Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
44. pesan


__ADS_3

tring!


suara pesan membangunkan Zizi dari tidur nya. Zizi melihat ke sisi kanan ranjang nya dan melihan jean yang masih tertidur pulas.


"jam berapa ini?" gumam Zizi


hoaamm...


Zizi menguap karena masih mengantuk. tidurnya sangat nyenyak sampai-sampai dia tidak tahu jika badai yang ia ciptakan kemarin telah menjadi tranding topic di dunia maya. perusahaan yang menempati posisi 15 besar sebagai perusahaan paling berpengaruh di negara ini bangkrut dalam semalam, berita besar seperti ini jelas saja menggemparkan berbagai pihak belum selesai berita itu menguar berita tak kalah heboh nya datang menimpali berita tersebut Tuan besar keluarga Fu meninggal.


harus nya hari ini hari duka namun untuk banyak pihak ini lah awal kebahagiaan mereka. terutama bagi para artis di perusahaan hiburan keluarga Fu. banyak dari mereka yang bekerja di sana karena terpaksa, misal nya untuk melunasi hutang atau pun yang lain nya. mereka juga bekerja siang malam tanpa hasil yang besar sungguh sangat miris memang di dunia yang semakin modern ternyata perbudakan masih saja terjadi. dengan ada nya masalah ini perusahaan pun di tutup mereka dapat memulai hidup mereka kembali.


Zizi mencari di mana keberadaan ponsel nya dan menemukan benda itu di meja sebelah ranjang nya.


[**Zizi ini paman liu, kemarin terjadi hal yang sangat besar di acara perlombaan kau mungkin sudah tau dari teman-teman mu.


bisakah kita bertemu? paman sudah mendiskusikan nya dengan perusahaan, mereka setuju membuat kontrak dengan Sistem buatan kalian. jika kalian setuju mari bertemu dan bicarakan tentang detail nya**. ]


Zizi membuka pesan tersebut dan medapati sebuah keberuntungan saat membaca nya.


"wah ini sebuah awal yang bagus?!!" girang Zizi

__ADS_1


Zizi juga melihat jam yang tertera di sana jam enam lebih dua menit. ini masih sangat pagi.


'jika paman Liu mengirim pesan itu sepagi ini berarti dia termasuk orang yang sibuk bukan' fikir zizi


"Jean! bangun!" ucap Zizi kepada jean yang masih tertidur pulas memeluk bantal guling nya.


Zizi menggelengkan kepala melihat jean yang bahkan tak bergeming dengan panggilan nya. Zizi jadi teringat saat kenal dengan Jean dan joan waktu di awal-awal. penampilan mereka sungguh memprihatinkan bahkan Fisik mereka bertumbuh kurang baik dan tidak seperti anak seusia nya karena kekurangan gizi.


fisik mereka benar-benar kurus dan pendek untuk anak remaja berusia 15 tahun bahkan pertama kali melihat nya Zizi mengira mereka masih berusia 11 tahun.


Zizi memang sangat menyukai anak kecil melihat anak-anak di siksa seperti yang di alami jean dan joan membuat hati Zizi selalu tergerak menolong mereka.


melihat jean yang masih bergulat dengan selimut nya. Zizi tidak memanggil nya kembali. Zizi memilih untuk mandi dan bersiap menemui paman Liu. tentu saja setelah membalas pesan dari paman Liu.


[Paman Liu saya setuju mari bertemu di tempat yang paman tentukan]


setelah menjawab pesan Zizi meletakan kembali ponsel nya ke meja dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Disisi lain Liu Wei sedang berteriak gila setelah mendapat balasan dari Gadis incaran nya. Kemarin setelah pulang dari acara yang berakhir kacau itu Liu Jiang telah memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan milik Zizi Dan yang lebih mengejutkan nya lagi ayah nya juga berniat menaruh saham pada perusahaan baru itu.


Liu Wei yang melihat hal tersebut memandang masalah ini sebagai sebuah kesempatan. jadi Liu Wei memohon-mohon kepada ayah nya untuk menyerah kan negosiasi kerja sama ini pada nya dengan alasan untuk belajar. Awal nya Liu Jiang enggan karena tidak percaya dengan anak kurang ajar nya, tapi Liu Wei terus memohon-mohon kepada Liu jiang membuat Liu jiang tak ada pilihan lain selain menuruti kemauan anak nakal itu. Liu jiang hanya berharap anak kurang ajar itu tidak bertindak semau nya sendiri dan membuat semua nya berantakan.

__ADS_1


karena terlalu bersemangat memikirkan akan bertemu gadis nya Liu wei bahkan sampai tidak bisa tidur. Jam 4 pagi Liu Wei sudah bangun dan tidak sabar untuk mengirimkan pesan kepada gadis nya. tetapi karena masih pagi Liu Wei tidak mungkin mengirim kan pesan subuh-subuh. itu sama saja dia telah menganggu tidur gadis nya bisa-bisa kesan buruk Zizi kepada Liu wei akan bertambah dan jalan Liu wei untuk mendekati Zizi akan tertutup.


Liu Wei tidak ingin itu terjadi tetapi karena tidak dapat tidur kembali Liu Wei membanggunkan asisten Zhi untuk menemani nya. Liu wei bahkan tidak sadar jika asisten Zhi tertidur lagi saat Liu wei fokus melihat jam yang berada di dinding. 2 jam berlalu akhir nya jam 6 pagi Liu wei langsung mengirimkan pesan kepada Zizi tentu saja menghunakan nama ayah nya.


"Asisten Zhi persiapkan baju terkeren ku!" Teriak Liu Wei dengan semangat.


Asisten Zhi yang tertidur dengan posisi duduk pun sangat kaget mendengar teriakan tersebut sampai dia terjungkal ke belakang dari tempat duduk nya.


Bruk!


"Asisten zhi kau tidak apa-apa?! apa kah sakit!!" teriak panik Liu wei melihat wanita peruh baya itu terjatuh.


"saya tidak apa-apa tuan muda" jawab asisten zhi dengan serius setelah berhasil berdiri.


"benar kah? wah kau sangat kuat asisten zhi tadi nya aku akan memanggil dokter karna ku kedengaran nya kau jatuh sangat parah. tapi seperti nya tidak ya? kalau begitu asisten zhi persiapkan baju ku yang paling keren! aku ingin menemui Nona penyelamat ku" ucap Liu wei dengan polos.


asisten zhi hanya menangis darah, seberapa tidak peka nya tuan muda nya ini? sudah jelas-jelas dia jatuh dengan sangat keras tadi kenapa masih bertanya sakit atau tidak!


asisten zhi tidak lama-lama menyeruntuki nasib nya dan pergi melaksanakan perintah tuan muda nya. sedangkan di kamar Liu wei sedang berbunga-bunga. jantung nya berdebar kencang karena akan bertemu dengan pujaan hati nya.


"Aku benar-benar tidak sabar bertemu dengan nya. apa aku harus membawa bunga? atau coklat?? ku dengar wanita suka hal manis seperti itu bukan?" kata Liu Wei dengan semangat dia bahkan melupakan apa tujuan nya bertemu dengan Zizi.

__ADS_1


__ADS_2