
"Bagaimana kalian bisa berkenalan?" tanya Mr.Jony seraya kembali menghirup coffe latte yang di pesankan oleh insfektur Alven tadi
"Hmm bagaimana cara ku menjelaskan nya yaa.." sahut insfektur Alven
"Intinya saja.." ucap Mr.Jony
"Begini, dia dan ibunya melaporkan kasus besar yang terjadi di perusahaan milik ibunya. Dan orang yang terlibat di dalam nya mempunyai pengaruh cukup besar di dunia industri dan fashion..." jelas insfektur Alven
"Tapi Mikka masih belum mengetahui siapa di balik ini semua..." ucap insfektur Alven
"Maksud nya?" tanya Mr.Jony
"Kami masih menyelidiki siapa saja yang terlibat, tapi yang Mikka ketahui hanya tiga orang saja dia tidak tahu jika masih ada beberapa orang di balik kasus ini..." jelas insfektur Alven
"Bagaimana kau tahu?" tanya Mr.Jony
"Mikka tidak mencek rekaman cctv bulan lalu dan dia hanya menyelidiki rekaman cctv secara acak saja.." sahut insfektur Alven
"Tapi aku cukup kagum dengan nya, karna dia begitu tangguh di usia muda..." sambung insfektur Alven lagi, membuat Mr.Jony senyum-senyum karna Alven terus memuji Mikka.
"Baiklah sudah di putuskan kita akan membantu junior ku itu..." ucap Mr.Jony merasa senang
"Kenapa kau mau membantunya?" tanya insfektur Alven penasaran
"Karna dia sudah membuat ku membuka pikiran dan melihat dunia dengan sisi yang berbeda..." jawab Mr.Jony seraya tersenyum
__ADS_1
"Maksud mu?" tanya insfektur Alven tidak mengerti
"Hanya perasaan ku saja yang tahu.." sahut Mr.Jony seraya kembali tertawa kecil
"Kau menyukai nya?" tanya insfektur Alven
"Tentu saja aku menyukai nya, tapi hanya sebatas teman." sahut Mr.Jony mantap membuat insfektur Alven sedikit kesal.
"Tenang saja, kau akan mendapatkan nya.." ucap Mr.Jony lagi memberikan harapan pada insfektur Alven.
Mikka sedang duduk di halte bus, rencana nya dia akan pergi ke area boxing seperti biasa.
Ketika bus datang Mikka langsung menaiki nya dan melanjutkan perjalanan ke area boxing.
Mikka memeluk samsak tinju yang cukup besar melebihi guling di rumah nya,
"Hahh aku rindu pada mu.." ucap Mikka pelan namun moment itu langsung berubah saat seorang pria datang menghampiri nya.
"Nahh kan sudah aku duga kau pasti ke sini" ucap nya, Mikka menoleh ke belakang.
"Ck!! Kenapa lagi dengan pengganggu ini.." gerutu Mikka lalu melepaskan pelukannya dari samsak itu dan menghadap si pria.
"Hy apa kau masih ingat pada ku, aku Leo Amartha.." sapa nya lagi
"Nama mu pasti Mikka kan?" tanya nya
__ADS_1
"Iya.." sahut Mikka singkat
"Hmm Mikka kamu suka olahraga ya?" tanya Leo
"Tidak!" sahut Mikka
"Aku suka makan orang.." sambung Mikka datar, membuat Leo tertawa kecil
"Kau bisa bergurau juga ternyata.." ucap nya sambil tertawa
"Ada apa dengan orang ini.." gerutu Mikka agak kesal, padahal dia berniat menakuti Leo Amartha tapi malah di anggap gurauan.
Lalu Mikka berbalik dan langsung meninju samsak dengan keras,
'Buk! Bukk! Bukk!'
Suara nya sangat keras hingga membuat Leo terdiam,
"Kau wanita sangat tangguh.." ucap Leo pelan seraya menunjukkan jempol nya kepada Mikka.
Mikka tidak merespon seperti biasa dia terus memekul samsak itu,
"Jangan pernah mendekati ku jika kau tidak ingin seperti samsak ini!" ucap Mikka datar dengan sorot mata tajam dia menatap Leo Amartha.
...Next......
__ADS_1