Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
27. perlombaan dimulai


__ADS_3

"selamat datang tuan dan nyonya! kami bla... bla... bla...."


semua orang mendengar kan pembawa acara berbicara. semua orang yang disini kebanyakan memakai jas atau kemeja formal lain nya.


umur mereka pun rata-rata sudah mencapai 20 tahun ke atas. jadi melihat Zizi dan kelompok nya yang memakai pakaian bebas cukup menarik perhatian semua orang.


apalagi kelompok zizi merupakan kelompok anak muda. sangat jarang lomba seperti ini di minati oleh anak muda.


jika pun ada kebanyakan dari anak muda ini merupakan seorang pemula yang baru tertarik dengan dunia pengembangan sistem.


" dan tak usah berlama-lama lagi mari kita mulai perlombaan nya.


aturan perlombaan sistem merupakan asli buatan sendiri atau kelompok. tanpa meniru rancangan milik orang lain.


jika di temukan hal ini terjadi sang peserta akan langsung di diskualifikasi dari perlombaan.


dan yang terpenting nama nya atau nama kelompok nya di black list. tahun depan orang mau pun kelompok tersebut di larang mengikuti perlombaan ini" ucap pembawa acara dengan suara lantang.


semua yang ada di sana diam karena aturan masih aturan lama. dan kebanyakan dari mereka telah berpengalaman. tak perlu di beri tahu pun mereka telah mengetahui nya.


pembawa acara yang melihat semua orang diam merasa mereka semua mengerti dan melanjut kan bicara nya.


"jika kalian sudah mengerti. kami persilahkan peserta pertama maju kedepan "


peserta pertama pun maju dan mulai menjelaskan sistem yang mereka buat serta keunggulan-keunggulan sistem mereka.


jangan lupa cara kerja sistem dan lain nya secara singkat.


perlombaan ini di mulai dari babak kualifikasi. saat ini peserta sebanyak 50 orang dan sial nya kelompok zizi adalah yang terakhir.


peserta pertama tersebut mulai mengoperasi kan sistem keamanan komputer tersebut.


dan yang menentukan sebuah sistem masuk babak selanjut nya adalah ketahanan sistem tersebut di serbu para hacker atau para pembobol sistem.

__ADS_1


perlombaan ini di bagi menjadi tiga babak. babak pertama sistem akan di retas oleh para hacker pemula. babak ke dua para hacker ahli dan babak ketiga sistem akan di retas oleh para hacker profesional.


dan sebuah sistem yang mampu bertahaan sampai terakhir itu lah pemenang nya.


waktu berjalan sudah 16 peserta yang telah maju mempromosi kan sistem ciptaan mereka. dari 16 peserta hanya ada 10 peserta yang lolos ke babak selanjut nya.


para tim hacker pun bergantian untuk membobol sistem mereka.


Liu jiang dan Zizi mengamati semua itu dengan tenang. sampai akhir nya peserta ke 24 di panggil. namun berbeda dari sebelum nya jika nama kelompok peserta di panggil orang-orang di sana akan diam. sekarang orang-orang ini malah berbisik-bisik satu sama lain.


zizi yang penasaran pun bertanya kenapa Liu jiang.


"paman kenapa dengan orang-orang ini" tanya Zizi.


Liu jiang yang dari tadi fokus ke depan melihat pun menengok ke arah anak muda di sebelah nya. lalu menjelas kan semua nya.


"mereka adalah perusahaan FU TEKNOLOGI dari grup FU. grup bisnis yang menempati 15 besar berpengaruh di negara ini.


perusahaan kami pun dulu mendatangani kontrak dengan mereka. tetapi hanya satu bulan sistem itu di pasang terjadi kebocoran data dalam perusahaan.


maka dari itu kami memutus kan kontrak dengan mereka" kata Liu jiang menjelas kan.


"kebocoran data? bukan kah kata paman mereka memenang kan kopetisi ini? harus nya sistem mereka sudah terjamin tidak dapat di bobol dengan mudah bukan.


hanya satu bulan setelah pemasangan bukan kah ini sedikit mencuriga kan paman?" tanya Zizi mengutarakan pendapat nya.


mendengar kata-kata Zizi Liu jiang pun menjadi terfikir. benar apa yang di kata kan oleh Zizi. harus nya sebuah sistem tidak mudah di bobol apalagi sudah memenangkan kopetisi seperti ini kecuali...


"paman kenapa kau melamun?"


ucapan Zizi membuat Liu jiang kembali ke akal nya. tetapi kata-kata zizi benar-benar menyentuh akal sehat nya. Liu jiang harus menyelidiki masalah ini kembali.


"tidak apa-apa, paman hanya sedang memikir kan sesuatu" ucap Liu jiang.

__ADS_1


"oh" kata Zizi singkat.


Zizi Maupun Liu jiang mengalih kan mata mereka ke depan. melihat pertantandingan tersebut.


sistem buatan perusahaan Fu teknologi tidak mengalami masalah dan lolos ke tahap berikut nya.


sedangkan itu berjarak beberapa kursi dari zizi. Liu wei menggigit jari nya gemas. Liu wei merasa sangat kesal karena rencana nya gagal.


bahkan saking kesal nya Liu wei tidak sadar. jika tangan nya mencengkram bahu asisten Shi dengan kencang.


wanita paruh baya yang malang itu hanya bisa menjerit tanpa suara. asisten Shi menangis tanpa air mata karena perlakuan tuan muda nya.


'dia yang marah kenapa aku yang menjadi korban nya... hiks... ' kata asisten Shi dalam hati nya.


Lain dengan Liu wei, Shi lin bahkan sudah melepaskan aura mengerikan dari tubuh nya. melihat gadis kecil nya akrab dengan laki-laki walau pun umur laki-laki itu lebih pantas disebut sebagai ayah.


Shi lin merasa tidak terima. melihat gadis kecil nya dekat dengan orang-orang nya saja sudah membuat Shi lin panas. apalagi dengan orang asing? tak perduli orang asing itu di anggap apa oleh gadis kecil nya, jika orang asing itu laki-laki Shi lin pasti akan merasa cemburu.


sungguh perasaan yang sangat berlebihan memang. apalagi untuk seseorang yang bahkan belum pernah bertemu langsung dengan orang yang di sukai nya. seperti kasus Shi lin.


namun Shi lin juga tidak mampu mengontrol perasaan nya sendiri. Shi lin merupakan seorang pria yang sangat posesif kepada sesuatu yang di klaim sebagai milik nya.


jadi jangan heran jika Shi lin menunjukan cemburu berlebihan dan menelan banyak asam cuka.


hongju yang saat ini duduk tepatberada di samping shi lin hanya bisa pasrah menerima nasib nya. hongju hanya bisa duduk kaku dengan tubuh penuh keringat dingin.


bahkan untuk bernafas hongju harus melakukan nya pelan-pelan. apa lagi untuk berbicara panjang lebar dan mengeluh tentang banyak hal dengan pria di sebelah nya ini. sungguh hongju tidak memiliki keberanian untuk melakukan tindakan tersebut.


bahkan orang yang berada di sekitar mereka pun merasa tidak nyaman karena atmosfer yang tiba-tiba berubah.


pakaian mereka yang hitam membuat siapa pun waspada menatap mereka berdua.


mungkin banyak yang mengira mereka benar-benar seorang pembunuh bayaran. apalagi dengan aura dingin yang di keluarkan Shi lin membuat siapa pun meneguk ludah nya dengan susah payah.

__ADS_1


__ADS_2