
Suara ledakan dan api yang berkobar di tengah hutan, menarik perhatian polisi dan beberapa relawan malam itu.
Mikka dan Alven berlari menghampiri Mr.Jony yang ternyata sudah lebih dulu berada di sana,
"Mereka sudah kabur.." ucap Mr.Jony kepada Alven yang saat ini berada di samping nya
"Berapa banyak?" tanya Alven
"10 orang lebih" sahut Mr.Jony singkat seraya membuka koper yang memang selalu dia bawa ke mana-mana.
"Aku sudah meletakan pelacak di salah satu mobil mereka" ucap Mr.Jony kepada Alven yang terus memperhatikan dirinya
"Bagus setelah selesai pencarian dan penyelidikan ini kita akan mengejar mereka" ucap Alven lalu pergi ke villa yang terbakar itu.
"Sepertinya kita tidak mendapatkan apapun di sini" gerutu Mikka seraya mengangkat bahu nya.
Tiba-tiba suara lolongan anjing yang berlawanan arah dari tempat mereka seolah tengah memberikan sebuah kode.
Mikka dan Alven saling tatap, lalu mereka kembali berlari ke arah suara anjing tersebut. Beberapa kilometer dari tempat itu mereka menemukan seorang wanita yang tengah pingsan.
"Fara!!" teriak Welson yang juga sedari tadi mengikuti Mikka dan Alven.
Welson membalik tubuh Fara yang telungkup, tubuh wanita itu banyak luka lebam. Wajah nya yang pucat seperti mayat hidup membuat mereka semua terkejut,
"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" perintah insfektur Alven kepada rekannya yang lain.
__ADS_1
Setelah itu mereka semua membawa Fara ke rumah sakit dan beberapa orang lainnya tetap tinggal di sana karna masih banyak yang harus di selidiki.
Penyelidikan dilakukan semalaman hingga tim porensik melakukan otopsi pada mayat-mayat yang mereka temukan, di sisi lain Alven sudah pulang bersama Mikka karna ini sudah melebihi apa yang mereka perkirakan.
'Kita hanya menangkap penjahat, soal mayat-mayat yang ada akan di serahkan pada pihak lain yang mengambil alih'
Mikka hanya duduk diam seraya menatap lurus ke depan, dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dalam hidup nya.
'Ini di luar kendali nya' pikir Mikka tiba-tiba tangan Alven membuat Mikka kaget.
"E-eh maaf" ucap Alven sedikit kikuk
Mikka hanya menghela nafas panjang saja,
"Ada apa?" tanya Alven karna tidak bisa membaca isi pikiran Mikka saat ini
Pukul tiga dini hari membuat badan Mikka terasa remuk, dia hanya tidur dua jam lebih setelah itu banyak hal yang terjadi membuat Mikka tidak bisa beristirahat dengan tenang.
"Kenapa gelap?" tanya Alven seraya menatap rumah Mikka yang sepertinya tidak berpenghuni, Mikka dengan cepat berlari menuju rumah nya lalu melihat gagang pintu yang telah rusak.
"Mamah!!!" teriak Mikka seraya membuka pintu rumah dan mencari ibu nya ke sekeliling rumah, Alven yang melihat Mikka panik dengan cepat ikut mencari ibu nya Mikka.
"Sial apa yang terjadi" gerutu Alven saat melihat rumah Mikka yang kacau setelah mereka menghidupkan listrik di rumah Mikka ada sebuah surat yang bertuliskan dengan darah membuat Mikka bergegas mengambil surat tersebut.
Wajah Mikka menegang saat membaca isi surat, seketika tubuh Mikka limbung karna terkejut dan juga kelelahan.
__ADS_1
"Mi-mikka" ucap Alven seraya menahan tubuh Mikka yang hempir tumbang.
"Sial! Aku pikir ini semua sudah berakhir" geram Mikka seraya mengepalkan tangannya
"Alea!!!" teriak Mikka seraya menendang meja di hadapannya, Alven mengambil surat yang di pegang oleh Mikka tadi.
"Jika kamu masih ingin melihat wajah ibu mu, pergi sendiri ke rumah kosong milik ayah mu di pelabuhan! Salam manis dari Ibu Tiri mu Alea Skichers" Alven ikut terkejut setelah membaca surat itu.
"Bagaimana bisa Alea?? Bukankah dia di penjara?" ucap Alven lagi seraya mengambil ponsel nya dan menelpon anak buah nya untuk mengetahui keberadaan Alea.
"Nona Alea sudah di keluarkan dari penjara oleh seorang pria dengan membayar uang tebusan" ucap salah satu rekan Alven di telpon nya
"Sttt brengsek atas dasar perintah siapa kalian berani mengeluarkannya!" teriak Alven membuat anak buah nya terkejut
"Ke-ketua pak" sahut anak buah nya terbata-bata
'Degg'
"Ketua?" pikir Alven lalu menutup telpon tersebut
"Sial ternyata masalah ini tidak sesederhana yang di pikirkan" gumam Alven dalam hati
"Pasti ada orang kuat di belakang Alea sampai-sampai ketua ikut turun tangan" gumam nya lagi, lalu Alven menatap Mikka yang benar-benar sudah kelelahan.
"Istirahat lah dahulu, akan aku kerahkan anak buah ku" ucap Alven dengan wajah serius menatap Mikka.
__ADS_1
...Next......