamu sampai malam baru pulang?" tanya mamah
"Ada sedikit urusan mah..." sahut Mikka singkat dengan wajah datar nya seperti biasa.
"Mikka kamu itu seorang gadis tidak baik jika keluar malam" gerutu mamah
"Iyaaa mah Mikka tau, tapi ini tadi gara-gara ada tugas dadakan dari dosen dan Mikka juga lama duduk di caffe sambil mengerjakan tugasnya..." ucap Mikka beralasan.
"Ya sudah, bersihkan tubuh mu lalu kita makan malam..." ajak mamah
"Iya mah" sahut Mikka
"Papah belum pulang?" tanya Mikka lagi
"Papah mu ke luar kota dadakan" sahut mamah agak kesal
"Hmm gak bilang-bilang sama Mikka..." ucap Mikka pelan
"Sudahlah cepat sana mandi!" teriak mamah
__ADS_1
"Iyaaa mah" sahut Mikka bergegas melakukan yang di perintahkan mamah nya itu.
...Next.......