Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
37.Di pecat


__ADS_3

bruk!


Lin Qin menjatuhkan diri nya di ranjang keras di apartemen tempat tinggal nya. hari masih siang dan dia sudah pulang bekerja. hanya satu alasan untuk hal tersebut yaitu dipecat.


perasaan nya benar-benar buruk saat ini. dia memikirkan bagaimana membiayai semua kebutuhan anak nya dan diri nya. jika mengandalkan uang tabungan yang tak seberapa milik nya belum tentu dia dan anak nya dapat hidup dan mekan dengan baik.


Zaman sekarang mencari pekerjaan sangat sulit. apalagi bagi Lin Qin yang sudah di cap tidak baik oleh masyarakat itu pasti lebih sulit dari siapa pun.


"apa yang harus ku lakukan? jika aku tidak bekerja siapa yang akan memberi makan zi'er. kenapa mereka sangat menganggu kehidupan diri ku dan Zi'er.


sudah bertahun-tahun aku bahkan tidak menyapa mereka secara langsung dan hari ini aku bahkan kehilangan pekerjaan ku gara-gara mereka" kata Lin Qin sedih sekaligus marah.


yang di sebut mereka adalah keluarga Lin. yah beberapa saat yang lalu sebuah kejadian yang menjengkelkan terjadi kepada nya.


beberapa saat lalu saat Lin Qin masih mengepel lantai di kantor Lin Quon menghampiri nya dan menghina nya.


"ku kira kau bekerja Club malam melayani pria hidung belang. wanita seperti mu bekerja seperti ini? benar-benar cocok dengan dirimu rendahan" kata Lin Quon dengan sinis.


Lin Qin hanya diam tak menanggapi ucapan jahanam kakak nya. Lin Qin terlalu malas untuk berdebad dengan mahluk astral ini.


merasa di abaikan Lin Quon tidak terima, dia menendang ember berisi air pel yang di gunakan Lin Qin untuk mengepel. namun naas karma selalu berlaku karena menendang dengan amarah Lin Quon tidak sadar jika kaki nya tersangkut di pegangan ember dan membuat nya jatuh terpeleset, yang lebih membuat Lin Quon merasa sangat sial adalah saat dia terjatuh ember berisi air pel itu melayang jatuh tepat di tubuh nya dan membuat semua baju dan dokumen yang dia bawa basah.


kejadian itu membuat keributan dan mengundang banyak orang yang membuat harga diri Lin Quon merasa terhina. Bagaimana pun dia adalah seorang pemimpin di sebuah perusahaan. jika semua kejadian ini tersebar keluar mau ditaruh mana muka nya. Lin Quon segera berdiri setelah banyak orang yang berkumpul di sekitar mereka berdua.


"hey dasar wanita sialan! berani nya kau melakukan ini kepadaku!" teriak Lin Quon sambil menunjuk-nunjuk Lin Qin yang berdiri tak jauh dari nya. tentu saja ini bentuk penyelamatan harga diri nya.

__ADS_1


Lin Qin yang merasa tak terima pun membalas perkataan Lin Quon.


"apa magsud anda! anda sendiri yang menendang ember itu kenapa anda menyalahkan saya!" kata Lin Qin mambalas perkataan Lin Quon.


"wanita sialan! berani nya kau memfitnah ku!!" kata Lin Quon membalikan fakta.


"kena...." belum selesai Lin Qin berbicara sebuah teriakan telah memotong ucapan nya.


"Apa yang terjadi disini?!" suara berat itu membuat suasana menjadi hening.


Termasuk Lin Qin dan Lin Quon mereka menengok ke sumber suara. mereka melihat seorang pria berjas hitam berjalan dengan wajah angkuh ke arah mereka. mata pria angguh tersebut menjadi cerah dan di gantikan dengan wajah menjilat setelah melihat Lin Quon. Lin Qin mengenal pria tersebut dia adalah bos perusahaan kecil ini.


"Tuan apa yang terjadi pada anda" tanya pria itu dengan ramah kepada Lin Quon.


"kariawan anda benar-benar luar biasa, dia menyiramkan air pel ini ke tubuhku membuat semua baju dan dokumen perjanjian kita basah. tuan seperti nya kerja sama kita harus di batalkan" kata Lin Quon dengan dingin.


"tuan tolong jangan batalkan kerja sama ini saya mohon. saya akan melakukan apa pun yang anda minta. kerja sama ini menentukan nasib perusahaan saya jika di batalkan perusahaan saya akan bangkrut dan harus di tutup. saya mohon tuan" ucap pria itu dengan memohon.


Lin Quon menampilakan wajah angkuh penuh kemenangan. Lin Quon memandang Lin Qin dengan wajah mengejek. Lin Qin merasa akan ada kejadian yang buruk akan terjadi kepadanya. benar saja baru Lin Qin memikirkan nya sebuah kalimat menakutkan terlontar dari mulut Lin Quon.


"kalau begitu pecat dia!" ucap Lin Quon sambil menunjuk Lin Qin.


Dan sekarang disini lah Lin Qin sekarang. Lin Qin benar-benar tak habis fikir dengan Kakak kandung nya Lin Quon. ungkapan darah lebih kental dari pada air seperti nya tak berlaku kepada keluarga nya. bukti nya Lin Qin sekarang harus hidup seperti ini karena ulah keluarga nya.


"bagaimana kabar Zi'er apakah dia baik-baik saja?" tanya Lin Qin pada diri nya sendiri.

__ADS_1


sudah dua hari sejak Zizi pergi kepada nya untuk melihat sebuah pameran di kota lain. sebenarnya lin Qin tidak ingin membiarkan putri nya berpergian jauh seperti ini. selain ini pertama kali nya putri nya pergi sendiri tanpa diri nya, Lin Qin juga mengkhawatirkan kesehatan putri nya.


kesadaran Lin Qin kembali saat mendengar ponsel nya berbunyi. Lin Qin membelangakan mata nya saat melihat nama yang tertera di layar ponsel. sudah berapa lama sejak terakhir kali nomor ini menghubungi nya. empat atau lima tahun? entah lah Lin Qin bahkan sudah lupa.


Lin Qin menekan tombol angkat dan menaruh telpon itu di telinga nya.


"Hallo ayah" sapa Lin Qin.


yang menelpon diri nya saat ini memang tuan besar Lin atau ayah Lin Qin bernama Lin Minghao. seorang pria yang dingin dan sangat egois perilakunya sama seperti kakak pertama nya Lin Quon.


"jangan memanggilku ayah! aku bukan ayah mu. jika bukan demi Cucu kesayangan ku Lin Xiao li aku pasti tidak akan menghubungi wanita malam sepertimu!" maki Lin minghao dari sebrang telpon.


hati Lin Qin merasa sangat sakit, bagaimana bisa seorang ayah mengatakan hal seperti ini kepada darah daging nya. Lin Qin menelan kembali kesedihan nya jika di fikir dia sudah terbiasa dengan keadaan ini.


"baik lah saya tidak akan memanggil anda dengan ayah lagi. apa yang anda ingin kan tuan besar Lin?" tanya Lin Qin dengan dingin.


hening tidak ada suara dari sebrang telpon.


"Hallo? apa anda masih disana tuan?" tanya Lin Qin kembali.


"uhuk! (berdeham) kau harus membawa anak sialan itu kemari. Lin Xiao li telah mengatakan segala nya. berani nya anak sialan itu menentang Keluarga Yu. apakah kau tau gara-gara anak sialan itu perusahaan kami terancam menanggung kerugian yang besar!!!" teriak Lin minghao


Lin Qin menghela nafas panjang lagi-lagi masalah ini. sudah beberapa kali dia harus menjelaskan kepada mereka bahwa putri nya tidak bersalah.


"tuan besar Lin saya telah menjelaskan kepada tuan Lin Quon bahwa putri saya Zi'er tidak bersalah. jika saja nona yu tidak membuli dan menghina Zi'er hal ini tidak akan terjadi. jadi saya tekan kan sekali lagi bahwa Zi'er sama sekali tidak bersalah" ucap Lin Qin dengan dingin.

__ADS_1


Lin Qin langsung mematikan telpon nya tanpa mengetahui jawaban dari sebrang telpon. Lin Qin meletakan ponsel nya di meja dengan sembarangan dan kembali ke ranjang nya untuk tidur. kepala nya sedikit sakit akibat memikirkan semua masalah yang terjadi.


__ADS_2