
"shi lin sampai kapan kita akan disini? kau lihat gadis kecil mu itu baik-baik saja!" ucap hongju dengan kesal.
mereka sudah mengawasi gadis kecil itu selama satu hari penuh. lihat saja bulatan hitam yang berada di sekitar mata nya.
tidur nya bahkan tak tenang karena shi lan yang selalu memaksa hongju berjaga di depan hotel tempat zizi menginap.
hongju menangis dalam hati nya. jika tau begini hongju pasti lebih memilih mengerjakan setumpuk berkas di kantor dari pada memohon untuk ikut kesini.
shi lin memandang pria di sebelah nya kesal. kuping nya merasa panas karena mendengar beberapa gerutuan berasal dari mulut hongju.
"kau sebenar nya laki-laki atau bukan! kenapa kau cerewet sekali" kata shi lin dengan dingin.
"kau benar-benar keterlaluan! tentu saja aku ini laki-laki. kau kira selama ini aku apakan perempuan yang lari ke ranjangku?" jawab hongju
"kalau begitu diam!" kata shi lin dengan dingin.
hongju menutup mulut nya kali ini dan tak menjawab apa-apa. mereka fokus mengamati dan melihat dari kejauhan semua tingkah laku zizi.
"heh hongju kau sudah tau siapa identitas kedua pria itu?" tanya shi lin
mata nya menajam melihat kedekatan gadis kecil nya. dengan ke dua pembunuh bayaran yang di sewa seseorang untuk membunuh nya.
"aku belum tau... yang ku tahu identitas mereka baru-baru ini kosong dan tidak di ketahui. namun beberapa hari yang lalu tiba-tiba identitas mereka tercatat di sipil.
nama mereka carl, mark, jean dan joan. carl dan mark merupakan dua orang yang duduk tak jauh di sebelah nona lin mingzi.
sedangkan dua bocah kembar itu jean dan joan" jelas hongju.
shi lin diam tak menjawab. dia merupakan salah satu orang yang sangat berkuasa di china. tetapi mencari identitas kedua orang ini saja tidak mampu merupakan sebuah pukulan berat bagi nya...
__ADS_1
disisi lain liu wei juga berada tak jauh dari posisi shi lin sedang fokus mengamati zizi dengan teropong nya.
bahkan pengasuh nya yang sekarang menjadi meneger artis nya sampai heran melihat tingkah tuan nya.
zhi shu merupakan wanita paruh baya yang berusia 38 tahun. zhi shu atau yang biasa di panggil asistent zhi telah mengasuh liu wei dari liu wei masih bayi.
karena itu asistent zhi sudah tahu betul sifat liu wei luar dalam. meskipun terlihat ramah dan baik di depan media dan banyak orang. liu wei yang asli merupakan yang cuek dan tidak pernah perduli pada orang lain kecuali pada diri nya sendiri.
apalagi untuk mencintai orang lain dan perduli pada orang lain? bahkan di usia nya yang sudah memasuki fase remaja ke dewasa yaitu 18 tahun. liu wei tidak pernah berpacaran. tuan besar liu atau kakek liu bahkan sampai mengira cucu nya punya kelainan pada diri nya atau gay.
saking takut nya hal itu terjadi tuan besar liu bahkan memaksa liu wei untuk kencan buta dengan para gadis pilihan nya.
liu wei hanya menuruti nya di depan kakek nya saja. namun hasil nya dari beberapa kali kencan tidak ada satu pun wanita yang berhasil membobol hati liu wei.
yang ada kakek liu yang pusing mendengar keluhan para gadis-gadis itu.
namun setelah kejadian kemarin siang di bandara, dimana tuan mereka hampir di bunuh dan di selamatkan oleh seorang gadis sikap tuan muda nya menjadi aneh.
dalam 18 tahun mengasuh tuan muda nya baru kali ini asisten zhi melihat tuan muda nya begitu antusias pada sesuatu.
mungkin karena tuan muda nya sangat berbakat dan sudah sering menerima pujian dari kecil membuat tuan muda nya menjadi bosan.
"tuan muda liu sampai kapan anda akan disini? tuan sebentar akan ada syuting bukan" tanya asisten zhi hati-hati.
liu wei yang sedang fokus melihat zizi yang sedang makan bersama kelompok nya menggunakan teropong. liu wei bahkan tidak mendengar ucapan asisten zhi namun menghentikan aktifitas nya. liu wei menengok ke arah asisten zhi yang melihat ke arah nya dengan wajah gelisah.
liu wei tertawa kecil dan bersemu merah seperti anak kecil yang ketahuan melakukan hal salah.
asisten zhi mengerutkan dahi nya bingung dengan tingkah tuan muda nya yang baru pertama kali ia lihat.
__ADS_1
"asisten zhi bisakah aku bertanya?" kata liu wei
"bertanya? tentu tuan anda dapat bertanya apa pun yang anda ingin kan. saya pasti akan menjawab nya?" jawab asisten zhi dengan serius.
liu wei beberapa kali membuka mulut nya ingin berkata sesuatu namun tidak bisa. asisten zhi dengan sabar menunggu pertanyaan tuan muda nya. namun pertanyaan tuan nya sungguh membuat asisten zhi bungkam.
"apakah kau pernah jatuh cinta? bagaimana cara mendapat kan seseorang yang kita sukai?" tanya liu wei dengan antusias dan mata berbinar-binar.
"ha?" asisten zhi tak percaya akan mendapat kan pertanyaan seperti ini dari tuan muda nya.
asisten zhi bingung harus menjawab apa. selama hidup nya asisten zhi belum pernah berpacaran. hidup nya sibuk untuk bekerja. jadi di usia nya yang sudah tidak lagi muda ini asisten zhi bahkan belum pernah berciuman.
melihat asisten zhi diam liu wei seperti nya mengingat sesuatu dan mengatakan nya. namun ucapan liu wei yang polos membuat asisten zhi menangis darah.
"ah bodoh nya aku bertanya pada asisten zhi. maaf asisten zhi aku lupa jika kau kan Single"
jleppp!
hati asisten zhi terasa tertusuk sebuah panah. namun kata-kata selanjut nya liu wei benar-benar menbuat jiwa asisten zhi melayang.
"eh bukan single tapi jomblo abadi" kata liu wei dengan polos nya.
liu wei yang melihat wajah asisten zhi yang pucat menjadi khawatir dan menguncang-guncang tubuh nya namun asisten zhi tidak menjawab.
"asisten zhi! asisten zhi!!" teriak liu wei khawatir.
"ya! tuan" kata asisten zhi terkejut.
"hufftt" mengela nafas lega " ya ampun ku kira kau kerasukan hantu... kau tau aku pernah mendengar informasi kalau danau ini pernah menjadi tempat seorang gadis yang bunuh diri karena frustasi tak punya pacar" lanjut liu wei.
__ADS_1
asisten zhi menjadi takut, wajah nya yang pucat semakin menjadi pucat. asisten zhi merupakan orang yang percaya dengan tahayul dan hantu jadi mendengar hal ini bulu kuduk nya menjadi berdiri.