
penghormatan, popularitas dan kekayaan?
aku sudah punya semua itu, di juluki sebagai pria muda paling berbakat. aku Liu wei tuan muda dari keluarga Liu sudah melihat banyak wanita tetapi aku tak pernah percaya akan ada nya cinta.
tapi ku rasa aku sekarang merasakan nya sekarang.
"hallo tuan bisa lepaskan nona kami!" ucap carl tidak senang.
pria ini sudah lebih dari 5 menit tak bergerak memegang tangan nona nya.
liu wei yang sedari tadi fokus kepada gadis yang menolong nya kini tersentak dan sadar.
wajah cantik tanpa polesan dan tubuh mungil namun kuat membuat gadis itu tambah mempersona.
**DEG...
DEG...
DEG**...
jantung liu wei berdetak kencang, bahkan wajah nya yang putih susu memerah karena malu.
liu wei bangun dari pelukan zizi dengan wajah canggung sekaligus malu. sedangkan zizi hanya memasang wajah biasa saja. seperti kejadian tadi bukan apa-apa bagi nya.
beberapa menit yang lalu, zizi dan rombongan telah mendarat di bandara yang berada di Kota C.
saat melintasi lobi bandara zizi melihat kerumunan manusia yang berkumpul membuat sesak.
zizi bahkan menghela nafas untuk menghilangkan kekesalan nya. kerumunan manusia ini bukan hanya memenuhi lobi bandara. tetapi juga menganggu orang yang akan keluar masuk bandara.
"kita tunggu disini, bisa-bisa kita terinjak-injak jika memaksa menerobos" kata zizi sambil duduk di sediakan di sana.
"baik tuan" ucap semua orang mematuhi.
1 jam kemudian
kerumunan yang berada disana semakin banyak dan sesak. bahkan lobi bandara yang luas pun sedikit mengecil. karena kedatangan kerumunan orang itu.
kerumunan orang tersebut terdiri dari wanita dan wartawan itu berteriak gila membuat suasana menjadi berisik.
carl dan yang lain nya memasang wajah sebal. mereka sudah menunggu sampai satu jam. tetapi kerumunan manusia-manusia ini bukan nya surut malah bertambah banyak.
bahkan zizi yang sedari tadi diam pun aura nya sudah dingin dan mencengkam.
__ADS_1
mereka tau bahwa tuan mereka sangat benci membuang-buang waktu. menunggu sampai satu jam sudah merupakan pemborosan waktu bagi nya.
"om carl cari tahu siapa yang datang kenapa bisa ramai seperti ini" ucap jean dengan muka di tekuk.
"jean! berhenti memanggil ku om" jawab carl tidak terima.
jean akan menjawab namun berhenti karena zizi menatap tajam diri nya.
"berhenti berdebat, carl tanyakan kepada salah satu dari mereka" ucap zizi dengan suram.
carl tidak membantah dan berjalan ke kerumunan. namun baru beberapa langkah carl berhenti, karena kerumunan tersebut berlari menuju seorang pria yang berjalan bersama bodyguard nya.
"WEI!!!"
"LIU WEI!!!"
"LIU WEI AKU CINTA PADAMU!!"
"TUAN MUDA LIU WEI!!"
"SUAMIKU!!"
berbagai teriakan terdengar, jeritan-jeritan itu membuat zizi penasaran dan melihat seorang pria tampan berambut merah muda dengan mengenakan sweater biru.
gaya pria ini mirip sekali dengan lee ming. tetapi wajah nya sedikit lebih tampan pria ini.
"eh bukan kah dia tuan muda liu? seorang artis dan model yang sekarang sedang populer" ucap seorang yang duduk tak jauh dari zizi.
"benar ku dengar usia nya baru 18 tahun. muda, berbakat dan dari keluarga kaya. andai saja usia ku masih muda aku pasti akan mengejar nya" ucap seseorang di sebelah nya.
zizi mendengarkan ucapan mereka dan melihat pria itu berjalan di lindungi bodyguard nya. namun karena banyak nya orang yang mengerumuni nya bodyguard nya kalah jumlah.
bahkan pria yang para bodyguard itu lindungi tercakar dan terhimpit-himpit penggemar nya.
tetapi bukan hal itu yang menjadi fokus utama zizi. tetapi seseorang yang mengenakan hodie berwarna hitam dan memakai masker dengan warna yang senada.
pria itu berada di antara kerumunan yang mengelilingi pria berambut merah itu. sorot mata pria berhodie itu mengisyaratkan kebencian. dan ditangan pria tersebut terdapat sebuah pisau, yang siap di tanjapkan ke korban nya kapan saja di waktu yang pas.
bukan hanya zizi yang melihat nya tetapi carl dan mark juga melihat hal tersebut. mereka tadi nya tak ingin ikut campur namun hal itu seperti nya hanya fikiran mereka. karena zizi memerintahkan merka untuk menolong pria berambut merah tersebut.
"selamatkan dia. carl dan mark buka jalan untuk ku." perintah zizi
"tuan..." ucapan protes carl terhenti ketika melihat sorot mata zizi yang tak mau di bantah.
__ADS_1
carl dan mark segera mendorong beberapa orang membuat kerumunan marah dan berhenti sejenak.
saat semua perhatian mengarah kepada keributan yang diciptakan oleh carl dan mark. pria berhodie tersebut siap menancapkan pisau nya kepada liu wei.
namun zizi tiba-tiba muncul dan menarik liu wei. lalu menendang pria pria berodie hitam tersebut hingga pria berhodie tersebut tersungkur ke tanah.
kejadian itu sangat cepat sampai beberapa orang di sekitar nya tersadar dan berteriak.
bodyguard pria berambut merah juga langsung meringkus pria berhodie hitam yang akan kabur setelah gagal menusuk liu wei.
"Aaaa!" teriak kerumunan langsung mundur
"LIU WEI BRENGSEK!! KEMBALIKAN ADIK KU! KEMBALIKAN!! BERANI NYA KAU... SEHARUS NYA KAU MATI AGAR BISA MENEMANI ADIK KU !!" teriak pria tersebut memaki liu wei.
namun orang yang di maki masih termenung. sambil memandang ke arah tangan nya yang di pegang seorang gadis.
wartawan yang mengetahui berita berharga tak menyiak-nyiakan kesempatan dan memotret kejadian tersebut.
namun menager liu wei bertindak cepat bersama beberapa bodyguard menghalau para wartawan. jika berita ini tersebar pasti akan buruk untuk citra liu wei dan keluarga liu.
dan jika itu sampai terjadi bisa-bisa semua orang yang di tugaskan oleh keluarga liu akan dalam bahaya.
keluarga liu merupakan keluarga pengusaha dan politikus. orang-orang berpengaruh banyak terdapat di keluarga tersebut.
dan keluarga ini menampati urutan ketiga sebagai keluarga terkaya di china. dan liu wei merupakan cucu langsung dari kepala keluarga saat ini yang merupakan kakek liu wei.
jadi tak heran jika liu wei dalam bahaya bisa-bisa hidup mereka juga terancam.
"nona maaf saya tidak sopan. nama saya liu wei terima kasih telah menyelamatkan saya" ucap liu wei dengan senyum cerah.
liu wei sudah berhasil menguasai kecanggungan nya. jadi liu wei mengeluarkan senyum andalan nya yang bisa meleleh kan hati wanita dalam sekejap.
bahkan para penggemar seakan melupakan kejadian menagangkan tadi dan berteriak memuji ketampanan liu wei.
namun seperti nya senyum itu tidak mempan bagi zizi. zizi hanya menatap nya tanpa reaksi membuat suasana jadi canggung.
"namaku lin mingzi" jawab zizi datar
"nona lin mingzi bisakan anda makan siang bersamaku. ini sudah waktu nya jam makan siang" kata liu wei percaya diri karena mengira zizi akan menerima ajakan nya dengan mudah. namun hal itu tidak terjadi...
"maaf aku tidak bisa... lain kali jika kau ingin jumpa penggemar jangan disini kau membuang waktuku" ucap zizi datar.
zizi melangkahkan kaki nya meninggalkan kerumunan orang yang mematung bersama carl dan yang lain nya.
__ADS_1