
perlombaan seleksi awal telah masuk ke tahap akhir yaitu peserta no.47. dari jumlah tersebut hanya ada sekitar 29 peserta yang lolos ke tahap selanjut nya.
Zizi maupun Liu jiang tetap duduk di tempat mereka dengan tenang. sesekali mereka berbicara atau mengomentari para peserta.
semakin mengenal gadis muda di samping nya ini, Liu jiang semakin kagum dengan Zizi. sebagai anak muda yang bahkan memiliki umur lebih muda dari putra nya, fikiran Zizi lebih matang dari usia nya.
apalagi saat bicara mereka berdua sangat nyambung. bahkan Liu jiang sekarang memiliki sedikit kepercayaan tentang kemampuan anak muda ini.
bahkan Liu jiang sudah memutuskan secara bulat akan membantu anak muda ini. kesan nya kepada anak muda ini sungguh sangat baik. Liu jiang berharap putra nya memiliki sedikit minat tentang bisnis seperti Zizi.
anak laki-laki nya merupakan pewaris tunggal. semua kerajaan bisnis keluarga nya namun sayang putra nya malah kurang berminat mengelola perusahaan.
Liu jiang memiliki beberapa saudara dan atomatis putra nya memiliki beberapa sepupu. namun entah apa yang terjadi semua sepupu nya adalah perempuan.
keluarga Liu tidak dapat mewariskan harta leluhur nya kepada perempuan jadi saat putra nya lahir. putra nya langsung di tunjuk sebagai pewaris utama grup Liu.
Putra nya anak yang berbakat dan cerdas. namun ia tak berminat terjun ke dalam bisnis keluarga nya malah menjadi seorang aktor dan model.
Liu jiang sudah memberi nasehat putra nya agar sedikit memikir kan bisnis keluarga nya, tetapi putra nya keras kepala. apalagi dengan dukungan ayah nya Liu jiang tak dapat berbuat apa pun.
menunggu beberapa saat akhir nya nomer peserta Zizi di panggil. Zizi masih diam tetapi menyuruh carl untuk maju mewakili mereka. carl tentu saja menuruti semua perkataan Zizi tanpa membantah.
"Silahkan peserta no.50 memperkenalkan sistem ciptaan nya" kata pembawa acara.
"kami dari Z Teknologi .... bla....bla....bla...." carl terus menjelaskan tentang sistem ciptaan mereka.
namun hal itu tidak menarik minat orang sama sekali. Zizi yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis tak mengatakan apa pun.
namun Liu jiang sedikit mengerutkan dahi, Liu jiang melihat ke arah anak muda di samping nya. Liu jiang agak takut jika anak muda di samping nya ini akan berkecil hati. anak muda ini baru terjun dalam masyarakat dan belum tau banyak tentang watak orang-orang.
maka nya Liu jiang agak khawatir kepada anak muda ini. namun seperti nya dugaan Liu jiang salah, Zizi tampak biasa saja dengan keadaan ini.
"kau tidak baik-baik saja?" tanya Liu jiang
"memang ada apa paman?" tanya Zizi balik
"kau tau biasa nya seorang pembisnis muda seperti mu akan berkecil hati melihat orang tak memandang dirimu. apakah kau tak merasa sedih" tanya Liu jiang jujur
"aku sedih paman, hanya saja aku sudah pernah mengalami hal seperti ini. jika paman tau kisah ku mungkin paman akan mengerti.
mereka hanya belum tau kemampuan ku maka nya mereka memandang ku dengan sebelah mata. jika aku mengambil hati sikap mereka maka aku tidak akan pernah maju.
__ADS_1
paman aku bekerja keras untuk sebuah tujuan dan impian yang besar. jika menghadapi hal seperti ini saja aku tak bisa bagaimana aku dapat meraih impian ku. "kata Zizi sambil tersenyum tipis.
kata-kata nya memang sederhana dan terkesan munafik. namun kata-kata ini benar-benar mengingatkan Liu jiang pada seseorang.
sahabat nya pria yang Liu jiang bicarakan sangat mirip dengan anak muda di sebelah nya. berbicara tentang hal itu sahabat nya dulu juga merupakan seorang seperti ini.
Liu jiang dan sahabat nya sudah berteman sejak mereka masih kecil. lahir di keluarga super kaya membuat ke dua nya akrab.
namun sahabat Liu jiang memiliki sifat yang aneh. saat masih muda sahabat nya sangat senang membuat diri nya sendiri susah.
sahabat nya itu mulai mandiri sejak usia nya baru 14 tahun. sahabat nya meninggal kan kehidupan nya yang serba mewah karena mengatakan diri nya telah bosan hidup serba kecukupan.
dan aneh nya keluarga mendukung. mereka membiarkan anak remaja itu berkelana mencari jati diri nya.
sejak saat itu di mulai lah sahabat nya bekerja. moto sahabat nya adalah " dia ingin meraih impian dengan tangan nya sendiri tanpa bantuan orang lain".
dia ingin hidup seperti apa yang dia ia ingin kan.
ucapan sahabat nya memang terkesan munafik bahkan dulu Liu jiang mengkritik keras sahabat nya itu. namun siapa sangka ucapan munafik sahabat nya benar-benar tercapai.
di usia nya yang masih 20 tahun sahabat nya sudah mampu membangun perusahaan nya sendiri tanpa bantuan orang lain. walaupun hanya sebuah perusahaan kecil dan tak ada bandingan nya jika di bandingkan perusahaan milik keluarga nya, sahabat nya tetap bangga tentang hal itu.
"semua yang di capai dengan keras pasti akan membuah kan hasil yang manis"
sekarang perusahaan kecil milik sahabat nya telah berkembang menjadi perusahaan super besar. bahkan dengan kerja keras nya sendiri sahabat nya mampu melakukan hal ini.
mengingat masa-masa itu membuat sudut bibir Liu jiang terangkat. Liu jiang tidak berfikir jika sahabat nya ayah dari anak muda di samping nya.
sahabat nya adalah orang yang gila kerja. bahkan di usia nya yang tak lagi muda sahabat nya belum tertarik dengan hubungan pria dan wanita.
orang tua nya pun sudah lelah mengurusi anak nya dan memilih membiarkan nya.
tak terasa sistem ciptaan zizi sudah lolos babak selanjut nya. namun karena zizi adalah peserta yang terakhir dan sudah waktu nya makan siang panitia acara memutuskan untuk istirahat makan siang.
"paman kau ingin bergabung bersama kami? kami akan mencari makan siang?" tanya jeje
jeje selama acara fokus kepada sistem yang di tampilkan. kembaran nya jojo juga melakukan hal yang sama jadi mereka tidak mengobrol sama sekali sepanjang acara. sedangkan mark pria itu duduk dengan tenang seperti patung. bahkan jika tidak bernafas orang akan benar-benar menganggap nya patung.
"tidak kalian bisa duluan saja" tolak Liu jiang
Zizi tak mempermasalah kan nya dan berpamitan pergi setelah mark menghampiri mereka.
__ADS_1
"baik lah, paman sampai jumpa" ucap jojo
setelah melihat Zizi dan yang lain nya pergi Liu wei ingin menyusul mereka. tepi belum sempat Liu wei berjalan sebuah suara mengejut kan nya.
"LIU WEI SEDANG APA KAU DISINI?" kata suara itu dengan dingin bahkan asisten zhi yang mendengar nya dengan sudah payah menelan ludah nya.
.
.
.
Dialog singkat !
Zizi : thor ada yang tanya entar aku ketemu ayah ngga?.
author : ketemu dong๐.
Zizi : waaah kapan thor kapan?!๐.
author : wah kasih tau ngga yah ๐.
Zizi : kasih tau dong thor kasih tau! zi'er penasaran nih!๐๐.
athor : hahaha maaf masih RAHASIA ๐๐ .
Zizi : ๐
oh hay semua terima kasih untuk yang komen barusan. dan author udah jawab ayah kandung nya zizi emang bakal muncul tapi di eps berapa author belum rencanain๐ .
???? : terus thor gue gimana?! kok gue belum muncul-muncul juga๐ก.
Author : bentar lagi bang... sabar tinggal beberapa eps lagi kok. tapi author kasih bocoran pemeran cowo kali ini berasal dari INDONESIA dan asli jawa.
???? : thor kenapa gue dari indo sedangkan yang lain kagak? abang yang lain blasteran korea, inggris china lah gue wong asli jowo? (orang asli jawa).
author : mungkin kalian bingung makan nya bakal author jawab... alasan nya karena author ngga mau di sangka nih novel terjemahan atau malah nyolong karya orang. maka nya author tambahin orang inonesia supaya cerita nya juga tambah berkembang.
bagi semua yang udah Like, coment dan vote. author ucapin terima kasih banyak. kalian memang terbaikโค๐
see you semua salam author dizu๐
__ADS_1