
***Like dan coment jangan sampai Lupa!😊
selamat membaca📖***
.
.
.
.
.
"hongju bagaimana apakah bocah itu sudah di temukan?" tanya Mu shi Lin
berbeda dengan Zizi yang sedang bersuka cita karena berhasil dalam rencana awal balas dendam nya,Shi Lin Justru sedang di sibukan dengan pekerjaan dan masalah kantor nya. bahkan penampilan nya agak kacau karena kelelahan bekerja.
"belum, bahkan dengan bantuan kakek kami belum dapat menemukan nya. hey Lin apakah mungkin Mu Chen pergi ke luar negeri?" ucap hongju sambil menjambak rambut nya sediri karena frustasi.
mereka telah mengerahkan semua orang-orang mereka untuk mencari Mu Chen namun percuma karena orang itu bahkan tidak dapat di temukan di mana pun.
"hufftt... entah lah. memang ada kemungkinan itu terjadi, suruh orang kita untuk menyelidiki nya" ucap Shi Lin dia menghela nafas panjang sambil memijit kepala nya yang rasa nya berdenyut karena terlalu banyak memikirkan masalah ini.
"baik aku akan menghubungi mereka" ucap hongju sambil beranjak ingin pergi. tetapi belum juga hongju pergi Shi Lin sudah memanggil nya kembali.
"Tunggu bagaimana keadaan gadis kecilku?" tanya Mu Shi Lin menghentikan langkah hongju.
hongju berbalik menatap pria bermuda datar yang duduk di kursi kebesaran nya dengan wajah berantakan tetapi jika ada gadis yang melihat keadaan Shi Lin saat ini hongju yakin mereka akan berteriak kegirangan bahkan sampai mimisan atau pingsan karena melihat wajah dan tubuh mu Shi Lin yang sangat seksi. hongju menatap pria itu dengan malas.
"dia baik-baik saja, hari ini perusahaan Liu mendatangi mereka untuk membahas kontrak kerja sama." kata hongju
__ADS_1
"benar juga... hongju kirim orang untuk bicarakan kontrak kerja sama dengan perusahaan gadis kecil itu dan mari kita selesaikan ini cepat aku harus ke kota G untuk menemui nya" ucap Mu Shi Lin bersemangat.
"baik" kata hongju sambil melangkah kan kaki nya kembali.
Zizi sekarang sedang berada di pesawat hanya butuh beberapa menit untuk mereka mendarat. Zizi sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibu nya, benar-benar tidak sabar.
"jean joan cari sebuah kantor untuk kita sewa, kita harus memiliki kantor yang tetap segera. sedangkan Carl siapkan semua yang di butuh kan untuk kantor kita bila perlu bantu mereka berdua" perintah Zizi.
"baik nona akan kami laksanakan" ucap mereka bertiga serentak.
'mari buat awal yang baru!'
Pesawat Zizi mendarat dengan mulus bertepatan dengan itu di bandara internasional seorang pria berkaca mata hitam dan mempunyai wajah imut berjalan dengan malas keluar dari pesawat nya.
Pria itu Lee Ming, saat ini Lee ming telah mendarat di bandara. dia turun dari jet pribadi nya dan menatap semua di sekitar nya tanpa minat lalu langsung berjalan.
"per..misi apakah anda tuan Lee?" tanya seorang pria berjas hitam dengan hormat kepada Lee ming. dia mengucapkan bahasa inggris dengan terbata-bata karena masih awam dengan bahasa tersebut.
"be...nar tuan nama saya Yu Dong anda dapat memanggil saya sesuka anda" ucap Yu Dong memperkenalkan namun jelas sekali bahwa dia sedang menjilat. Lee ming menatap Orang di depan nya ini dengan malas.
'akan sangat menyebalkan berurusan dengan orang seperti ini' batin Lee ming sedikit jengkel sebab orang yang di suruh menjemput nya seperti ini.
"tidak usah menggunakan bahasa inggris, aku juga orang China jadi gunakan bahasa yang biasa kau pergunakan saja" kata Lee ming dengan ketus.
"baik tuan" ucap Yu dong dengan cepat. yu dong diam-diam menghela nafas lega sebab dia jujur saja tidak mahir berbahasa asing. dia tadi nya merupakan orang desa yang kebetulan terpilih menjadi orang yang di percayakan mengurus salah satu cabang perusahaan Lee ming yang berada di china.
"ayo pergi" ucap Lee ming berjalan cepat mendahului Yu Dong yang sedang menatap kesal ke arah Lee ming.
'Cih sangat sombong' ucap Yu Dong dalam hati.
Yu dong benar-benar kesal bagaimana pun dia telah menunggu 2 jam lebih di bandara orang yang di tunggu malah bersikap demikian.
__ADS_1
"tunggu saja pembalasan ku" guman yu dong sambil berjalan mengikuti Lee ming.
"Tuan Lee anda ingin di antar ke mana?" tanya Yu dong.
saat ini mereka sudah berada di mobil yang menjemput Lee ming. Yu dong duduk di depan bersama supir sedang kan Lee ming duduk sendirian di belakang sambil menyenderkan badan nya di kursi.
"ke apartemen ku" ucap Lee ming.
"baik tuan" jawab Yu dong.
Mobil melaju meninggalkan bandara dengan cepat.
"Zizi bagaimana perjalanan mu? apakah menyenangkan?" tanya Lin Qin
Lin Qin sedang bersantai sepulang mencari pekerjaan saat tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Zizi.
"menyenangkan, di sana Zizi belajar banyak hal lalu Zizi juga melihat hal-hal baru" ucap Zizi menceritakan dengan penuh semangat kepada Lin Qin.
Lin Qin bahkan terkekeh melihat tingah putri nya yang sangat ekspresif. jarang-jarang putri nya sangat bersemangat seperti ini.
"bagus lah jika kau menikmati nya, kau bilang pergi bersama teman-teman mu bukan? lalu di mana mereka?" tanya Lin Qin
"pulang beristirahat, mereka kan juga lelah seperti Zizi bu" ucap Zizi dengan cemberut.
"iya kemari lah, kau lelah bukan sini iibu peluk" kata Lin Qin sambil merenggangkan tangan nya lebar-lebar. Zizi tak butuh waktu lama langsung menerjang dan memeluk Lin Qin.
Lin Qin membalas pelukan Zizi dengan senang hati, pelukan ibu dan anak tersebut nyata nya dapat menenangkan hati mereka masing-masing. Zizi sejak tadi dengan alasan yang tidak jelas merasa gelisah begitu pula dengan Lin Win yang gelisah karena belum mendapat pekerjaan sampai sekarang.
"Ibu Zizi merindukan ibu" kata Zizi yang sedang berada di pelukan Lin Qin. Lin Qin tersenyum mendengar ucapan putri nya.
perasaan nya menjadi sedikit tenang saat memeluk putri nya. Lin Qin sangat menyayangi putri nya, Lin Qin hidup untuk putri nya menurut Lin Qin putri nya lah satu-satu nya keluarga yang di miliki nya. sejak di usir dan di hina serta di caci maki keluarga nya sediri Lin sudah menganggap keluarnya sebagai orang asing. rasa nya sakit saat melihat keluarga yang sangat dia sayangi menghina bahkan mencaci maki nya di saat-saat yang sulit. Harus nya mereka menyemangati Lin Qin tetapi yang terjadi justru sebalik nya mereka bukan hanya mengusir tetapi mencaci maki Lin Qin dengan kata-kata sumpah serapah, sungguh hati nya masih sangat sakit jika mengingat kejadian 18 tahun silam.
__ADS_1
"Ibu juga merindukanmu Zi'er"