
Keesokan pagi nya, Fara merasa tubuh nya begitu sakit.
"Akhh sial apa aku mabuk!" gerutu Fara tanpa sadar dia meraba tubuh nya yang tanpa busana.
"Hah!!!" Fara terkejut lalu melihat pakaian nya yang berserakan di lantai,
"A-apa yang terjadi??" tanya Fara pada diri sendiri sambil mengingat-ingat kejadian tadi malam.
"Akhhhh sial!!" teriak Fara panik
'Plakkk plakk plakkk'
Fara memukul-mukul kepala nya sendiri,
"Aaaaa bodoh, bodohhh, bodohhh!!" teriak Fara histeris lalu mengambil ponsel nya di dalam tas.
Fara melihat riwayat telpon dari Welson dan Cerry,
"Haduhhhh bodoh nyaaaa!!!" gerutu Fara kesal berulang-ulang kali dia memukul kepala dan wajah nya sendiri.
Namun Fara berhenti memukul diri sendiri saat melihat sebuah kartu nama yang berada di atas meja, bersebelahan dengan tas nya sendiri.
"Alexsandro Perdana??" ucap Fara
"A-apa dia yang tidur dengan ku tadi malam" ucap Fara lagi dengan rasa terkejut, Fara kembali melihat kartu nama itu dan tertera nomor telpon serta alamat rumah pria tersebut.
"Cihhh aku harus menemui nya!!" gerutu Fara kesal
'Dringg dringg dringgg'
Telpon nya kembali berdering di layar ponsel nya Fara tertera nama 'Welson', Fara mengangkat telpon kekasih nya itu.
"Hallo??" ucap Fara agak gugup
"Hallo Fara kamu di mana??"
__ADS_1
"Kenapa tidak mengangkat telpon ku!!!"
Welson terdengar kesal, Fara yang juga merasa bersalah dengan perbuatannya tadi malam hanya diam.
"Hallo Farr??" ucap Welson lagi
"I-iyaa" sahut Fara singkat
"Kamu baik-baik aja kan??" tanya Welson lagi
"I-iyaa, aku baik-baik saja. Aku tutup dulu yaa ada yang mau aku kerjakan!" ucap Fara gugup lalu mematikan telpon nya dan bergegas pergi ke ruang cctv.
"Pak saya boleh izin ke ruangan cctv??" ucap Fara kepada petugas bar
"Untuk apa??" tanya petugas itu, lalu Fara berpura-pura telah kehilangan dompet nya dan petugas itu pun memperboleh kan Fara masuk.
Dengan di ikuti petugas aksi Fara tidak akan lancar,
"Pa tadi saya lihat ada orang di luar kayak nya mencari bapak.." ucap Fara lagi agar petugas itu pergi dari ruangan cctv.
"Ahh masa??" ucap petugas itu merasa tidak percaya
Benar saja Fara melihat dia mencium orang itu, lalu mereka melanjutkan nya ke dalam kamar.
"Ck sial!!" gerutu Fara kesal pada diri sendiri lalu menghapus riwayat rekaman tadi malam.
'Srettt'
Petugas itu kembali ke ruangan cctv tapi Fara sudah tidak ada,
"E-ehh" ucap petugas itu merasa heran namun tidak curiga sama sekali.
Fara menelpon Cerry dan meminta nya untuk menjemput dirinya di bar.
"Wahh gila..." ucap Cerry saat Fara menceritakan kejadian tadi malam,
__ADS_1
"Kau harus membantu ku menemui pria itu!" ucap Fara
"Siap laksanakan tuan putri.." sahut Cerry yang merasa ada peluang untuk menjatuhkan Fara dengan aib nya itu sehingga wanita itu tidak bisa sombong dan memerintah dirinya lagi.
Beralih ke tempat Mikka yang masih berkemah dengan Alven, Mr.Jony dan Fany. Mereka saat ini sedang melakukan aktifitas masing-masing, jika Fany dan Alven memancing maka Mr.Jony dengan Mikka sibuk merevisi buku yang akan di terbitkan oleh Mr.Jony
"Mister, apa kamu tidak merasa ada yang kurang di bagian penutup??" tanya Mikka
"Hmm coba ku lihat..." ucap Mr.Jony seraya kembali membaca kalimat yang mereka buat.
"Apa pendapat mu junior??" tanya Mr.Jony
"Ku rasa ada kalimat yang hilang di sana..." ucap Mikka sambil mengingat-ingat buku-buku yang pernah dia baca.
"Lengkapi lah kalimat itu, aku akan memeriksa nya nanti..." ucap Mr.Jony lagi lalu menghirup kopi panas nya
"Mister ini namanya bukan karya mu tapi karya ku.." ucap Mikka
"Iya itu karya mu..." sahut Mr.Jony tidak membantah
"Tapi kenapa nama mu yang di tulis?" gerutu Mikka lagi merasa keberatan
"Junior apa sekarang kau ingin berdebat dengan ku lagi??" tanya Mr.Jony seraya menahan tawa nya saat melihat wajah Mikka cemberut.
"Iyaa! Karna aku suka berdebat!" sahut Mikka kesal
"Aku jadi mengkhawatirkan mu, bagaimana jika kau masuk akpol nanti dan mendebat para petinggi mu ataupun senior mu.." ucap Mr.Jony penjang lebar
"Akan aku pastikan mereka bakal kalah telak!" sahut Mikka percaya diri, membuat Mr.Jony tertawa pecah.
"Baiklah, baiklah itu terserah pada mu..." sahut Mr.Jony tidak mau membahas nya lagi.
"Mikka kau seperti adik ku..." gumam Mr.Jony dalam hati
"Tapi sayang hidup nya tidak panjang seperti mu...." ucap Mr.Jony lagi dalam hati, mata nya tiba-tiba ber air dan Mikka tanpa sengaja melihat moment itu.
__ADS_1
"Mata Mister seperti tengah menyembunyikan sesuatu, entah apa itu yang membuat dia sangat sedih di balik tawa renyah nya..." guman Mikka dalam hati merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui tentang pria itu.
...Next.......