
Zizi mulai berjalan santai sebelum berlari berkeliling di sekitar apartemen nya. hari ini adalah waktu sendirian nya tanpa seseorang yang akan mengganggu itu lah yang Zizi rencanakan namun yang tidak Zizi ketahui saat berlari Zizi malah bertemu sesuatu yang tidak terduga.
"astaga apakah gang ini benar-benar membuat ku sial? dua kali aku melewati nya dan dua kali aku menemukan stuasi yang tidak menguntung kan ku!" gumam Zizi dengan kesal.
ya Zizi sedang melewati gang yang dulu Zizi lewati saat bertemu Mu Shi Lin yang sekarat dan sekarang kejadian yang sama terjadi untuk ke dua kali nya. berbeda dengan Mu Shi Lin yang terlihat masih hidup dan bernafas namun berlumuran darah yang sekarang malah tergeletak begitu saja di jalanan. jika kalian mengira itu pengemis jawaban Zizi tidak mungkin karena baju yang di gunakan pria ini jelas-jelas baju bermerek dan mahal. satu baju bisa di bandrol sampai 1 atau 2 juta per baju. orang miskin tidak mungkin mampu membeli nya.
Zizi memangdang pria yang tergeletak dengan memakai jins sobek-sobek serta jaket jins. Zizi tidak bisa melihat wajah nya karena pria itu tengkurap. Zizi benar-benar ragu apakah harus menolong nya atau meninggalkan nya.
belum selesai Zizi membuat keputusan Sebuah tangan meraih kaki nya lalu mencengkram nya Zizi yang kaget langsung refleks menendang tangan tersebut.
"Aaawww! sakit ****! dasar wong gemblung bisa-bisa ne tanganku di tendang (aaawww! sakit ****! dasar orang gila bisa-bisa nya tangan ku di tendang)" Teriak pria itu dengan bahasa yang tidak zizi mengerti.
(note: bahasa jawa daerah ngga usah kaget kalau ngga sesuai sama bahasa krama nya)
"maaf saya tidak sengaja, saya terkejut karena tuan memegang kaki saya tiba-tiba" ucap Zizi menggunakan bahasa inggris.
pria itu bangun dari tempat nya terkapar dan memandang wanita yang menurut nya mengunakan bahasa yang sedikit aneh untuk diri nya. Pria itu terteguh setelah melihat betapa mungil dan cantik nya Zizi.
"ya gusti opo aku ning surga? (Ya tuhan apa aku berada di surga?)" teriak pria itu tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"ayu ne apa koe iku bidadari? (Cantik nya apa kamu adalah bidadari?)" lanjut pria itu sambil memandang Zizi dengan seksama.
perilaku pria ini benar-benar membuat Zizi gelisah apa lagi Zizi tidak tahu apa yang di bicarakan pria ini membuat Zizi menjadi sedikit pusing dengan ucapan pria itu. Zizi sedikit merasa familiar dengan ucapan pria ini tetapi Zizi sedang mengamati sambil mengingat-ngingat bahasa yang di gunakan orang ini.
"tidak-tidak mana mungkin di surga! hiks...hiks... mama aku belum mau mati hiks...hiks..." pria itu mulai terisak seperti anak kecil.
__ADS_1
badan nya yang besar dan penampilan nya yang bad boy tidak dapat menyembunyikan hati nya yang lunak bagaikan jelly. bahkan pria ini benar-benar tak tahu malu meraung-raung di depan Zizi. Zizi bingung harus mengatakan apa menggunakan bahasa inggris pria ini tidak mengerti jika menggunakan bahasa yang dia gunakan sehari-hari itu malah lebih parah.
"hiks...hiks... piye iki! hiks...hiks..." pria itu terus menangis.
setelah beberapa saat akhir nya Zizi mengingat bahasa yang di gunakan.
"apa...kah anda ber...asal dari indonesia?" tanya Zizi menggunakan bahasa indonesia walaupun agak belepotan karena tidak terbiasa.
Pria yang tadi nya meraung-raung langsung terdiam dan memandang Zizi dengan mata berbinar cerah.
"Akhir nya! akhir nya!!! Nona apakah anda mengerti yang saya ucapkan? " tanya pria itu menggunakan bahasa indonesia namun dengan aksen yang asing membuat Zizi harus sedikit lama mencerna semua ucapan pria ini.
"ah benar te... tapi anda jangan terlalu cepat ber...bicara" jawab Zizi setelah beberapa saat terdiam.
kkrruuuyyyuuukk!!
suara itu berasal dari perut pria itu, Zizi dan pria itu saling memandang sebelum pria itu tersenyum malu.
"hehehe... maaf saya belum makan dari kemarin" ucap pria itu sambil menggaruk tengkuk nya canggung.
Zizi menggelengkan kepala melihat tingkah pria ini.
"ayo ikut saya, kebetulan saya tau makanan yang enak di sekitar sini" ucap Zizi kepada pria itu.
Pria itu mengangguk dan tidak menolak. menurut pria itu Zizi itu orang yang baik, bahkan sangat baik jika tidak mana mungkin ada orang yang mau menolong orang yang baru di kenal.
__ADS_1
mereka berjalan dengan tenang dan tak bicara satu sama lain sedang kan Zizi juga malas berbicara. apalagi dengan orang yang beru dia kenal seperti ini. hmm... ralat bahkan diri nya belum mengenal pria ini. Nama nya saja dia juga tidak tahu.
lalu kenapa Zizi mau menolong pria yang baru di kenal nya? jawaban nya karena rasa kemanusiaan saja. pria ini seperti nya sedang kesusahan sebagai manusia yang pada dasar nya tidak bisa hidup sendiri Zizi mau tidak mau harus menolong nya. Lagi pula pria ini terlihat bukan orang yang berbahaya.
bahkan Zizi sedikit meragukan kejantanan pria ini karena menangis sambil memanggil nama ibu nya.
mereka ke sebuah restoran sederhana yang terlihat baru membuka restoran nya. terlihat beberapa kariawan yang masih berberes-beres. Zizi dan pria itu langsung duduk di salah satu tempat duduk yang sudah tertata rapi dan bersih.
tak lama seorang kariawan datang kemari dan menanyakan pesanan mereka. karena pria itu tidak mengerti semua makanan nya jadi Zizi yang memesan semua makanan nya.
mereka menunggu selama beberapa menit sebelum pesanan di antar kan. Zizi hanya diam melirik pria itu yang sangat lahap menyantap makanan nya. Zizi tadi sudah makan bersama ibu nya tidak mungkin sekarang Zizi makan kembali. Ngomong-Ngokong tentang ibu nya Zizi jadi teringat kalau dia menanyakan alasan ibu nya menangis tadi malam.
Huffttt...
zizi menghela nafas menyeruntuki diri nya yang sekarang sedikit pelupa. sambil menunggu pria itu makan Zizi membuka dan memainkan ponselnya.
"nyam...nyam... hem enak! Nona apa kah kau tidak makan?" tanya pria itu pada setelah memakan beberapa makanan di meja. seperti nya pria ini baru sadar Zizi sedang berada di hadapan nya dari tadi dia bahkan tidak mengalihkan pandangan nya dari makanan nya.
"terima kasih saya sudah makan tadi. kau saja yang makan" kata Zizi.
"baik! Nona kau sangat baik. terima kasih telah menolongku" ucap pria itu dengan tulus. dia melanjutkan makan nya dengan senang hati. seperti nya ucapan pria ini tidak berbohong saat mengatakan dia belum makan dari kemarin. Zizi jadi penasaran dengan yang di alami pria ini.
setelah menyelesaikan makan nya Zizi baru menanyai pria yang sedang duduk di hadapan nya ini.
"Siapa nama anda?"
__ADS_1