Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 25


__ADS_3

Setelah selesai makan, Insfektur Alven berniat ingin mengantar kan Mikka pulang ke rumah. Tapi saat di tengah jalan mereka malah bertemu dengan orang yang tidak terduga,


"Wahh sepertinya ada yang sudah bersenang-senang di sini.." suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah Faradilla Skicher


Sorot mata tajam Mikka langsung menusuk ke bola mata Fara, seakan-akan ingin memakan wanita itu walau pun tadi Mikka sudah makan.


"Hahhh nyenyenye" wajah malas Fany mengejek Fara yang sedang menghadang mereka di luar restoran


"Apa kau tidak diajarkan tata krama oleh orang tua mu? Mengejek orang yang sedang berbicara itu tidak baik!" tegas Fara


"Ouhh iya aku lupa jika kau tidak memiliki orang tua..." sambung Fara seolah-olah mengejek balik Fany dengan berpura-pura salah bicara.


Fany merasa geram sudah sering dia di bully oleh Fara dan Cerry, tapi kali ini dia merasa sangat tersinggung saat kedua orang tua nya di jadikan candaan.


Mikka mencangkram tangan Fany dan langsung berdiri di hadapan Fara yang sedang bersama Welson, kedua pasangan kekasih yang sedang berkencan.


"Apa ibu mu tidak mengajarkan mu cara menghargai perasaan orang lain?" tegas Mikka tepat di hadapan Fara


"Ups, aku juga lupa jika ibu mu telah merebut ayah ku! Jadi mana mungkin dia memiliki perasaan.." sambung Mikka seraya tersenyum sinis membuat Fara kesal dan hampir menamparnya.


'Srettt'


'Plakk'


Tangan Fara langsung di cegat oleh Insfektur Alven, Welson yang merasa pacar nya di pegang oleh orang lain langsung menarik Fara ke samping nya agar menjauh dari Insfektur Alven.


Mereka tidak tahu jika Insfektur Alven adalah seorang polisi yang sudah menangkap dan memenjarakan Alea serta yang lainnya.


"Apa kau ingin masuk penjara karna sudah melakukan kekerasan?" tegas Alven kepada Fara dan Welson

__ADS_1


"Hahh siapa kau?!" ketus Welson dengan perasaan tersinggung


"Mengganggu urusan orang lain saja!" gerutu nya kesal


"Aku insfekfur Alven anggota kepolisian!" tegas Alven membuat Fara dan Welson kembali terkejut.


Fara dan Welson terdiam sebentar namun kembali mengalihkan topik agar terlihat bukan mereka yang bersalah,


"Wahh ternyata teman nya Mikka adalah seorang polisi?" ucap Fara dengan ekspresi terkejut namun di buat-buat.


"Aku baru tahu.." ucap Fara lagi seraya mendekatkan diri ke hadapan Alven


"Ternyata kalian telah bersekongkol untuk memenjarakan Ibu ku..." ucap Fara dengan wajah sinis nya


"Ibu mu memang pantas masuk penjara!" ketus Fany membuat Fara kembali geram namun dia tahan rasa emosi nya agar tidak terlihat rendahan di hadapan Alven.


"Silahkan laporkan!" sahut Mikka dingin


"Jika terbukti itu fitnah maka kau akan aku laporkan karna telah mencemarkan nama baik ku!!" Mikka balik mengancam Fara


'Srettt'


Welson mendorong Mikka agar menjauh dari dari Fara


"Mikka!! Kau tidak perlu berbuat seperti itu!" bentak Welson


"Cukup ibu nya yang telah kau penjarakan! Sekarang kau malah ingin memenjarakan Fara?!" ucap Welson lagi dengan tegas membuat insfektur Alven marah


'Plakkk'

__ADS_1


'Brukkk'


Tamparan melayang ke wajah Welson, hingga Welson terduduk akibat keras nya tamparan yang di berikan insfektur Alven.


"Apa kau buta?? Apa kau tuli?!!" gertak Insfektur Alven


"Wanita mu yang telah menghina Mikka, bagaimana kau bisa menyalahkan Mikka!!" tegas Insfektur Alven


"Kau bangs*t!!! Kenapa malah memukul Welson!!" geram Fara yang langsung mendorong insfektur Alven, dan Mikka langsung menghentikan nya saat Fara ingin kembali menampar Insfektur Alven.


'Happp'


Tangan Fara di cengkram oleh Mikka,


"Aku tahu jika wanita yang menampar insfektur Alven tidak akan melawan, tapi aku tidak akan membiarkan kamu wanita jal*ng menyentuh nya!!" ucap Mikka dingin dengan sorot mata tajam dia menatap Fara yang terlihat sangat emosi.


'Plakkk'


Mikka menjauhkan tangan Fara dari wajah insfektur Alven yang berjarak sekitar 5 inci,


"Waktu ku sudah banyak terbuang, ayo kita pergi!" ucap Mikka tanpa menatap kedua orang yang tadi menghalangi nya.


Mikka berjalan beriringan dengan insfektur Alven, sedangkan Mr.Jony dan Fany mengikuti mereka dari belakang.


Belum jauh Mikka berjalan, Fara kembali berteriak kepada nya.


"Bajingan kau Mikka!! Tunggu saja pembalasan ku nanti!!!" teriak Fara seperti orang gila, namun Mikka tidak merespon dan tetap berjalan menjauh dari para 'keledai' itu.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2