Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
13.perasaan


__ADS_3

"teknologi" kata zizi dengan tenang


zizi memang mengatakan satu kata sederhana namun mereka telah memahami arti kata tersebut.


sejak dahulu tuan mereka sangat menyukai tentang perkembangan teknologi. bahkan berencana memiliki perusahaan yang dapat mengembangkan nya.


namun karena beban tugas perusahaan besar milik keluargan nya, tuan mereka tidak mewujudkan impian nya.


sekarang tuan mereka ingin meraih kembali mimpi nya yang terpaksa ia pendam tentu saja mereka dengan senang hati mengikuti nya.


"bagaimana tentang identitas kalian?" tanya zizi


"sedang di proses" ucap carl


carl adalah seorang pengacara jadi dia yang akan mengurusi masalah tersebut secara legal dan itu butuh proses.


(note: di dunia ini mana ada yang instan? semua butuh usaha dan proses)


dari dulu tuan memang orang yang baik dan taat hukum jadi mana mungkin melakukan hal ilegal kecuali terpaksa.


"hm... bagus kalau begitu" kata zizi


sambil mengalihkan pandangan nya ke jalan raya. banyak kendaraan dan orang berlalu lalang silih berganti.


suasana cafe makin lama makin ramai membuat zizi tidak nyaman. untuk seorang pecinta ketenangan seperti zizi berada di tempat yang ramai sedikit membuat kepala nya pusing.


setelah makanan mereka habis mereka memutuskan untuk pergi dari sana.


INGGRIS


di sebuah rumah yang berada di kompleks perumahan mewah. seorang lelaki sedang menghisap tembakau duduk di sofa dengan tenang nya.


lelaki itu menatap sekeliling nya yang berkilau dan indah. lelaki itu Lee ming.


seorang berdarah korea-china yang memiliki wajah tampan dengan kulit putih dan tubuh langsing. jika berjalan-jalan di depan umum mungkin banyak orang yang mengira jika lee ming seorang IDOL K-POP karena wajah nya.


"frans" panggil lirih lee ming kepada seorang lelaki paruh baya yang berada di belakang nya.

__ADS_1


"iya tuan" jawab frans dengan hormat.


frans merupakan seorang kepala pelayan yang telah mengabdi kepada keluarga lee sejak tuan dan nyonya besar masih hidup.


frans juga yang telah mengasuh tuan muda keluarga lee yaitu lee ming sejak kecil.


"frans apakah yang ku lakukan salah? apakah membunuh wanita itu salah? kenapa hati ku merasa kosong sekarang" suara lee ming yang biasa nya berwibawa dan tegas kini serak.


bahkan air mata nya tanpa sadar mengalir dengan deras. frans tak mengatakan apa pun. namun raut wajah nya sedih melihat tuan muda nya menangis.


sudah lama sejak tuan mereka menangis, mungkin sejak tuan mereka bertekad membalas dendam tuan telah menghilangkan hati nya.


setiap hari, bulan bahkan bertahun-tahun berlalu, tuan muda nya selalu berpura-pura di depan banyak orang. selalu tersenyum walau pun bersedih,selalu terlihat ceria dan gembira walau hati nya sakit berdarah.


kini impian tuan muda nya tercapai balas dendam nya terpenuhi. namun tuan muda nya tidak menyadari bahwa ketika ia menyelesaikan dendam nya. tuan muda juga telah mencabut secara paksa perasaan nya.


"kenapa hiks.... aku memiliki segala nya tetapi mengapa hati ku masih terasa sakit hiks...hiks..."


malam itu suara tangisan memilukan milik lee ming bergema di seluruh rumah.


"tuan bagimana yang ini!"ucap joan sambil menunjukan sebuah ponsel pilihan nya kepada zizi.


"tidak ini saja!"kata jeje tak mau kalah menunjukan sebuah ponsel kepada zizi.


ya mereka sedang berada di sebuah gerai ponsel. setelah mereka pergi dari cafe mereka memutuskan berjalan-jalan ke sebuah mall membelikan zizi sebuah ponsel.


"hey bocah jangan berisik! biarkan tuan yang memilih" ucap carl kesal.


sedangkan zizi dan mark tak mendengarkan perdebatan ketiga orang tersebut. mereka berdua memilih untuk memilih sebuah ponsel bersama seorang kariawan.


"yang ini" ucap zizi menunjuk sebuah ponsel yang memiliki harga menengah (artinya ngga terlalu mahal tetapi juga ngga terlalu murah) tetapi memiliki fungsi fitur yang bagus.


"oh pilihan nona sangat bagus, ini merupakan produk baru yang datang hari ini dan memang sedang di diskon sebesar 25 %. produk ini belum di iklan kan bla....bla....bla..." kariawan wanita itu menjelaskan dengan ramah dan baik.


gerai ponsel yang zizi pilih merupakan gerai kecil dan berada di tempat yang tak terlalu mencolok. jadi wajar jika hanya ada beberapa orang selain kelompok zizi di sini.


"terima kasih telah berbelanja di sini" kata kariawan tersebut dengan ramah.

__ADS_1


setelah membayar zizi dan mereka semua pergi ke area lain di mall tersebut. wajah mereka yang tampan dan cantik tentu saja membuat banyak perhatian.


namun zizi dan yang lain tak menghiraukan perhatian banyak orang. bagi zizi dan yang lain hal itu sudah biasa.


joan dan jean menarik mereka ke game center dan bermain game yang berada disana.


"jean kau payah sudah berapa koin yang kau habiskan kenapa satu boneka pun tidak dapat" ejek joan


mereka saat ini sedang bermain capitan boneka. zizi, carl dan mark juga ikut bermain bersama namun dari sekian banyak koin yang mereka habiskan hanya zizi dan mark yang mendapatkan boneka.


sedang yang lain hanya menghabiskan koin tanpa hasil. bahkan carl hampir memecahkan etalase kaca karena kesal.


"hey! jangan mengejek ku! lihat dirimu sendiri memang nya kau tidak menghabiskan koin!" ucap jeje tak terima jika dia di ejek.


dan terjadilah pertengkaran di antara mereka berdua. carl yang sedang kesal juga ikut-ikutan dalam pertengkaran mereka.


zizi tersenyum tingkah melihat mereka. hati zizi merasa hangat. seperti nya kehidupan nya lebih banyak baik sekarang dari pada sebelum nya.


dahulu walau pun zizi merasa dekat dengan orang-orang kepercayaan nya. ternyata diri nya masih terlalu kaku dengan mereka.


bahkan zizi tak pernah mengajak orang-orang tersebut bersenang-senang seperti yang zizi lakukan hari ini.


zizi hanya membantu mereka dalam bayang. mengingat hal tersebut zizi tersenyum miris. tak heran tak banyak yang setia pada nya setelah dia tiada.


zizi melihat orang-orang di sekitar nya. mereka adalah orang-orang yang masih berada di sisi nya bahkan di saat ia jatuh pada titik ke dasar.


"semua nya terima kasih" ucap zizi lirih namun masih tetap di dengar oleh mereka.


joan, jean dan carl yang sedang berdebad langsung terdiam. mereka menatap zizi yang kini tanpa sadar menetes kan air mata.


"tuan!"teriak mereka bertiga sambil berjalan mendekat ke arah zizi dan memeluk zizi.


mereka merasa senang mendengar ucapan sederhana itu keluar dari mulut tuan mereka.


zizi membalas pelukan mereka dengan senang hati. zizi menatap mark yang diam memandangi mereka. zizi membuat isyarat agar mark mendekat.


setelah mark mendekat zizi menarik mark ke kedalam pelukan mereka.

__ADS_1


mereka tampak seperti saudara yang harmonis dan membuat semua orang yang memperhatikan mereka terharu.


__ADS_2