Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 12


__ADS_3

Mikka menyelinap ke ruang pengawas cctv,


"Hahh waktunya balas dendam.." ucap Mikka pelan lalu dia mengamati setiap ruangan di area cctv itu.


Terlihat sebuah mobil hitam memasuki area parkir dan keluarlah sosok wanita tinggi dan modis berbaju maroon selutut, setelah itu disusul sebuah mobil warna biru tua membuat Mikka sedikit tercengang.


"Apa mereka ingin berkencan??" ucap Mikka seraya tertawa kecil tidak percaya saat melihat sosok pria berjas hitam stelan rapi dan kaca mata hitam sebagai aksesoris,


"Hahh apa-apaan mereka ini" gumam Mikka namun Mikka langsung terdiam ketika ada sebuah mobil putih lagi yang terparkir di sana.


"Ap-apa ini..." gumam Mikka agak tercengang lalu dia melihat tanggal di jam tangannya


"Akhir bulan Mei!" ucap Mikka spontan


"Artinya besok sudah bulan Juni!" gumam Mikka lagi


"Astaga apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Mikka pada dirinya sendiri


"Mamah meninggal di bulan Juni tapi pada tanggal 4 itu artinya masih empat hari lagi??" gumam Mikka masih mencoba memikirkan apa yang tidak dia ketahui


"Jika benar Alea dan Robert yang telah membuat mamah celaka dengan motif nya karna menyembunyikan bukti dari penggelapan dana itu....itu artinya apakah mamah sudah lebih dahulu mengetahui jika Alea dan Robert telah berkhianat terhadap nya?" pikir Mikka seraya terus memantau di cctv.


Kemudian sebuah mobil lagi datang beberapa orang keluar dari dalam mobil itu,


"Siapa mereka?" pikir Mikka lalu membuka leptop nya dan mencoba menverifikasi data serta mencocokan wajah-wajah yang di pantau oleh Mikka.


"Aku tidak mengenali ke empat orang itu?" gumam Mikka lagi


"Apa mereka termasuk musuh mamah?" pikir Mikka


"Tapi kenapa mereka berkumpul pada jam 8 malam?" gumam Mikka lagi


Setelah itu Alea dan Robert bertemu di ruang kerja milik Alea,


"Hahh dimana map itu?" gerutu Alea


"Apa yang terjadi?" tanya Robert karna wajah Alea yang terlihat panik


"Map nya...tidak ada!" ucap Alea membuat Robert terdiam


"Bodohhhh!" ketus Robert yang terlihat kesal pada Alea


"Heyy apa maksud mu! Aku bos mu! Kenapa kau berani berkata seperti itu!!" sahut Alea tajam


Mikka tersenyum smirk menatap cctv yang merekam kedua orang yang sedang bertengkar itu,


"Hehh untunglah map nya sudah ku amankan" gumam Mikka sambil mengipaskan map hijau yang dia pengang, sebelum Alea dan Robert datang Mikka sudah lebih dulu menyelinap ke ruang kerja Alea dan mengambil map itu.


Kemudian dia masuk ke ruang cctv untuk mengamankan rekaman tentang pertemuan Alea dan Robert agar bukti nya semakin kuat, tapi ada sedikit masalah yang terjadi Mikka tidak mengetahui jika mamah nya akan ke kantor malam-malam seperti ini dan juga keempat orang ber jas hitam tadi Mikka masih menyelidiki orang tersebut apakah mereka termasuk musuh atau tidak.


Mikka masih duduk seraya memantau lewat cctv, di salah satu ruang terlihat mamah sedang mencek map yang diberikan Robert di ruang rapat siang tadi. Tapi mamah pun terkejut karna ada dua mobil yang terparkir di depan kantor malam-malam seperti ini,


"Aku lupa membawa dokumen ini" gumam Malisha yang kemudian pergi dari ruangan nya, Malisha terlihat sedang mencari seseorang dan mencoba menelpon nya.

__ADS_1


Mikka masih terus memantau apa yang mereka semua lakukan, ternyata yang di telpon Malisha adalah Alea. Mikka mengetahui nya lewat cctv karna Alea mengangkat ponsel nya itu dan bertemu dengan Malisha di ambang pintu kantor,


"Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?" tanya Malisha kepada Alea


"Besok libur jadi aku dan Robert sengaja mengambil barang yang tertinggal.." ucap Alea beralasan


"Kau sendiri?" tanya Alea


"Ini dokumen ku juga tertinggal.." sahut Malisha singkat


"Dimana Robert?" Malisha balik bertanya


"I-itu lagi mem print" sahut Alea asal, sebenarnya Malisha masih curiga tapi tidak dia tampakkan karna Malisha pun tetap harus waspada.


"Yaa sudah aku akan pulang lebih dulu..." ucap Malisha seraya berbalik meninggalkan Alea yang terlihat sangat santai seperti tidak sedang menghadapi atasan.


"Hahh kau pikir aku takut dengan mu..." gumam Alea seraya tersenyum sinis saat Malisha sudah pergi dari situ. Mikka menatap Alea geram, lalu keempat orang yang tadi mendatangi Alea dengan Robert tanpa mereka ketahui jika Malisha masih ada di situ.


"Mamahhh kenapa kau ceroboh sekali!!" gerutu Mikka saat melihat mamah nya bersembunyi di balik lemari vas bunga,


"Ternyata mamah benar-benar sudah tahu.." gumam Mikka


"Baiklah jika begitu...." gumam Mikka lagi, sebelum dia keluar dari ruang cctv Mikka memantau ke empat orang asing yang tidak dikenal tadi.


Tiba-tiba Robert datang menghampiri keempat orang itu dan membawa nya lewat pintu belakang, karna sebelum Robert dan keempat orang itu bertemu dia telah mengetahui jika Malisha sedang berada di sini.


Keempat orang itu disembunyikan oleh Robert karna ternyata mereka ada di pihak Alea, saat merasa sudah aman Robert membawa ke empat orang asing itu ke ruang kerja Alea.


Alea dan keempat orang itu bertemu mereka membahas sesuatu, sedangkan Robert berjaga di luar takutnya akan ada orang yang masuk tiba-tiba.


"Bagaimana perjanjian kita?" tanya salah satu keempat orang itu


"Seperti yang saya katakan saya akan menepati janji yang saya buat" sahut Alea mantap seraya menyerahkan sebuah map ke orang itu


"Itu adalah data lengkap semua fashion yang akan kami terbitkan di acara show nanti, akan ada banyak para petinggi yang datang dan jika ada salah satu pihak yang meminati fashion kami maka pendapatan akan melonjak. Tapi bukan itu tujuan saya!" jelas Alea seraya tersenyum sinis ke arah Robert


"Kami ingin kantor ini cepat bangkrut, sehingga fashion yang dibuat oleh perusahaan Berlian Grouf akan meningkat dan kembali banyak pendukung" sambung Alea lagi


"Hmm Berlian Grouf, apa kau anak buah nya Tuan Sazoro?" tanya seorang pria berkaca mata


"Bukan aku tapi dia..." Alea menunjuk ke arah Robert yang tersenyum tipis seraya membungkuk kan badan nya sedikit


"Aku hanya ingin menjadi seorang perancang busana yang terkenal dibawah pengaruh ku sendiri, ouhh iya anak ku adalah seorang model dia juga membantu ku dalam usaha ini" ucap Alea merasa senang


"Wahh senang mendengarnya nona Alea, saya harap anak anda bisa sukses karna pasti memiliki bakat pintar seperti anda.." ucap pria berkaca mata itu lagi


"Terima kasih Pak Jonatan.." sahut Alea seraya menyodorkan tangannya tanda kerja sama dan persahabatan antar kedua pihak


"Sial ternyata Alea diam-diam melakukan kerja sama dengan orang lain tanpa sepengetahuan ku" geram Malisha yang akhirnya menyadari jika Alea ingin menghancurkan kepemimpinan nya dan juga mengambil alih perusahaan kecil yang dia dirikan selama tujuh tahun sampai saat ini.


"Pantas saja aku kehilangan kerangka fashion ku jika Alea yang telah mencuri nya dan menjual kepada Pak Jonatan yang merupakan musuh ku dalam fashion show nanti" pikir Malisha lalu Malisha melabrak mereka semua dengan cara memecahkan vas bunga tepat di hadapan Robert yang sedang menjaga di depan pintu.


"Bangsattt! Kau Alea!!" teriak Malisha geram, Mikka terkejut karna ibunya berani berhadapan dengan orang-orang yang telah mengkhianatinya itu.

__ADS_1


Alea, Robert dan yang lainnya terkejut karna Malisha juga berada di sana dan mendengar semua percakapan mereka,


"Robert!!! Kenapa kau ceroboh sekali!!" tegur Alea geram namun disertai tawa pecah yang nyaring membuat orang-orang yang ada disana merasa ngeri, inilah jati diri Alea yang jarang diketahui oleh orang-orang. Dia adalah iblis yang berwujud manusia!!!


"Sial! Kenapa mamah keluar!" ucap Mikka sedikit panik


"Tunggu, tunggu apa karna mamah telah mengetahui kerja sama ini jadi Alea berencana menghabisi nya?" pikir Mikka kembali, karna waktu dulu dia tidak tahu penyebab permasalahan nya.


"Jika waktu kematian mamah di percepat karna aku juga sudah mengetahui penyebabnya, maka aku harus menolong mamah!" ucap Mikka seraya berlari menuju lantai bawah yang merupakan tempat mereka tadi berkumpul.


Tepat pukul 9 malam, kejadian yang menimpa Mikka berubah drastis dan waktu kematian mamah mungkin juga akan di percepat yang dahulu nya tanggal 4 kini berubah menjadi tanggal 1.


Sebelum Mikka benar-benar berhadapan dengan mereka semua, dia mencoba menenagkan kembali nafas yang ngos-ngosan karna berlari menuruni anak tangga.


Saat sampai Mikka dengan wajah datar nya langsung menepuk kedua tangannya,


'Plokkk! Plokk! Plokkk!'


"Sungguh drama yang nyata" ketus Mikka membuat mereka semua kembali terkejut karna bukan hanya ibunya yang mengetahui tapi juga anak nya.


"Ck, ck, ck, ck Alea, Alea kau wanita yang licik!" ketus Mikka membuat mereka terdiam karna tidak percaya dengan ucapan Mikka


"Kau mencuri kerangka fashion ibu ku dan melakukan pemalsuan data perusahaan lalu ingin menjadi pimpinan yang baru? Hahahaha rencana yang bagus!" ucap Mikka dengan penuh penekanan


"Gadis bodoh itu kenapa cakap sekali!" geram Alea yang tampak kebingungan


"Hahhh kau gadis bodoh tahu apa!?" sahut Alea sinis membuat Malisha merasa tersinggung karna anak nya di hina


"Aleaaa kau!!" ucap Malisha seraya mendekat ke arah Alea ingin menampar nya namun dengan cepat Robert menangkap tangan Malisha.


Mikka yang merasa ibunya dalam bahaya langsung bergerak dan melayangkan sebuah tendangan tepat mengenai leher nya Robert,


'Brukkk!'


"Akhhh!" pekik Robert karna hantaman kaki Mikka cukup keras dan membuat dia limbung hingga terjatuh.


Semua orang tercengang dengan kekuatan Mikka yang luar biasa,


"Hahh baru satu hantaman saja kau sudah ambruk!!" ucap Mikka meremehkan setelah itu Pak Jonatan yang terlihat tertarik dengan Mikka langsung mengerahkan ketiga anak buah nya untuk menyerang Mikka.


"Mikka hati-hati!!" ucap Malisha cemas karna melihat anak gadis nya di keroyok.


Mikka dengan tatapan tajam dengan gesit menangkis semua serangan musuh-musuh nya itu hingga....


'Happpp'


'Brukkkkk'


Satu orang terlembar hingga dua meter terkena tinju dan tendangan yang Mikka layangkan.


"Hahh aku bukan gadis bodoh dan lemah seperti dahulu..." ucap Mikka pelan dengan senyuman smirk yang khas.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2