Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 21


__ADS_3

Sebuah mobil terparkir di depan pagar kampus dan terlihat seorang pria dengan kaca mata hitam tengah bersandar di depan mobil nya, pria itu berbadan tinggi dan cukup mempesona membuat nya menjadi sorotan mata orang-orang yang sedang lalu lalang.


"Kau yakin dia belum pulang?" tanya nya kepada seseorang di dalam mobil


"Iya tunggu saja dia" sahut orang itu


Saat Mikka keluar dari kampus dia melihat seseorang yang tampak familiar di depan pagar kampus nya, lalu orang itu melambai kan tangan nya kepada Mikka.


Mikka melihat kiri dan kanan mengira orang tersebut menyapa orang lain, kemudian orang itu menunjuk-nunjuk ke arah Mikka.


Mikka menunjuk diri nya sendiri dan orang itu menganggukan kepala,


"Mikka??" teriak Fany seraya menghampiri teman nya itu


"Kenapa?" tanya Mikka datar


"Kita makan yuu" ajak Fany


"Sebentar aku ke sana dulu.." ucap Mikka sambil berjalan menghampiri orang yang terus saja melambaikan tangan pada dirinya.


"Siapa itu?" tanya Fany penasaran, tapi Mikka tidak merespon karna fokus nya beralih ke orang yang ada di dalam mobil.


"Mr.Jony.." ucap Mikka singkat dan tanpa ragu Mikka langsung menghampiri orang yang berada dalam mobil itu, sedangkan orang yang sedari tadi memanggil nya Mikka abaikan.


"Mr.Jony??" sapa Mikka


"E-ehh hy junior" ucap Mr.Jony sambil melirik ke arah insfektur Alven yang di acuhkan oleh Mikka.


"Kenapa Mr.Jony ke sini?" tanya Mikka


"Sebenarnya bukan aku..." ucap Mr.Jony pelan


"Hahh ini Mr.Jony??" tanya Fany agak terkejut

__ADS_1


"Ouh ya ampun ternyata kau sangat tampan lebih dari foto-foto mu yang terpajang di mading.." ucap Fany antusias membuat Mr.Jony sedikit tersipu


"Sudahlah Fany kau membuat Mr.Jony malu.." sahut Mikka


"Hmm ternyata junior ku ini sudah tahu bagaimana cara tersenyum dan bergurau..." ucap Mr.Jony kepada Mikka


"Benarkah??" tanya insfektur Alven yang cukup kesal karna di acuhkan


"Hy aku pemeran utama nya, aku berdandan agar Mikka terpesona pada ku. Tapi ini bukan yang aku harapkan, aku malah di acuhkan!!" gerutu insfektur Alven dalam hati


"Wahh siapa pria tampan yang satu ini?" tanya Fany kepada insfektur Alven yang akhirnya tersenyum tipis,


"Aku insfektur Alven dari kepolisian.." sahut Alven percaya diri


"Wahh teman mu keren-keren! Kenapa kau tidak pernah memperkenalkan aku pada mereka?" tanya Fany seraya menepuk bahu Mikka, Mikka menatap datar ke arah Fany agar Fany menjauhkan tangan nya dari pundak Mikka.


"E-ehh hehehe..." ucap Fany singkat


"Ouh iya mau kemana kalian junior?" tanya Mr.Jony


"Wahh kebetulan kalau begitu..ayo pergi sama-sama!" ajak Mr.Jony


"Baiklah!!" sahut Fany tanpa rasa canggung, Mikka hanya menggelangkan kepala saja karna sikap temannya itu.


Mr.Jony mengkode Fany agar dia cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di samping nya, sedangkan Mikka terpaksa harus duduk berdampingan dengan Alven.


"Ouhhh" Fany yang cepat tanggap jika membahas hal seperti itu duduk berdampingan dengan Mr.Jony


Saat di perjalanan, Mikka hanya diam begitu juga insfektur Alven yang merasa cukup canggung karna di cueki oleh Mikka.


"Ouh iya junior, sebenarnya kami ada tujuan kenapa jadi menjemput mu..." akhirnya Mr.Jony membuka pembicaraan kepada Mikka


"Apa permasalahan yang kemarin?" tanya Mikka

__ADS_1


"Yeahh, tebakan mu tepat sekali..." sahut Mr.Jony seraya melirik ke arah Fany dengan maksud apakah gadis itu bisa di percaya atau tidak, Mikka yang peka dengan situasi seperti itu langsung tersenyum tipis.


"Tidak apa-apa Mr katakan lah apa yang ingin kau sampai kan.." ucap Mikka saat melihat mimik wajah Mr.Jony


"Hahh baiklah junior" sahut Mr.Jony


"Ternyata kau cukup peka.." sambung nya lagi


"Bicaralah saat kita sampai saja!" tegur insfektur Alven yang tetap fokus dengan kemudi nya


"Karna aku juga sama.." ucap insfektur Alven sambil sesekali menatap Mikka yang seperti batu ice itu.


Saat tiba disalah satu restoran, mereka langsung memesan tempat yang privat dan juga tertutup.


"Mikka, apa kau kenal orang ini?" tanya insfektur Alven seraya menunjukkan gambar di komputer nya.


Mikka menyipitkan mata nya agar melihat dengan jelas, ada sedikit perasaan takut bercampur emosi dalam diri Mikka saat ini.


"Apa kalian sudah memeriksa biodata nya?" tanya Mikka, Mr.Jony dan Insfektur Alven terdiam sesaat.


"Aku harap kau jangan terkejut..." sahut Mr.Jony semakin membuat feeling Mikka tidak nyaman.


"Apapun itu, aku harus menerima kebenarannya!" tegas Mikka


"Mikka setiap kejadian pasti ada alasan nya, dan setiap perbuatan pasti ada pembalasannya... Ku harap kenyataan ini semakin menguatkan mu.." ucap Insfektur Alven membuat Mikka semakin yakin kemana arah pembicaraan mereka.


Mikka menutup mata nya sesaat, lalu membuka nya lagi. Dia siap menerima kenyataan yang datang, meskipun itu harus membuat dirinya hancur.


"Cepat katakan! Jangan berbelit-belit!" tegas Mikka, Fany yang merasa pembicaraan ketiga orang itu sangat serius hanya diam dan mendengarkan saja.


"Ibu mu adalah istri ke dua..."


'Degg'

__ADS_1


...Next......


__ADS_2