
zizi berjalan demi selangkah menuju ke sekolahnya. jarak antara rumah dan sekolah tidak terlalu jauh mungkin hanya 15 menit untuk sampai ke sana.
setiap berjalan zizi tak pernah melepas senyum manis nya. senyuman zizi sangat manis bahkan sampai mengundang orang-orang untuk menengok ke arahnya.
nyata nya walau pun zizi sering di hina sebagai anak haram, tetap saja banyak orang tak dapat mempungkiri bahwa wajah zizi sangat cantik.
sayang sekali zizi adalah orang yang kurang percaya diri. jadi kecantikan nya kurang menonjol.
setelah berjalan zizi sampai di depan gerbang sekolahnya. zizi mendapat tatapan aneh sepanjang ia berjalan ke kelas nya namun zizi tak menghiraukan nya.
sampai di kelasnya zizi langsung mendapat tatapan oleh seluruh orang di ruang kelas nya. namun lagi-lagi zizi tak perduli dan memilih untuk duduk di tempat duduk nya.
tempat duduk zizi berada di kursi paling pojok dan dekat jendela jauh dari orang lain. zizi melihat hal tersebut biasa saja justru itu bagus karena ia memiliki banyak ketenangan.
semua orang langsung berbisik-bisik membicarakan zizi.
"cih kenapa anak haram itu datang lagi sih"
"dasar sampah bikin kelas kita tercemar"
"bla ... bla... bla..."
dan masih banyak lagi kata-kata pedas yang di ucapkan teman sekelasnya kepada zizi. namun lagi-lagi zizi tak perduli bahkan memilih untuk membaca buku.
kelas semakin ramai dan semakin banyak orang yang membicarakan zizi. bahkan sampai-sampai di depan kelas pun ramai orang yang membicarakan hal buruk tentang zizi.
"ternyata wanita malam ini akhirnya datang juga" kata Yu xia teman sekelas zizi yang sangat membenci zizi karena wajah zizi lebih cantik dari pada diri nya.
zizi tak menjawab maupun menoleh ke arah yu xia yang datang bersama dua teman nya.
zizi melanjukan menbacanya seolah-olah bahwa orang-orang di sekelingnya itu batu.
tak mendapat repons dari zizi membuat yu xia dan dua teman nya merasa marah.
"HEY PENGGODA!!! KAU SEKARANG BISU YAH!!" kata Yu xia sambil menampar buku yang sedang dibaca oleh zizi.
__ADS_1
buku itu terlempar dan jatuh di lantai seketika susana menjadi hening. semua orang menjadi fokus kepada zizi dan yu xia.
mata zizi sekarang menajam. sejak dulu ia paling benci jika seseorang mengganggu ketenangan nya.
bola mata nya yang bulat kini menyipit menatap yu xia dengan penuh kemarahan. orang-orang merasa ada yang salah dengan hal ini. zizi menjadi bahan bulian merupakan hal biasa.
bukan hanya di kelasnya bahkan adik kelas nya juga terkadang ikut menindas zizi. sifat zizi yang pendiam dan tak pernah melawan saat di tindas malah membuat para peniindas tersebut semakin menggila.
saat ini mata bulat polos gadis itu berubah menjadi menajam membuat orang-orang sedikit meriding.
berbeda dengan orang lain yu xia dan teman-teman nya malah memandang sikap zizi dengan pandangan merendahkan. menurut mereka zizi merupakan gadis lemah jadi tidak mungkin dapat melawan nya.
"heh penggoda ber..." belum selesai yu xia menyelesaikan kalimatnya suara temparan jernih terdengar di telinga semua orang.
Plaakk!
tamparan tersebut sangat keras bahkan sampai membuat yu xia terdorong dan jatuh ke lantai.
semua orang memandang orang yang menampar yu xia dengan tatapan tak percaya.
"sudah cukup selama ini aku diam. sekarang jika kau berani-berani menggangguku akan ku bayar lunas semua dosa-dosamu selama ini"
sedangkan yu xia yang tadi terteguh juga kini telah sadar dan berdiri di bantu teman-teman nya.
suasana masih hening yu xia yang merasa di permalukan menjadi murka. ia menatap bengis zizi yang kini menatap nya dengan dingin. pandangan mata zizi sungguh menusuk. membuat siapa pun merasa kedinginan sampai ke tulang jika menatapnya.
namun dengan cepat yu xia menepis perasaan tersebut. yu xia segera berteriak marah kepada zizi.
"BERANI NYA WANITA PENGGODA SEPERTIMU MENAMPARKU !!!" teriak yu xia
"kau juga dulu sering mempermalukan ku kenapa aku tak boleh hanya sekedar menamparmu? kau benar-benar konyol menganggapku sebagai tikus kecil yang tak terbedaya di terkam kucing!
ku peringatkan kepadamu sekali lagi kau memanggiku sebagai wanita penggoda akan ku ubah wajah operasi mu ini menjadi ****" ucap Zizi tak kalah berani suara nya dingin dan penuh penekanan.
semua orang masih diam dan tak tahu harus merespons apa pada pergantian cuaca yang cepat ini.
__ADS_1
"BERANI NYA KAU MENGANCAMKU JAL...."
Plakk!!
suara tamparan lagi-lagi terdengar oleh telinga semua orang.
"heh nona ini selalu menepati ucapan nya. aku sudah memperingatkan mu sebelumnya. tetapi ternyata kau sangat nakal ya" kata Zizi mengejek.
yu xia sangat marah panas di pipi nya dan di hati nya bercampur menjadi angkara murka. yu xia mrngangkat tangan nya ingin menampar zizi namun belum sampai tangan nya ke pipi zizi.
zizi sudah manangkan tangan yu xia dan menampar pipi yu xia dengan lebih keras. wajah yu xia yang tadi bengkak sekarang bertambah bengkak membuat nya tampak seperti ****.
"ternyata nona yu sangat ingin menjadi **** yah. sekarang nona ini sudah mengabulkan nya. nona yu kau harus berterima kasih kepada nona ini" kata Zizi dengan sombong.
'heh ingin menindas ku kau butuh lebih dari 100 tahun untuk melakukan nya' batin Zizi sambil menatap sinis yu xia yang berwajah kosong.
ternyata sikap angkuh dan sombongnya masih terbawa di kehidupan yang sekarang.
zizi mengambil bukunya dan kembali ke tempat duduknya. sebelum kembali membaca zizi menatap semua orang yang berada di sana dengan tajam.
"ini juga berlaku untuk semua orang. jika kalian berani-berani menggangguku lagi percaya atau tidak tak lama, setelah itu aku akan membereskan dosa-dosa kalian" kata Zizi dengan dingin.
semua orang masih diam, sepertinya otak mereka mati rasa akibat kejutan demi kejutan yang di lakukan oleh zizi.
menanggapi hal itu zizi hanya tersenyum sinis. bocah-bocah ini mau menindas wanita dewasa seperti nya? mereka jelas-jelas hanya bocah yang tau apa-apa. bocah-bocah ini jelas seperti kaca tipis yang sekali gertak langsung pecah.
zizi membuka buku nya kembali dan membaca buku dengan tenang seolah-olah kejadian tadi hanya ilusi semata dan tak pernah terjadi.
mereka sadar dari kejutan itu setelah bel tanda masuk berbunyi.
di antara kerumunan ada seorang gadis yang menyaksikan semua itu dari awal. tangan gadis itu terkepal dengan penuh amarah gadis itu melangkah kan kaki menjauh dari kerumunan.
1.LIN QIN
__ADS_1
2.LIN MINGZI (ZIZI ATAU ZI'ER)