Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
5.sekolah


__ADS_3

zizi sudah menyelesaikan mandinya dalam beberapa menit. namun karena memikirkan hal-hal lain zizi tak sadar jika dirinya sudah berada di sana lebih dari 30 menit.


jika saja lin qin tak memanggilnya untuk tak berlama-lama di kamar mandi. karena zizi baru keluar dari rumah sakit mungkin zizi tak kan keluar dari sana.


"zi'er kenapa lama mandinya? kau tak pingsan di kamar mandi bukan?" tanya lin qin sambil menyajikan makanan kepada zizi.


"tidak bu. hanya zizi melamun sampai lupa waktu hehe..." jawab zizi sambil tertawa kecil.


lin qin hanya menggelengkan kepala melihat kelakukan putrinya. sejak bangun dari mati suri lin qin merasa putrinya sangat berbeda. bahkan hampir tak mengenali putrinya lagi.


tetapi lin qin senang dengan perubahan sikap putrinya sekarang. menurutnya kejadian yang di alami putrinya memiliki berkah sendiri bagi putrinya.


"zi'er makan ini agar tubuh mu lebih kuat" ucap lin qin. ia memberikan sebagian besar daging ke mangkuk makanan putri nya.


zizi melihat hal itu tetapi tak menghentikan nya. menurut ingatan tubuh ini memakan daging merupakan hal yang mewah bagi mereka. satu tahun sekali jika dapat menikmatinya pun sudah beruntung bagi mereka. selesai lin qin memberikan daging tersebut zizi memberikan nya ke mangkuk lin qin.


"zi'er kenapa kau malah memberikan nya kembali kepada ibu. ini untuk mu zi'er" kata lin qin tangan nya mangambil sumpit ingin mengembalikan daging-daging tersebut kepada putrinya.


"ibu zizi tidak bisa menghabiskan semuanya. jadi zizi membaginya kepada ibu. lagi pula ibu sudah bekerja keras selama ini. ibu zizi janji suatu saat ibu tidak perlu bekerja lagi. zizi akan bekerja keras untuk membahagiakan ibu" ucap zizi tulus kepada lin qin.


'meskipun itu tak kan butuh waktu lama' lanjut zizi dalam hatinya.


mata lin qin merah melihat kesungguhan putrinya. putrinya sangat berbakti kepada iya sungguh bersyukur karena itu. tetapi ia merasa sedih karena selama ini merasa belum mencukupi semua kebutuhan putrinya.


"baik ibu akan menunggu, sekarang makan yang banyak agar tubuhmu menjadi kuat" jawab lin qin dengan suara serak.


"bagus" kata zizi


lin qin menerima daging tersebut dan mereka segera memakan makanan mereka.


selesai makan zizi ingin membantu lin qin membersihkan piring namun lin qin melarang nya. lin qin menyuruh zizi untuk beristirahat. zizi ingin keras kepala tadinya namun melihat wajah khawatir lin qin zizi hanya menuruti ucapan lin qin.


zizi ke kamar tidur dan langsung menuju ranjang nya. kasur ini tak besar namun ini cukup untuk menampung kedua badan kecil milik lin qin dan zizi.

__ADS_1


tak butuh waktu yang lama zizi tertidur. kasur ini memang tak senyaman kasurnya. tetapi tetap saja zizi dapat tidur dengan pulas nya tanpa beban.


sudah lama zizi tak tertidur dengan pulas seperti ini. dahulu dirinya selalu begadang sampai malam untuk menyelesaikan berkas kantornya. bahkan untuk tidur mungkin hanya 4 jam setiap hari.


itu pun jika tak ada masalah di perusahaan nya. jika ada masalah bahkan dirinya hanya dapat tidur 2 jam.


sungguh miris memang tanggung jawab nya yang banyak. membuatnya tak bisa bernafas lega walau hanya untuk sebentar.


siang malam tanpa henti bekerja ini sungguh menguras otaknya. jika saja dirinya tak memiliki penyakit lanka yaitu hyperthymesia. mungkin dirinya tak bisa bertanggung jawab kepada perusahaan milik keluarganya.


(sedikit info! hyperthymesia merupakan sebuah penyakit langka yang terjadi kepada otak. penyakit tersebut membuat otak dapat mengingat semua hal yang di alami secara detail tanpa terkecuali. yang artinya mau ingatan buruk atau baik akan selalu di ingatnya sepanjang hidupnya. kalau mau tau detailnya cari sendiri ke g*gle )


tak terasa beberapa jam telah berlalu. zizi merasa badan nya sangat segar setelah tertidur.


zizi langsung bangun tidur dan mencuci wajah nya. zizi keluar dari kamarnya dan melihat lin qin sedang bersantai menonton tv.


lin qin memang izin beberapa hari dari tempat kerjanya untuk mengurus zizi. sepertinya baru besok lin qin akan berangkat bekerja.


"zi'er kau sudah bangun? bagaimana keadaan mu sudah merasa lebih baik?" tanya lin qin.


"sudah bu" jawab zizi menyenderkan tubuhnya ke lin qin. lin qin tak menolak malah memeluk tubuh putrinya.


'rasanya seperti kemarin masih sama hangat' gumam zizi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ke esokan hari nya zizi bangun dari tidurnya. ini sudah pukul 05.30 pagi dan lin sudah tidak ada di samping nya. zizi langsung meregangkan ototnya yang kaku akibat tidur.


selesai meregangkan ototnya zizi langsung mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


tak butuh waktu lama zizi bersiap untuk pergi ke sekolah. tercatat sudah 3 hari setelah kecelakaan tersebut zizi tak berangkat kesekolah.


meskipun begitu tak ada dari teman sekolah maupun keluarganya yang mengunjungi dirinya.


zizi tidak memiliki teman dan selalu menjadi korban buli. tidak ada yang berani mendekatinya karena takut di buli juga.


sedangkan untuk di keluarga nya ia dan ibunya di benci karena merupakan aib keluarga.


lin qin mempunyai 4 orang kakak. kakak pertama laki-laki, kakak kedua perempuan, kakak ke tiga dan ke empatnya laki-laki sedangkan lin qin merupakan anak bungsu.


di keluarga lin hanya bibi ke duanya saja yang tak pernah menganggapnya aib.


keluarga lin sebenarnya keluarga yang lumayan kaya. namun kaluarga ini memandang rendah perempuan apalagi setelah kakeknya tau putrinya hamil di luar nikah. kakek nya marah besar dan langsung mengusir lin qin dari rumah nya.


sejak saat itu lin qin memutus semua hubungan nya dengan keluarga lin. kecuali dengan kakak perempuan nya yang selalu membantunya.


zizi keluar kamarnya dan melihat lin qin sedang menata makan nya.


"zi'er kamu ingin berangkat sekolah? kau masih sakit kenapa tidak besok saja" kata lin qin


"zizi sudah tidak sakit bu jadi ibu tidak perlu khawatir" jawab zizi mengambil tempat duduk untuk dirinya sendiri.


"bukan kah bisa besok saja berangkat kesekolahnya? ibu sudah izin selama seminggu kepada guru kelasmu" kata lin qin berusaha mengubah keinginan putrinya. karena ia khawatir putrinya akan mengalami kejadian yang sama.


"ibu tidak usah khawatir zizi dapat menjaga diri zizi. zizi janji zizi akan baik-baik saja" jawab zizi menyakin kan lin qin.


lin tidak mengatakan apa-apa dan menyiapkan makanan untuk putri nya tapi setelah makan lin qin berusaha menggoyahkan fikiran putri nya.


namun sepertinya usaha lin qin tak berhasil. putrinya yang biasanya sangat menurut tiba-tiba sangat keras kepala. lin qin menghela nafas melihat punggung putrinya yang menjauh.

__ADS_1


__ADS_2