Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
50.Su yin


__ADS_3

Hari yang baru,baru saja di mulai bagi semua orang termasuk bagi Zizi. Pukul 05:00 pagi itu lah waktu diri nya bangun pada hari yang cerah ini. Zizi melakukan setiap kebiasaan seperti biasa setelah bangun tidur yaitu membersihkan diri nya.


Zizi melepaskan pelukan Lin Qin dengan tenang sebelum melangkah kan kaki nya ke kamar mandi. Zizi sedikit menghela nafas karena merasa ibu nya menyembunyikan sesuatu dari nya. pasal nya kemarin Zizi mendengar Lin Qin menangis di ruang tamu pada tengah malam. entah apa yang membuat nya menangis namun Zizi yang saat itu terbangung karena haus pun mengurungkan niat nya dan kembali ke kamar.


Suara tangisan Lin Qin tidak keras namun dapat membuat siapa pun ikut sedih karena melihat betapa sedih nya wanita paruh baya itu.


"Seperti nya keputusan ku untuk mempercepat segala nya adalah hal yang baik" ucap Zizi.


Suara air memenuhi kamar mandi dan terdengar sampai keluar membuat Lin Qin membuka mata nya yang sayu dan terlihat kurang bersemangat. Lin Qin benar-benar sedih karen kemarin keluarga itu kembali menghubungi nya. mengancam nya bahkan mengatakan hal-hal buruk dengan seenak nya membuat diri nya merasa terhina.


Kemarin malam pukul 11.22 malam Lin Qin yang sedang tertidur memeluk putri semata wayang nya Zizi terbangun karena suara telp yang berdering. Lin Qin melepaskan pelukan nya hati-hati dan mengambil ponsel yang tak jauh dari nya.


"hallo" gumam Lin Qin diri nya tidak melihat siapa yang menelpon dan langsung mengangkat nya karena masih belum sadar sepenuh nya dari tidur nya.

__ADS_1


"tidak usah berbasa basi! aku tidak ingin mencemari mulut ku dengan berbicara dengan perempuan penggoda seperti mu! Bawa saja anak sialan itu kemari atau lihat saja apa yang bisa keluarga kami lakukan kepada kalian berdua!!!" ucap seorang wanita dari sebrang sana.


Lin Qin langsung tersadar dari tidur nya mendengar suara itu. Lin Qin menegakan kepala nya dan menengok ke arah layar ponsel nya untuk memastikan pendengaran nya salah atau bukan. setelah melihat nya Lin Qin yang melihat bahwa diri nya tidak salah mendengar sedikit merasakan kegembiraan mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar.


"hey apakah kau mendengarku!!" teriak wanita itu dari sebrang sana.


Lin Qin hanya membalas dengan dehaman,tak ingin menganggu putri nya tidur Lin Qin turun dari ranjang nya dan ke ruang tamu.


"saya mendengar anda nyonya Lin" ucap Lin Qin menjawab teriakan dari sebrang sana.


"bawa anak sialan itu kesini! suruh dia berlutut dan memohon kepada keluarga Yu! anak sialan pembawa masalah itu benar-benar pembawa bencana!" ucap Su yin dengan nada menghina. Lin Qin merasa tidak suka dengan omongan ini.


"nyonya Lin putri saya memiliki nama jangan menyebut nya sebagai anak sial! putri saya bukan lah anak seperti itu dan lagi saya tidak akan membiarkan putri saya berlutut dan merendah kan harga diri nya di depan keluarga itu. sudah aku kata kan berapa kali Zi'er nya tidak bersalah salah kan saja ke dua Bocah dari keluarga Yu itu. mereka yang tidak memiliki etika moral sampai tega membuli zi'er, Putri ku hanya membela diri nya saja!!!" teriak Lin Qin membalas wanita itu. Lin Qin tidak akan membiar kan siapa pun melukai putri nya. lagi pula yang di kata kan Lin Qin tidak salah putri nya hanya membela diri, putri nya bukan lah orang yang pertama kali membuat masalah. Lin Qin adalah seorang yang bijaksana diri nya tidak mungkin membela orang yang salah.

__ADS_1


"hahahaha apa harga diri? jangan bercanda dengan ku wanita penggoda!! orang seperti diri mu mana mungkin punya harga diri! Apalagi anak sialan mu itu, sama seperti ibu nya seorang wanita penggoda!! kau fikir aku tidak tahu semua kelakuan nya jika di sekolah! Li'er telah menceritakan betapa penggoda nya putri mu selalu menghoda setiap laki-laki!! aku bertanya mungkin saja putri mu sekarang sudah tidak perawan"Cibir Su yin


Lin Qin benar-benar marah berani nya mereka menfitnah putri nya! tidak bisa di maaf kan mereka boleh menghina nya tetapi menghina putri nya? mereka benar-benar menghilangkan kesabaran Lin Qin.


"nyonya Lin anda tidak boleh memfitnah putri ku seperti ini!! apakah nyonya lin mempunyai bukti bahwa putri ku memang seperti yang nyonya katakan!! saya tidak pernah menghina atau mengatakan apa pun yang menyakiti hati anda tetapi apa yang anda katakan hari ini benar-benar menyakiti hati saya! sebegitu hitam kah hati anda sampai-sampai tidak memiliki hati untuk saya? saya tidak pernah membantah kata-kata yang anda tuduh kan kepada saya tetapi saya tidak akan membiarkan putri saya di fitnah oleh anda!! saya tidak bermagsud menyumpahi anda tetapi saya hanya mengingatkan bahwa karma itu berlaku" Kata Lin Qin dengan dingin.


Su yin yang merasa di sumpahi oleh Lin Qin berteriak tidak suka.


"Dasar anak durhaka!! berani nya kau menyumpahi ibu orang yang melahirkan mu!! " teriak Su yin.


"**saya sudah mengatakan saya bukan menyumpahi anda tetapi mengatakan kebenaran! roda itu berputar hati-hati lah dalam bertindak jika tidak jika kita berada di bawah semua hal yang kita lakukan saat berada di atas akan di terima dengan berkali-kali lipat" ucap Lin Qin.


"dasar anak DURHAKA!! Sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan wanita penggoda seperti mu! bawa anak sialan itu secepat nya ke sini jika tidak tanggung akibat nya**!" ucap Su yin.

__ADS_1


Su Yin langsung mematikan telp nya tanpa myendengar jawaban dari Lin Qin. Lin Qin yang merasa sedih mendengar ucapan dari orang yang telah melahirkan nya hanya dapat menangis. saat sedang menangis itu lah Zizi bangun karena haus maka nya Zizi tidak tahu apa yang terjadi dengan Lin Qin sebenar nya.


Zizi menyelesaikan mandi nya pukul 05.23 pagi dan saat masuk ke kamar nya ternyata ibu nya sudah tidak ada berada di tempat tidur. Zizi yang mendengar suara dapur langsung mengetahui jika ibu nya telah bangun dan sedang memasak. Zizi segera memakai baju nya rencana nya hari ini Zizi akan lari pagi jadi Zizi menggunakan kaos kebesaran dan celana olah raga yang nyaman tidak lupa Zizi menguncir rambut coklat nya yang panjang. Zizi hari ini terlihat cantik dan manis membuat siapa pun tak bisa tidak terlesona dengan nya. Zizi melangkah kan kaki nya keluar dari kamar untuk meminta izin untuk berolah raga kepada ibu nya.


__ADS_2