
"tidak mungkin! Mu chen bukan lah orang yang seperti itu!" teriak hongju tak percaya.
Mu chen adalah adik angkat Mu shi lin. usia nya hanya 1 tahun lebih muda dari mu shi lin. sekarang usianya 26 tahun.
mu chen di angkat dari salah satu cabang keluarga Mu. dapat di katakan Mu chen merupakan kerabat jauh Mu Shi lin.
memiliki perangai yang baik, ramah dan terlihat tidak tertarik dengan perusahaan. Mu shi lin selama ini tak pernah memperdulikan nya. karena walaupun Mu chen adik angkat nya Mu shi lin tidak punya hati untuk memperlakukan nya dengan senang hati.
karena itu dalam hal seperti ini Mu Chen tidak akan pernah masuk ke daftar orang yang berbahaya bagi Mu shi lin. mendengar hal ini sungguh Mu Shi lin antara percaya dan tidak percaya. tetapi setelah di fikir kembali tidak ada untungnya bagi Carl untuk berbohong pada nya.
namun bagi hongju itu mustahil. hongju dan Mu Chen berteman baik walaupun bukan bersahabat mereka berhubungan baik. hongju tau bahwa Mu chen hanya mahluk polos tak berdosa.
jangan tanyakan melakukan hal yang di tuduhkan carl melihat kucing mati di depan nya saja sudah membuat nya tidak bisa tertidur nyenyak selama seminggu. Mu chen memiliki kepribadian yang pengecut dengan kepribadian itu apa manfaatnya Mu chen melakukan hal ini.
" tidak mungkin? apa kau meragukan kejujuranku! memang nya apa untungnya aku membohongi kalian!" kata carl
hongju diam tidak menjawab dia ingin menyangkal namun tidak bisa. apa yang di katakan carl benar tak ada untungnya jika mereka berbohong.
"ta...tapi... Apa kau mempunyai bukti nya? kau tidak bisa menuduh orang tanpa bukti! lagi pula untuk apa aku percaya pada seorang pembunuh seperti kalian!" kata hongju.
mendengar kata hongju Zizi menyerengit memandang hongju dengan wajah datar nya. sedangkan Shi lin masih diam dengan wajah datar nya. carl yang mendengar itu langsung memasang wajah tak suka.
"kau benar-benar keterlaluan ! kami melakukan ini juga terpaksa kau tau! dan dengarkan aku baik-baik aku berbicara bukan tanpa bukti. tuan ku tidak pernah mengajariku untuk berbohong dan mengatakan omong kosong!" kata Carl.
ketika honhju ingin berbicara membalas perkataan carl Zizi yang sedari tadi diam mengucapkan sesuatu.
"Carl jangan banyak bicara lagi. ini juga kesalahan kalian karena mencoba menyakiti orang demi uang. Tuan ku tidak pernah mengajari kalian seperti ini bukan?
__ADS_1
sebelum kalian membuat tuan kita tambah terhina dan membuatku marah. aku sarankan kalian minta maaf dulu kepada mereka" kata Zizi dengan datar.
nada suara Zizi sangat dingin membuat nya terlihat seperti malaikat pencabut nyawa yang dapat mencabut nyawa kalian kapan saja. bahkan Shi lin dan hongju pun tersebut dengan ucapan Zizi. mereka tak menyangka gadis kecil yang terlihat murni seperti peri kecil yang tak mengenal dunia dapat sangat menyeramkan ketika sedang kesal.
"Tuan! kenapa kau membela mereka? lagi pula kami terpaksa melakukan hal ini" Ucap Carl dengan wajah memelas nya.
mark,jojo dan jeje melihat Carl yang seperti itu hanya menatap nya dengan jijik. mereka sudah biasa dengan sifat carl yang selalu memelas seperti anjing kecil yang terlantar jika melakukan kesalahan. namun tetap saja mereka merasa mual dengan sikap Carl yang biasa nya serius menjadi seperti itu.
hufffttt....
Zizi menghela nafas panjang dan memandang pria dingin yang saat ini sedang menatap nya juga. Zizi merupakan tipe orang yang berterus terang dan tidak suka dengan basa-basi. Zizi benar-benar ingin mengakhiri masalah ini dengan cepat dan tidak ada hubungan nya lagi dengan pria dingin ini.
sayang nya masa depan tak pernah bisa di tebak oleh manusia. takdir mereka sudah terikat dan takdir itu pula yang menuntun mereka kepada masa depan.
Zizi mengambil sesuatu di saku nya, Zizi sudah tahu hal ini pasti akan terjadi. jadi Zizi sudah berjaga-jaga dengan meretas dan mencari informasi orang ini.
dan perasaan Zizi selalu benar. orang ini mendatangi mereka.
Shi lin melihat benda kecil yang berada di atas meja dan memandang gadis kecil di hadapan nya.
"setelah ini kami tidak ada hubungan nya dengan kalian. kami akan pergi sekarang perlombaan akan segera di mulai" lanjut Zizi.
Zizi langsung beranjak dari tampat duduk nya di ikuti Mark, Carl an si kembar meninggalkan Shi lin dan hongju yang masih diam di tempat duduk nya.
di tempat lain di sebuah restoran mewah yang tak jauh dari gedung Liu jiang dan Liu wei sedang makan siang.
"wei'er tadi ayah bertemu dengan seorang anak muda yang menarik" ucap Liu jiang mulai bercerita.
__ADS_1
Sedangkan Liu wei menatap ayah nya mendengarkan namun matanya menunjukan sebuah kebosanan dan ketidak perdulian dengan cerita ayahnya. seperti biasa Liu jiang selalu menceritakan sesuatu jika ingin menceritakan tentang anak muda zaman sekarang dengan pedas. Liu wei sudah mempersiapkan daun telinga nya mendengar kata-kata pedas Liu jiang. namun tebakan nya meleset kali ini.
" Anak muda ini seumuran mu bahkan seperti nya dia lebih muda darimu. dia seorang gadis bernama Lin Mingzi dia meminta ayah memanggil nya zizi.
gadis yang sangat sopan dan cerdas. pandangan nya tentang bisnis juga luas dan sangat cermat. ayah malah merasa berbicara dengan seorang teman yang seumuran dari pada dengan seorang anak muda.
Liu wei kau harus mencontoh gadis ini! paling tidak kau mempunyai sedikit antusiasme dengan bisnis. kau adalah pewaris satu-satu nya keluarga Liu. kakek mu mungkin tidak akan bicara apa-apa tetapi kakek mu sudah tua, tubuh nya tak lagi sekuat dulu kau harus mulai memikirkan nya mulai saat ini" Nasehat Liu jiang.
Liu wei diam tetapi di dalam hati nya Liu wei senang karena respon positive yang di tunjukan liu jiang kepada gadis incaran nya. jika sudah seperti ini jalan nya akan semakin mulus untuk mendekati gadis nya.
namun kata-kata terakhir Liu jiang membuat Liu wei berfikir. selama ini Liu wei selalu bermain-main dan selalu berbuat seenak nya. Liu wei juga tidak pernah memikirkan kakek nya yang sangat menyayanginya.
benar apa kata ayah nya kakek nya sudah semakin tua dan dia juga sudah semakin dewasa. dia tidak mungkin bermain-main selamanya dan sudah harus memikir kan masa depan nya.
Liu wei juga memikirkan tentang gadis nya. kesan pertama yang di tunjukan Liu wei kepada Zizi merupakan kesan yang buruk. membuat gadis itu menunggu dan membuang waktu sudah termasuk membuat orang kesal.
jangan kan gadis itu bahkan Liu wei bahkan akan berbuat seperti yang Zizi lakukan kepada nya. manolak dengan acuh dan meninggalkan nya.
bahkan ingatan Liu wei tentang ekspresi yang di tunjukan Zizi kepada nya masih segar sampai hari ini.
"LIU WEI! KAU DENGAR YANG AYAH KATAKAN!" bentak Liu jiang
Liu jiang sudah berbicara panjang lebar tapi anak kurang ajar ini malah diam seperti patung. bahkan saat Liu jiang memanggil namanya berulang kali anak kurang ajar ini masih diam. Liu jiang benar-benar tidak suka dengan tindakan tidak sopan seperti ini. anak muda zaman sekarang memang menjengkelkan membuat nya sangat kesal!.
teriakan Liu jiang mampu menyadarkan Liu wei dari lamunan nya.
"Ayah aku ingin belajar menjalankan perusahaan!" kata Liu wei penuh tekat.
__ADS_1
bahkan Liu jiang sampai menatap putra nya tidak percaya.
"Hah?!" kata Liu jiang tak percaya.