Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
57.Gu Fengying


__ADS_3

"huhu... pergi ! jangan dekati aku!! hiks...hiks... aku ingin kakak peri! aku ingin kakak peri!!" tangisan dan teriakan terdengar sangat jelas di telinga semua orang yang berada di rumah besar itu.


"Yu'er kita akan bertemu dengan kakak peri tetapi kau harus berangkat ke sekolah terlebih dahulu, ayah janji akan membawamu ke sana nanti" ucap dokter he membujuk anak yang sedang menangis itu.


Yun Yue tidak mendengarkan apa yang di katakan ayah nya, menurut yun yue ayah nya hanya lah pembohong besar. sudah berapa kali ayah nya berjanji kepada nya tetapi tidak di tepati? sudah banyak bahkan yun yue sampai sebal jika mengingat nya.


"hiks...hiks... tidak ayah bohong! ayah pembohong!!" teriak yun yue sambil menangis.


Dokter he menghela nafas dia memijat pelipis nya yang berdenyut. Dia merasa sedikit kewalahan dengan sikap putri nya sendiri. dia merasa sangat pusing melihat bocah itu merengek dan menangis sepanjang pagi.


Dokter he tidak berpengalaman dalam mengurus anak walaupun usia nya sudah puluhan tahun tetapi sungguh pengalaman nya nol jika di hadapkan dengan masalah ini. kehidupan nya selalu di habiskan untuk mengurusi rumah sakitnya dan menjadi dokter. dia jarang di rumah tetapi dahulu istri nya selalu menemani nya di rumah sakit dapat di katakan bahwa rumah sakit merupakan rumah ke dua bagi pasangan tersebut.


meskipun begitu istri nya merupakan orang yang manja, sama seperti anak nya istri nya dulu suka merengek dan menangis, mengeluh karena yun he tidak memiliki waktu untuk nya. yun he merupakan orang sabar dia jarang sekali marah karena itu menghadapi istri nya yang seperti itu yun he mampu tetapi sekarang yun he sedang di pusingkan dengan putri nya. yun yue memiliki sifat yang sama dengan istri nya tetapi karna dia hanya seorang anak kecil dia bahkan lebih parah dari istri nya.


"ayah tidak berbohong kali ini, ayah sudah mengajukan cuti hari ini. kita akan ke rumah kakak peri yang menyelamatkan yu'er" bujuk yun he dengan lembut.


yun yue masih menangis namun sudah tidak merengek. dia memandang ayah nya untuk melihat keseriusan nya. melihat ayah nya serius tangisan nya berhenti digantikan dengan senyum cerah.


"benarkah? ayah tidak bohong kan!!" ucap nya yun yue dengan penuh semangat.


yun he terdiam dan ini lah kesamaan yun yue dengan istri nya sama-sama mudah di bujuk.

__ADS_1


"AYAH!" teriak yun yue.


"iya ayo sekarang kau berangkat sekolah dahulu. ayah akan ke rumah sakit sebentar untuk mengajukan cuti" ucap yun he tersenyum kecil


melihat ayah nya menyetujui nya yun yue berteriak senang dan memeluk ayah nya dengan bahagia.


di lain tempat Liu Wei sedang senang karena ayah nya memuji nya. jarang-jarang ayah memuji nya biasa nya ayah nya akan mencibir dan memarahi nya mengatakan dia bocah nakal yang tidak tahu sopan santun. tetapi hari ini ayah nya memuji nya karena bernegosiasi dengan baik dengan gadis pujaan nya tentu saja Liu Wei sangat bahagia.


Kakek Liu Wei juga amat bahagia setelah mendengar kabar kalau Liu wei ingin mencoba mengurusi bisnis keluarga nya sungguh Tuan besar Liu merasa seperti mendapat kan air di gurun pasir yang tandus. Sudah puluhan bahkan ratusan kali Tuan besar Liu menasehati Cucu kesayangan nya Liu Wei agar masuk ke dunia bisnis tetapi Liu tetap kekeh mengatakan bahwa dia masih muda dia masih mau menikmati hidup nya. karena alasan itu lah kakek liu hampir menyerah tentang Liu Wei tetapi setelah mendengar kabar ini dari Liu jiang putra nya, kakek liu bahkan bersujud syukur mengatakan tuhan akhir nya mengabulkan doa nya.


Sedangkan Liu Jiang hari ini sedang bertemu dengan teman nya. Sahabat nya ini sudah baru pulang dari luar negeri dari perjalan bisnis nya.


"jiang bagaimana kabarmu?" ucap pria dengan mata berwarna hijau dengan ramah kepada Liu jiang.


mereka sedang berada di sebuah restoran bintang 5 di kota A. kemarin Liu Jiang dan Liu Wei sudah Pulang kembali Ke kota A karena urusan mereka di kota C sudah selesai. setelah pulang Liu Jiang menerima kabar bahwa sahabat nya telah kembali dari perjalanan bisnis nya dan berinisiatif untuk bertemu dengan nya.


" yang kau lihat aku sibuk dengan perusahaan ku. banyak berkas menumpuk, kepala ku pusing menatap kertas-kertas itu" keluh pria itu dengan wajah lesu.


Liu Jiang menggelengkan kepala sahabat nya ini masih saja orang yang sama. orang yang suka mengeluh tetapi tetap mengerjakan pekerjaan nya dengan sepenuh hati. Liu jiang heran bagaimana bisa sahabat nya ini sukses dengan sifat seperti ini.


"kenapa kau tidak mencoba mencari istri? setidak nya jika kau suntuk ada yang dapat di ajak berbicara. Kau tahu lama-lama aku merasa bahwa aku seperti istri mu kalau seperti ini. kau ada keluhan selalu kepadaku. cih sudah berpuluhan tahun ini terjadi. kenapa kau tidak ikuti saran paman Gu dan menikah saja" Nasehat Liu Jiang.

__ADS_1


Gu Fengying merupakan nama pria bermata hijau yang kini duduk di hadapan Liu jiang. Gu Fengying menatap sahabat nya dengan jengah. sudah banyak orang mengatakan hal itu telinga nya sampai berdengung mendengar nya.


Ayah nya, ibu nya bahkan saudara perempuan dan kerabat-kerabat nya selalu mengatakan hal itu jika dia pulang ke rumah. maka nya pria bermata hijau dan berambut coklat itu malas pulang ke rumah.


"Berhenti membicarakan tentang menikah! aku sudah bilang aku hanya menikah dengan satu wanita yaitu wanita yang mengambil keperjakaan ku!" ucap Gu Fengying kesal.


kenapa sahabat nya ini ikut-ikutan cerewet seperti orang tua dan saudara nya? biasa nya juga orang ini cuek karena malas membicarakan masalah ini dengan nya.


"Kenapa kau sangat terobsesi dengan wanita yang bahkan tidak kau ingat jelas? sudah berapa puluh tahun kau mencari wanita itu. aku sudah lelah mendengar kau mengeluh tentang nya" ucap Liu Jiang.


"kau lelah mendengar aku lelah mencari!! Sudah lah jangan membuat ku marah aku baru pulang dari perjalanan bisnis dan kerjaan ku segunung sekarang kau malah membuat diri ku semakin tertekan karena masalah ini" ucap Gu Fengying.


entah lah dia sangat sensitif jika mengenai pernikahan sudah beribu-ribu kali Gu Fengying menjelas kan kepada semua orang tentang masalah nya kenapa orang-orang masih saja memaksa nya!


"baik lah aku tidak akan mengatakan nya lagi. aku hanya prihatin kepada paman Gu yang selalu menginginkan Cucu dari mu" ucap Liu Jiang.


"sikap yang bagus! lalu bagaimana kabar keponakan ku?" tanya Gu Fengying.


"Dia baik-baik saja. sebulan lagi aku akan mengirim nya ke Kota G untuk mengurusi cabang perusahaan yang ada di sana" kata Liu jiang.


"Akhir nya bocah itu sadar juga. tetapi apa perlu mengirim nya ke kota terpencil itu? dia terbiasa dengan kehidupan nya di kota A sekarang kau menyuruh nya ke kota kecil itu" ucap Gu Fengying.

__ADS_1


"tidak dia harus belajar tentang kehidupan, selama ini aku selali memanjakan nya dia menjadi anak yang membangkang dan tidak tau sopan santun. ngomong-ngomong tentang kota G aku menemukan sesuatu yang menarik tentang kota itu. kau mungkin akan senang jika aku mengatakan nya" ucap Liu jiang dengan senyum Licik.


"Apa? katakan padaku! jangan sembunyikan apa pun dari ku!!" ucap Gu fengying penasaran apalagi dia melihat senyuman menjengkel kan nya itu membuat Gu Feng ying semakin yakin jika ini benar-benar sesuatu yang menarik.


__ADS_2