Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 27


__ADS_3

"Maaf aku terlambat...." ucap wanita itu


"Nona kenapa anda ada di sini?"


"Jelaskan hubungan anda dengan keluarga Humers?"


Para media mengerombongi nya dengan beberapa pertanyaan


"Nanti akan saya jelaskan, untuk saat ini saya tidak bisa menjawab karna sudah di tunggu oleh keluarga Humers jadi mohon maaf.." sahut Faradilla Skicher seraya berjalan mendekati Welson.


"Maafkan aku sayang karna terlambat.." ucap Faradilla Skicher kepada Welson yang tampak salah tingkah.


Mama Welson dan ayah nya tampak kebingungan dengan ucapan Faradillah,


"Apa aku tidak di persilahkan untuk duduk?" tanya Fara, Welson dengan cepat menarik kursi di dekatnya agar Fara bisa duduk berdekatan dengan dirinya.


"Apa-apaan ini Welson?" tanya nyonya Talia dengan nada tidak suka


"E-ehh Wel apa kau tidak mengatakan kepada ibu mu tentang hubungan kita?" tanya Fara memancing


"Iy-iya, mahh kenalkan ini Faradillah Skicher tunangan ku saat ini" ucap Welson menjelaskan


'Brukkk'


"Lalu Mikka kau apa kan?" bentak nyonya Talia seraya berdiri dari tempat duduk nya


"Maafkan saya nyonya Talia, kami terlambat mengatakan nya kepada seluruh keluarga jika pertunangan saya dan Welson di batalkan" jelas Mikka dengan wajah datarnya, lalu Mikka akhirnya berdiri dari tempat duduk nya seraya membungkuk sedikit menghormati nyonya Talia yang memang baik terhadap dirinya.


"Apa Welson sudah gila!" bentak nyonya Talia naik pitan


"Bagaimana kau bisa memutuskan itu tanpa persetujuan kami?!" getak nyonya Talia menatap tajam ke arah Welson.


Setelah ayah nya Welson tuan Humers selesai makan dan ikut berdiri seraya mengusap lengan nyonya Talia,


"Tenanglah Talia, tidak enak jika di lihat oleh publik dan juga nyonya Malisha masih ada di sini.." tuan Humers bersikap bijaksana karna media ikut terlibat di sana, heyy tuan Humers itu adalah tokoh yang cukup terkenal di publik karna perusahaan mereka yang sering mensponsori para artis dan model jadi dia harus menjaga image nya di depan publik.


"Saya minta maaf atas sikap anak saya yang bodoh, mohon nyonya Malisha tidak tersinggung dengan sikap nya.." ucap tuan Humers kepada Malisha dan Mikka yang hanya diam saja melihat bagaimana orang-orang itu memainkan drama.

__ADS_1


"Mikka apa yang sebenarnya terjadi?" tanya nyonya Talia lembut, Mikka tersenyum tipis di depan wanita itu.


"Sebenarnya saya yang telah memutuskan hubungan ini" ucap Mikka membuat nyonya Talia cukup terkejut


"Ke-kenapa Mikka??" tanya nyonya Malisha lagi


"Seperti yang nyonya lihat pria itu tidak cukup setia pada saya, jadi untuk apa di pertahankan." sahut Mikka mantap, wajah nyonya Talia merah padam saat melihat Welson dan Fara yang duduk berdampingan.


Nyonya Talia kembali berdiri dan mendekati Welson.


'Plakkk'


Satu pukulan membuat gempar ruangan itu, kilatan cahaya kamera memenuhi ruangan.


"Cepat usir para media dari sini!" gertak nyonta Talia kepada bawahan nya, dengan cepat orang-orang berjas hitam yang tadi nya hanya menahan media kini langsung mendorong para wartawan agar tidak menjauh dari perjamuan malam ini.


"Nyonya! Anda salah mengira!" tegas Fara


"Mikka telah mencampak kan anak mu dan aku mengobati luka hati nya, andai kalian melihat bagaimana kejam nya Mikka menolak Welson dan menghina nya aku yakin kalian tidak akan sebaik ini kepadanya!!" jelas Fara dengan wajah menyedihkan berniat ingin mengambil simpati nyonya Talia dan tuan Humers.


"Hahh! Drama di mulai..." Mikka membatin seraya terus menonton bagaimana drama ini akan berakhir nanti.


"Benar!" sahut Mikka tegas membuat nyonya Talia kembali terkejut dan tuan Humers masih terdiam tanpa suara.


"Saya tidak akan membuang andai lelaki itu setia..." sahut Mikka kembali


"Jadi maksud mu Welson berselingkuh?" tanya tuan Humers yang akhirnya membuka suara nya seraya menatap tajam ke arah Mikka, tapi Mikka tidak terpengaruh dengan tatapan tuan Humers. Mikka tidak gentar saat membalas tatapan yang dilayangkan oleh tuan rumah itu,


"Iya!" jawab Mikka dengan nada tegas


"Hah!" Welson berdiri dari tempat duduk nya dan menunjuk ke arah wajah Mikka


"Aku tidak pantas bersanding dengan anak seorang penjahat!" ketus Welson dengan perasaan emosi melihat sikap Mikka yang sangat arogan menurut nya, suara Welson yang keras membuat Malisha terperanjat karna kaget begitu juga nyonya Talia dan tuan Humers.


"Sial Welson kenapa membahas itu!!" gerutu Fara merasa tidak nyaman, Mikka menatap sinis,


"Kalian yang memulai yaa, jangan salahkan aku kembali melemparkan batu" gumam Mikka dalam hati

__ADS_1


"Ap-apa maksud mu Welson?" tegas tuan Humers yang menghormati tuan Charlos Anderlson dan nyonya Malisha Anderlson,


"Jaga ucapan mu Well!" gertak nyonya Talia


"Hahh, kalian tidak tahu berita yang sedang trending topik ya?" tanya Welson dengan nada mengejek dan itu sangat menjengkel kan bagi kedua orang tua nya.


"Ayah Mikka yang kalian hormati itu mendukung penggelapan dana dan terlibat perselingkuhan dengan Alea yang merupakan karyawan nyonya Malisha sendiri!" tegas Welson


"Welson!!!" teriak Faradilla Skicher membuat orang-orang di sana terkejut


"Tenangan sayang..." bisik Welson yang juga tanpa sadar membuka peluang untuk Mikka yang akan kembali melumpuhkan mereka


"Sial aku keceplosan! Mikka terlalu arogan dan membuat emosi ku tidak terkontrol" gerutu Welson cemas, Mikka menatap mereka dengan tajam.


"Hahh!! seingat ku bukankah Alea itu ibunya Faradilla Skicher?" ucap Mikka dingin berpura-pura menebak, mereka semua terdiam mendengar ucapan Mikka.


"Apa ini Mikka?" nyonya Talia kembali bertanya


"Bukankah cocok sekali ibu dan anak sama-sama pelak*r" ucap Mikka dingin


"Ap-apa benar yang di katakan oleh Mikka ini nyonya Malisha?" tanya nyonya Talia kepada Mallisha


"Iya benar!" sahut Malisha tegas, nyonya Talia hampir di buat jantungan


"Ayah, cepat bawa aku ke dalam kamar..." ucap nyonya Talia yang terlihat kacau


"Maafkan kami nyonya Talia, hubungan kita cukup sampai di sini" ucap Malisha lagi lalu menggandeng tangan Mikka dan mereka pergi dari tempat itu.


Welson mengepalkan tangannya dengan erat, dia menatap murka ke arah Mikka yang tersenyum sinis ketika menatap dirinya.


"Kenapa kau pancing arah pembicaraannya!!" teriak Fara kepada Welson yang juga sudah mulai panas.


"Mau bagaimana lagi Haa!!" Welson balik berteriak ke arah Fara membuat wanita itu terkejut dan terdiam tanpa suara Fara langsung berbalik pergi meninggalkan Welson.


"F-far..Fara!!!" teriak Welson tapi Fara tidak merespon nya lagi dan langsung masuk ke dalam mobil nya sendiri.


"Akhhh sial!!!" teriak Welson kesal.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2