
Mikka duduk di tepi pantai seraya melihat ombak yang turun naik,
"Sore hari seperti ini sangat tenang ya.." ucap Alven
"Boleh aku duduk di sini?" tanya Alven
"Hmm" sahut Mikka singkat
"Apa kau suka pantai??" Alven mencari topik agar dia bisa berbicara dengan Mikka
"Tidak juga.." sahut Mikka singkat
"Kalau aku sangat suka pantai, apalagi saat senja seperti ini..." ucap Alven lagi
"Senja dan pantai seolah-olah teman yang paling damai disaat riuh pikuk nya kehidupan."
Mikka menatap Alven dengan maksud mencerna ucapan pria itu, lalu Alven juga menatap ke arah wajah Mikka.
"Kau seperti telah melalui banyak hal, sampai-sampai kau menolak perasaan mu sendiri..." ucap Alven lagi saat menatap mata Mikka
"Jangan sok tahu!" gerutu Mikka membuat Alven tertawa kecil melihat sosok wajah kutub ice itu.
Tiba-tiba Mr.Jony dan Fany menghampiri mereka,
"Nahh gitu dong, jadi teman sesekali jangan selalu tempur..." ucap Mr.Jony
"Ayo kita bangun tenda!" ajak Mr.Jony lagi
Mikka dan Alven pun berdiri dan membantu Mr.Jony dengan Fany untuk membangun tenda,
"Baru kali ini aku menikmati liburan..." gumam Mikka dalam hati ada perasaan senang dan sedih yang dia rasakan.
Tidak lama kemudian, senja berganti malam mereka semua sedang menikmati jagung bakar dan beberapa makanan lainnya.
Bintang berteburan di langit malam membuat suasana terlihat romantis, angin yang berhembus pelan menambah nuansa damai.
"Bagaimana pekerjaan mu All??" tanya Mr.Jony
"Setelah ini mungkin aku akan jarang berkumpul dengan kalian..." sahut Alven
"Kenapa??" tanya Mr.Jony
"Aku akan turun lapangan dalam menyelidiki kasus lain.." sahut Alven
"Kasus lain??" tanya Mr.Jony masih penasaran
"Iya...ada beberapa jaringan pengedar barang terlarang di kota A, dan aku akan menyelidiki nya kesana..." jelas Alven
__ADS_1
"Pengedar barang terlarang??" sahut Fany
"Iyaa apa kau tahu jaringan gelap itu sudah tersebar di berbagai negara dan salah satu nya ada di kota A.." jelas Alven lagi
"Keren..." satu ucapan Mikka membuat mereka menatap nya heran, Mikka terdiam saat sedang sibuk memakan jagung nya karna tatapan teman-teman nya itu.
"Kenapa??" tanya Mikka
"E-ehh tidak ada, tidak ada..." sahut mereka semua serempak seraya menggelengkan kepala.
"Bagaimana cara masuk ke akpol??" tanya Mikka, kembali membuat teman-teman nya tercengang.
"Ap-apa kau mau masuk??" tanya Alven
"Aku hanya bertanya..." sahut Mikka singkat walaupun sebenarnya di hati Mikka ingin masuk ke Akpol dan menghajar para penjahat.
"Kau tentunya harus lulus tes.." sahut Alven lagi
"Ajarkan aku agar bisa lulus tes nya.." ucap Mikka membuat mereka semua melongo dengan keputusan singkat Mikka,
"Tadi katanya cuma nanya??" gerutu Fany
"Yaa bertanya dulu kan apa salah nya..." sahut Mikka tidak mau kalah
"Mikka di lawan..." ucap Mr.Jony seraya tertawa kecil
"Hahhh pikiran Mikka memang tidak bisa di tebak..." sahut Alven lagi
"Kuliah mu sudah semester berapa?" tanya Alven lagi
"Sudah semester akhir..." sahut Mikka singkat
"Kau bisa meminta Dekan untuk membantu mu, memastikan nilai akademis mu mampu membuat mu lulus.." ucap Alven
"Apa kau pikir nilai akademis ku rendah?" tanya Mikka tanpa melihat ke arah Alven yg menjadi kikuk karna pertanyaan Mikka,
"Bukan begitu..maksud ku..." belum selesai Alven menjawab Mikka langsung menyela nya
"Aku ingin kau yang mengurus nya..." ucap Mikka membuat mereka terdiam tidak percaya dengan ucapan gadis berwajah ice kutub itu.
"Apa aku boleh bertanya alasan mu ingin masuk akpol??" tanya Mr.Jony
"Aku ingin memukul penjahat..." sahut Mikka singkat
'Uhukkk uhukkk!!' Alven tidak sengaja batuk saat mendengar ucapan Mikka itu
"Yang benar saja..." gumam Alven saat mendengar jawaban polos Mikka
__ADS_1
"Urus saja aku hanya ingin kau yang membantu ku!" gerutu Mikka tidak mau berbelit-belit
"Masuk Akpol bukan hanya tentang memukul penjahat.." ucap Alven lagi
"Iya iya aku tahu.. Aku tertarik dengan ucapan di awal mu tadi..." jelas Mikka
"Ucapan ku di awal?? Tentang apa itu??" tanya Alven lagi
"Yaaa tentang jaringan hitam yang sedang kau selidiki" sahut Mikka
"Hahhh kau ini..." gerutu Alven
"Baiklah kalau begitu, aku akan membantu mu..." ucap Alven lagi dan Mikka hanya menganggukan kepala nya saja.
Disatu sisi, terlihat seorang model cantik tengah meminum-minuman keras di sebuah bar.
"Heyy nona cantik, sepertinya kau mabuk..." ucap seorang pria yang berusaha menggoda wanita itu.
"Boleh aku bergabung dengan mu??" tanya nya, wanita itu menatap si pria dengan intens dalam keadaan mabuk dia tidak sadar langsung mencium bibir pria itu.
"Heyy heyy heyy, kau nakal sekali" ucap pria itu
"Aku hanya ingin kau Welson!! Kenapa kau begitu marah dengan ku" ucap wanita itu yang ternyata Faradilla Skicher
"Ouuh apa kau sedang mengalami putus cinta??" tanya pria asing itu lagi
"Kau jahatttt sekali..." gerutu Fara seraya memukul-mukul dada pria itu
"Heyy jangan seperti ini.." ucap pria itu lagi tapi Fara tetap meracau tidak jelas kemudian dia jatuh pingsan.
"Hahh wanita yang malang" ucap pria itu seraya menatap tubuh Fara yang seksi.
"Hmm baiklah kalau begitu, aku akan membuat mu melupakan kekasih mu itu" ucap pria itu lagi, lalu mengangkat Fara dan membawa nya ke sebuah kamar.
"Heyy sayang bangunlah, kau tidak akan merasakan nikmat nya sentuhan ku..." ucap pria itu lagi, kemudian membuka baju Fara satu persatu.
"Heyy bangunlah..." ucap pria itu lagi
"Welsonn..." ucap Fara tanpa sadar, Fara membuka mata nya dan melihat pria yang sedang menindih tubuh nya itu.
Dan terjadilah adegan dewasa yang tidak seharus nya di pertonton kan oleh publik karna bersifat vulgar!
Fara dan pria asing itu bercinta di tengah gelap nya malam tanpa sadar itu akan membuat bom besar dalam kehidupannya.
"Selamat tidur sayang, kau nikmat sekali" ucap pria itu seraya meninggalkan Fara dengan satu kartu nama, kemudian dia memakai baju nya dan keluar dari kamar itu.
...Next.......
__ADS_1