
"yu'er!!!" teriak seorang pria paruh baya menghampiri ke empat orang tersebut.
ke empat orang tersebut menoleh. mereka melihat seorang paruh baya yang mengenakan jas putih berlari kencang ke arah mereka.
gadis kecil di gendongan zizi meronta meminta di lepaskan. setelah berhasil melepaskan diri gadis itu memeluk pria itu.
"yu'er apa kau terluka?" tanya pria tersebut. gadis kecil itu langsung menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tak apa-apa.
zizi melihat semua itu dan mengerutkan keningnya. ia sungguh tak asing dengan pria berjas putih tersebut karena pria itu telah merawatnya beberapa hari ini. yah pria itu dokter yang terkenal ramah di rumah sakit ini dokter yun he atau biasa di panggil dokter he.
dokter he akhirnya sadar bila dirinya tak sendiri setelah beberapa saat. dokter he mengajak mereka semua ke ruangan nya untuk membicarakan masalah ini.
sampai di ruangan sopir truk tersebut langsung menceritakan segala kronologis nya. sopir tersebut ingin bertanggung jawab atas pengobatan zizi dan gadis kecil yang di panggil yu'er oleh dokter he tersebut. tetapi hal tersebut langsung di tolak oleh ibunya maupun dokter he. mereka mengatakan ini sebuah kecelakaan bahkan dokter he juga meminta maaf kepada sopir truk tersebut karena telah lalai menjaga gadis kecil tersebut.
setelah merasa di maafkan sopir truk ta tinggal di ruangan tersebut lebih lama dan langsung pamit pergi. ruangan tersebut kini hanya ada zizi, ibunya, dokter he dan gadis kecil yang sekarang terlihat tidur di gendongan dokter he.
"nak terima kasih telah menyelamatkan putriku. aku berhutang nyawa kepadamu. jika nona menginginkan sesuatu selagi saya bisa, saya akan mengabulkan nya"kata dokter he tulus, dokter benar-benar berterima kasih kepada zizi.
"tidak apa-apa dok, selama beberapa hari ini dokter juga telah merawat saya dengan baik. lagi pula tugas manusia tolong menolong satu sama lain bukan" ucap zizi tersenyum lin qin merasa bangga dengan sikap putrinya yang tidak serakah.
"kau memang anak baik. tapi saya merasa tidak enak jika seperti itu. terima ini jika kau membutuhkan bantuan saya pasti akan membantu" kata dokter he sambil memberikan nomer telfon nya kepada zizi. zizi langsung menerimanya dan berterima kasih.
mereka berbincang-bincang dan zizi beru mengetahui jika gadis kecil yang di selamatnya bernama yun yue atau biasa di panggil yu'er.
__ADS_1
yu'er berusia 5 tahun yang mengejutkan ternyata yu'er merupakan putri dokter he. dokter he sudah puluhan tahun ingin memiliki anak namun tuhan belum juga mengijinkan sampai akhirnya 6 tahun lalu dokter he dan sang istri memutuskan untuk menjalan kan proses bayi tabung.
ternyata hal tersebut berhasil membuat istrinya hamil namun karena usia istrinya yang tak lagi muda kehamilan tersebut malah rawan untuknya.
dokter he sebenarnya lebih memilih istrinya menggurkan kandungan nya tetapi istrinya tidak mau.
sang istri bersikukuh kalau dirinya mampu melahirkan dengan selamat. dokter he tak bisa berkata apa-apa lagi.
namun takdir tak sesuai keinginan saat usia kandungan memasuki 7 bulan terjadi pendarahan.
hal itu membuat nyawa istri dan bayi yang di kandungnya terancam, terpaksa dokter he harus memilih antara keduanya. di hadapkan dengan pilihan tersebut dokter he hanya pasrah ia tak ingin kehilangan orang yang di cintainya dan memilih menyelamatkan istrinya.
tetapi takdir sepertinya sedang melucon kepadanya. pendarahaan tersebut ternyata sangat serius setelah melahirkan bayi itu selamat sedangkan istrinya tidak. istri dokter he meningga beberapa menit setelah melahirkan putrinya.
karena itu dokter he sangat menjaga putrinya. dokter he tak ingin kehilangan orang yang dicintai kembali.
dokter he berkata jika luka tersebut luka ringan tidak ada cedera serius. juga tidak menimbulkan bekas luka.
mereka menaiki bus untuk sampai ke apartemen kecil tempat tinggal mereka. zizi menikmati semua perjalanan tersebut karena baru kali ini ia merasakan naik kendaraan umum.
dahulu jika ingin pergi ia harus di kawal beberapa bodyguard itu sangat mengganggu bagi zizi tapi sekarang dirinya merasa bebas karena dapat berpergian tanpa pengawal.
mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke bangunan apartemen tempat tinggal mereka.
__ADS_1
apartemen tempat tinggal zizi berada di lantai 3 bangunan dari 10 lantai tersebut. biaya tempat sewa ini cukup murah karena hanya tempat sederhana.
apartemen ini memiliki satu kamar tidur, kamar mandi, lalu dapur kecil dan sisanya ruang tamu.
sewa kamar ini memang murah tetapi menurut zizi ini nyaman dan bersih. meskipun tak bisa di bandingkan dengan luas kamar pribadinya dahulu ini terasa lebih baik menurut zizi.
"zi'er kamu mandi dan ganti baju terlebih dahulu ibu akan memasak untukmu" kata lin qin
"baik bu" jawab zizi sambil memawa tas berisi barang-barangnya selama di rumah sakit ke kamar.
zizi tak perlu repot- repot melihat sekeliling karena zizi ingat setiap detail tempat tinggal nya yang baru karena ingatan gadis pemilik tubuh yang sekarang di tempati jiwanya.
zizi mengambil baju di lemari dan berjalan ke kamar mandi.
kamar mandi ini tidak besar dan sederhana hanya ada satu shower ada di sana.
tak menunggu lama-lama zizi langsung melepaskan bajunya dan membersihkan tubuhnya.
zizi memperhatikan tubuhnya sekarang, tubuh ini berbeda dengan tubuhnya sebelumnya yang seperti gitar spanyol dengan berbagai lekuk tercipta sempurna. tubuh ini hanya memiliki tinggi 150 cm seperti tinggi orang asia pada umumnya.
tetapi berbeda fisik nya yang kecil wajah gadis ini cantik. gadis ini memiliki mata berwarna hijau bulat,hidung mancung, bibir kecil berwarna merah cerah, lalu rambut berwarna coklat khas orang eropa belum lagi kulit putih pucatnya bisa di bilang ini merupakan kecantikan luar biasa. dibandingkan dengan dirinya dahulu gadis ini jelas hanya satu tingkat di bawahnya.
tubuh ini sungguh membuat iri zizi. karena tubuh ini jelas belum berkembang sepenuhnya. dan tidak mengalami perawatan mahal apa pun seperti tubuhnya dahulu tetapi memiliki kecantikan seperti ini sungguh luar biasa.
__ADS_1
tetapi sayang sekali gadis seperti ini harus mengalami hidup yang tragis. andai saja gadis ini lebih punya tujuan hidup dan percaya diri. mungkin bahkan jika dia di lahirkan oleh ibu tunggal seperti lin qin. ini bukan masalah besar. zizi tahu negara ini tak asing dengan hal ini walau tidak seterbuka negara-negara eropa tetapi ini bukan hal baru yang terjadi di masyarakat sana.
(peringatan! hal tersebut tidak pantas untuk di tiru. ini hanya cerita semata oke)