Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 22


__ADS_3

"Ibu mu adalah istri kedua.." ucap insfektur Alven membuat Mikka menatap tajam ke arah pria itu.


"Hahh!" Mikka mendenguskan nafas kesal


"Mikka kami sudah mendapatkan riwayat perjalanan hidup ayah mu" jelas Mr.Jony


"Hanya dalam dua hari? Bagaimana mungkin?" gerutu Mikka


"Iya" sahut singkat Mr.Jony


"Dengan bantuan Alven dan beberapa rekan nya kami berhasil menyelidiki kasus ini" sambung Mr.Jony


"Hahh! Bagaimana mungkin ibu ku adalah istru kedua?" tegas Mikka


"Alea adalah istri pertama ayah mu, tapi mereka nikah siri yang artinya Alea bukan istri sah ayah mu di mata negara." terang Insfektur Alven lagi membuat Mikka merasa bingung dan kepala nya seperti berputar-putar.


"Apa karna itu juga alasan Alea ingin menyingkirkan ibu ku?" gumam Mikka dalam hati


"Apa mamah tahu jika Alea adalah istri pertama?" gumam nya lagi


"Aku harus meminta penjelasan ini pada papah!" ucap Mikka seraya berdiri dari tempat duduk nya


"Tunggu Mikka!" tegur Mr.Jony


"Kita masih harus membicarakan rekaman di perusahaan ibu mu, kau harus melihat ini" sambung Mr.Jony


Kemudian Insfektur Alven membuka rekaman cctv yang telah mereka selidiki,


"Rekaman ini adalah saksi mata.." ucap insfektur Alven


"Bagaimana kalian bisa mendapatkan rekaman ini?" tanya Mikka


"Sebenarnya rekaman cctv ini tidak ada di kantor ibu mu, tapi kami mendapatkan nya di rekaman cctv lain agar menjadi bukti yang kuat" jelas insfektur Alven


"Kasus ini merambat dan mencakup semua perbuatan Alea dengan ayah mu.." ucap insfektur Alven lagi sambil menatap sorot mata tajam Mikka, mata Mikka kali ini di penuhi kebencian dia tidak tahu dalam kehidupan ini akan mengetahui satu per satu kebusukan pengkhianat yang ada dalam rumah nya.


"Kasus ini akan kita bawa ke pengadilan!" tegas Mikka


"Aku tidak akan membiarkan mereka semua lolos!" ucap Mikka lagi dengan tatapan dingin kemudian wanita itu kembali berdiri dan hendak pergi


"Mr.Jony, Insfektur Alven terima kasih sudah membantu ku. Aku akan pulang dulu.." ucap Mikka datar lalu pergi dari tempat itu,


"Mikka biar aku yang mengantar mu.." usul Alven dan Mikka untuk yang pertama kali nya menganggukan kepala nya


"Mr.Jony apa kau ikut?" tanya Fany

__ADS_1


"Tidak biarkan saja mereka, kita duduk saja di sini dan makan bersama..." ucap Mr.Jony sedikit memberikan ruang untuk Mikka dan Alven.


Kemudian kedua nya pun pergi dari restoran itu tanpa makan dan minum,


"Aku takut kejadian ini akan membuat hati Mikka semakin beku..." ucap Fany


"Semoga saja kehadiran Alven bisa mencairkan nya.." sahut Mr.Jony


"Wahh wahh ternyata anda berpihak pada insfektur Alven yaa?" tanya Fany dengan raut wajah menggoda dan Mr.Jony hanya mengangguk ringan seraya tersenyum kecil.


Mikka di antar oleh insfektur Alven pulang ke rumah,


"Apa yang akan kau lakukan nanti?" tanya Alven


"Membunuh pengkhianat!" jawab Mikka datar membuat Alven sedikit terkejut dengan jawaban gadis polos itu


"Mikka kau jangan bertindak gegabah serahkan saja kasus ini pada ku, aku akan mengambil surat penangkapan mereka semua nanti" ucap Alven namun Mikka hanya diam seraya menatap datar ke depan.


"Hahhhhhh" insfektur Alven menghembuskan nafas panjang karna untuk yang kesekian kali nya dia di cueki oleh Mikka.


Tidak menunggu waktu lama Mikka sampai di rumah, dan kebetulan papah dengan mamah ada di rumah sedang menonton tv.


'Brukkk'


"Aduhh Mikka!!" gerutu Insfektur Alven agak panik karna melihat wajah Mikka yang datar dan tatapan nya yang dingin.


Tanpa sepatah kata pun Mikka memasuki rumah nya itu,


'Srettt'


'Brukkk'


Pintu rumah kembali di buka dengan keras,


"E-ehh Mikka pelan-pelan dong!" tegur mamah namun dia merasa ada yang lain saat menatap wajah Mikka yang dingin dan menahan amarah.


'Srettt'


Mikka membuka pisau lipat nya dan langsung mengarah kan nya ke leher ayah nya sendiri, membuat insfektur Alven terkejut begitu juga mamah.


"Mikka!" tegur insfektur Alven


"Mikka kamu kenapa?!!" teriak mamah panik


"Katakan yang sebenarnya atau kita akhiri semua nya sampai di sini!" ancam Mikka kepada ayah nya yang sedikit ketakutan dengan tingkah anak nya yang benar-benar nekad.

__ADS_1


"M-mikka kita bisa bicarakan baik-baik.." ucap Ayah terbata-bata, Mikka yang masih menatap tajam ke arah ayah nya sendiri tidak merasa gentar sedikit pun.


"Dari mana gadis itu memiliki belati setajam itu?" pikir insfektur Alven yang hanya bisa diam tanpa bisa berbuat apa-apa, dia tahu jika Mikka hanya mengancam tapi itu cukup keterlaluan kepada ayah nya sendiri.


"Mahh!" ucap Mikka datar


"Apa mamah tahu jika lelaki ini pernah menikah?" tanya Mikka kepada ibu nya yang ketakutan


"T-tidak.." sahut mamah spontan dengan rasa terkejut


"Hahh!" Mikka mendengus kesal


"Jelaskan berapa lama kau berhubungan dengan Alea?" tanya Mikka kepada ayah nya itu dan membuat mamah sangat terkejut


"A-alea??" ucap mamah dengan penuh tanda tanya


"Charlos apa benar yang dikatakan oleh Mikka?" tanya mamah dengan perasaan emosi, Charlos yang merupakan ayah nya Mikka itu terdiam tidak berani menjawab.


"Jawab!!" ucap Mikka dingin semakin mendekatkan belati itu ke leher Charlos


"I-iyaa Malisha, Alea adalah istri pertama ku tapi kami sudah pisah semejak aku menikah dengan mu.." jelas Charlos membuat Malisha marah besar dan langsung melemparkan vas bunga ke hadapan lelaki itu, Insfektur Alven yang merasa cukup panik langsung menelpon anak buah nya untuk datang ke rumah Mikka karna takut akan terjadi apa-apa.


"Hah pisah??" ucap Mikka ketus


"Jadi pertemuan kalian selama ini apa?" tanya Mikka tegas


"Alasannya keluar kota! Tapi sebenarnya bermain api dengan mantan istri?!!" ucap Mikka kesal


"Hahh ibu dan anak itu sama saja!! Alea dan Fara memang tidak berbeda jauh!! Sama-sama pelak*r!" geram Mikka mengingat perbuatan apa saja yang telah mereka buat untuk menghancurkan keluarga Mikka.


Mamah terlihat Syok saat mendengarkan kebenaran dari mulut suami nya itu, dia hampir terjatuh jika tidak bersandar di dinding.


'Brukk'


Mikka menjauhkan ayah nya itu dari dirinya dan langsung menangkap ibu nya,


"Insfektur bawa lelaki itu ke kantor polisi!" ucap Mikka dingin, dia merasa patah hati saat melihat ibu nya mulai mengalirkan air mata.


Insfektur Alven langsung membargol dan menangkap Charlos yang merasa bersalah di depan anak dan istrinya.


Mikka memeluk erat mamah nya,


"Setidak nya kita sudah mengetahui kebenarannya walaupun harus terluka dan kecewa..." gumam Mikka dalam hati.


...Next......

__ADS_1


__ADS_2