Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
45. reaksi tidak terduga


__ADS_3

Zizi telah sampai ke tempat yang di pertemuan, Zizi kesini tidak sendiri melainkan bersama dengan kelompok nya. terutama Carl yang sangat di butuhkan kehadiran nya untuk mengecek kelengkapan berkas.


"Nona anda yakin paman Liu mengajak kita bertemu di sini?" tanya Carl tak percaya.


Bagaimana bisa seorang yang terlihat sangat bisa di andalkan dan profesional masalah pekerjaan seperti Liu jiang bisa memilih sebuah Cafe tempat nongkrong anak muda untuk pertemuan bisnis,rasa nya sangat tidak masuk akal.


Zizi juga sedikit merasakan ke anehan yang di rasakan Carl bukan hanya mereka berdua tapi yang lain juga merasakan hal yang sama.


yang lebih membuat mereka tidak percaya adalah betapa ramai nya tempat ini. Apa lagi Cafe ini seperti nya menjadi tempat faforite untuk berkencan. terbukti mereka dapat melihat beberapa pasang manusia sedang bersantai dan bermersaan.


"mm... aku tak yakin. tapi memang benar bukan ini alamat yang di kirim paman Liu" kata Zizi sambil menunjukan pesan yang di kirim kepada nya.


Carl melihat alamat di pesan tersebut dan menengok ke kanan ke kiri memastikan apa benar ini tempat pertemuan mereka. setelah beberapa saat Carl baru benar-benar yakin saat melihat papan nama yang terpapang jelas di depan mereka.


"benar ini tempat nya. tetapi kenapa aku memiliki firasat buruk ya nona" ucap Carl.


"benar aku merasa ini sedikit aneh. lagi pula Cafe ini bukan tempat yang baik untuk mendiskusikan sesuatu yang penting seperti kontrak kerja sama" ucap jean.


"Nona apa kah kita perlu masuk dulu untuk memastikan keadaan nya?" tanya joan.


Diskusi mereka terhenti saat ada seseorang wanita paruh baya yang berpakaian rapi berjalan menuju ke arah mereka. Zizi memandang wanita itu dengan tatapan menyelidik, setelah beberapa saat zizi berusaha mengingat akhir nya Zizi dapat mengingat jelas wajah wanita paruh ini. dia memandang wanita paruh baya ini dengan penuh tanda tanya.


kenapa dia disini? dan menghampiri mereka itu lah yang di fikirkan oleh Zizi. tetapi bukan hanya Zizi yang dapat mengingat wanita paruh baya ini bahksn Carl yang lain nya juga dapat mengingat nya walau samar-samar.


yang paling mereka ingat adalah karena wanita ini bersama dengan pria berambut merah yang membuat trauma tuan mereka kambuh kembali saat di bandara. dan benar saja dugaan mereka wanita paruh baya itu berhenti di depan mereka dan membungkuk sedikit untuk penghormatan.


"Nona- nona dan tuan-tuan perkenalkan nama saya zhi shu anda dapat memanggil saya asisten zhi. saya akan mengantar kalian ke dalam disana tuan sudah menunggu kedatangan kalian" ucap asisten zhi

__ADS_1


"Tuan?!" ucap mereka serempak.


Zizi dan yang lain nya kemarin memang sudah mengira jika Liu Jiang bukan orang biasa tetapi dapat memiliki seorang pelayan profesional seperti ini sudah jelas bahwa Liu jiang bukan orang yang tidak biasa tapi orang yang luar biasa.


"benar tuan sudah menunggu kalian. mari nona tuan" ucap asisten zhi sambil berjalan menunjukan jalan nya kepada Zizi dan yang lain nya.


asisten zhi membimbing Zizi dan yang lain nya ke jalan VIP yang di sediakan khusus untuk tamu penting jadi mereka tidak menemukan antrean saat masuk seperti yang terjadi di jalan masuk yang di gunakan untuk umum. Tak ada yang bicara semenjak asisten zhi datang mereka hanya berjalan santai tanpa pembicaraan. namun sesaat ketika melewati jalan mata mereka menyipit waspada.


ya mereka waspada karena semakin banyak orang memiliki kekuasaan semakin berbahaya orang tersebut. mereka harus lebih hati-hati agar tidak salah langkah dan menyinggu orang yang salah. kekuatan mereka saat ini masih setara dengan semut kecil tidak mungkin jika di bandingkan raksasa. jadi mau tidak mau mereka harus ekstra hati-hati jika ingin melakukan sesuatu.


sedangkan di dalam ruangan Liu Wei sedang menghela nafas untuk mengurangi kegugupan nya. pertemuan kedua nya mereka harus sukses tidak boleh sampai ada kesalahan. hari ini Liu Wei berdandan lebih dari biasa nya kali ini dia memakai jas untuk menunjukan profesionalitas nya.


bahkan dia hanya membawa kertas berisi kontrak kerja sama perusahaan,rencana Liu Wei untuk membawa bunga atau coklat harus dia batalkan karena asisten zhi menyadarkan nya bahwa kali ini mereka berdua bertemu untuk sebuah kerja sama bisnis bukan untuk berkencan. disadarkan oleb kenyataan membuat Liu Wei sedikit muram dia bahkan sengaja memesan meja VIP di Cafe yang terkenal di kota C untuk membuat Gadis incaran nya itu terkesan namun jadi nya malah sia-sia.


namun meskipun begitu Liu Wei tidak dapat menunjukan kemuraman nya saat ini. ini adalah pertemuan yang di nantikan nya jika ada masalah di pertemuan ini kesan gadis itu pada nya pasti akan semakin buruk. Liu Wei segera menggelengkan kepala untuk mengenyahkan pemikiran buruk itu.


"haaa... jangan sampai pertemuan ini berakhir dengan buruk... tuhan reputasi ku akan semakin buruk jika hal itu terjadi!" gumam Liu Wei.


"hmm tunggu sebentar kata ayah dia selalu bersama orang-orang kepercayaan nya untuk menangani pekerjaan nya. sungguh mungkin saja dia akan menyuruh anak buah nya untuk datang menangani kerja sama ini, arrrggg.... tidak!! Liu Wei jangan berfikiran negatif kau harus berfikiran positif!! ya benar harus selalu berfikiran positif !!!Liu Wei semangat!!!" teriak Liu wei menyemangati diri nya sendiri.


**tak!


tak!!


tak**!!!


seara gema sepatu semakin mendekat ke arah kamar tempat Liu Wei berada. seiring dengan semakin dekat nya suara sepatu tersebut semakin kuat pula detak jantung Liu Wei bersuara. Rasa gugup yang tadi sempat hilang kembali menghampiri nya. rasa nya seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di perut nya. membuat nya seakan-akan mual dan tidak enak badan.

__ADS_1


Tuk!


suara gema sepatu itu akhir nya benar-benar berhenti namun suara detak jantung Liu Wei nyata nya tidak berhenti berdetak dengan kencang.


**Tok!


Tok!


Tok**!


suara ketukan pintu terdengar, Liu wei segera memperbaiki diri nya jangan sampai mempermalukan diri nya. itulah yang di fikirkan Liu wei saat itu.


"Tuan Nona Lin Mingzi telah datang, apakah kami boleh masuk?" tanya asisten zhi


mendengar suara itu Liu Wei segera batuk kecil dan mempersilahkan mereka masuk.


"masuk" ucap Liu wei singkat bahkan terdengar sedikit dingin karena untuk menutupi kegugupan nya.


ceklek


pintu terbuka dan satu persatu orang tersebut masuk ke dalam ruangan. Liu Wei dapat melihat orang-orang tersebut terkejut setelah melihat nya itu benar-benar membuat nya semakin gugup namun dia berusaha profesional dengan segera menampilkan senyum manis nya untuk menyambut kedatangan mereka.


"kau si merah itu kan? yang waktu itu di bandara?!" ucap joan sedikit berteriak karena terkejut.


"Joan jangalah sikap mu" tergur Zizi dengan suara tenang nya.


namun ada sedikit gemetar di suara tersebut, Zizi melihat betapa penampilan Liu Wei benar-benar mirip dengan Lee Ming. sungguh membuat nya selintas memikirkan kejadian malam itu dan membuat wajah nya menjadi pucat. Mark yang paling peka dengan hal ini langsung menepuk pelan bahu Zizi menyadarkan tuan nya dari fikiran negatif.

__ADS_1


Zizi yang mendapat tepukan ringan itu segera sadar dari fikiran nya. Zizi segera tersenyum membalas senyum pria di depannya.


'Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi' gumam Zizi lirih.


__ADS_2