Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
29. ketahuan


__ADS_3

"ayah!"


"tuan!"


liu wei dan asisten zhi berteriak bersamaan karena terkejut. bagaimana bisa mereka ketahuan!


bukan kah dari tadi Liu jiang sedang berbicara dengan Zizi. kapan Liu jiang mengetahui keberadaan mereka.


ketika Liu wei ingin menanyakan nya, Liu jiang sudah menjawab pertanyaan nya.


"Apa kau lupa jika aku memasang GPS di tubuh mu? sekarang jawab pertanyaan ku sedang apa kalian berdua disini?


Liu wei bukan kah ayah sudah mengajak mu kesini kemarin dan apa jawaban mu acara seperti ini tidak cocok sama sekali dengan ku. hanya para orang tua seperti ayah saja yang menghadiri lomba membosan kan ini.


bukan kah itu yang kau katakan?" kata Liu jiang dengan dingin.


wajah ramah yang tadi di tampilkan di depan Zizi lenyap entah kemana.


Liu wei menatap mata ayah nya sedangkan asisten zhi berdiri di belakang Liu wei tak berani bersuara. Liu jiang melipat tangan nya menunggu penjelasan dari putra nya.


Liu wei sendiri bingung harus menjelaskan bagaimana. tidak mungkin Liu wei mengatakan diri nya sedang jatuh cinta dan sedang mengejar gadis nya. bisa-bisa dia di ejek oleh ayah nya sendiri.


"LIU WEI !" kata Liu jiang dengan penuh penekanan.


sedangkan Liu wei masih bingung harus menjawab apa asisten zhi lebih tanggap akan keadaan dan langsung menjawab.


"Tuan, tuan muda tiba-tiba tertarik ke sini. kata tuan muda tidak ada salah nya untuk ke sini dan menonton" kata asisten zhi dengan lancar muka serius perempuan paruh baya itu mampu menutupi kegugupan yang di alami nya.


di dalam hati nya asisten zhi sudah berdoa agar tuan nya percaya dengan kebohongan nya. bahkan keringat dingin tak mampu asisten zhi cegah untuk keluar saking gugup nya dia.


Liu wei juga menundukan kepala karena gugup. sama seperti asisten zhi liu wei berharap kebohongan wanita itu di percaya oleh ayah nya. jika tidak entah berapa puluh pertanyaan yang harus Liu wei jawab dari ayah nya.


"hem... benarkah?" tanya Liu jiang dengan ragu.


hal ini membuat Liu wei maupun asisten zhi meneguk ludah mereka sendiri karena gugup.

__ADS_1


"sudah lah... tapi bagus juga kau sudah sedikit sadar. kau harus banyak-banyak bla...bla...bla...."


dan di mulai lah acara ceramah dadakan. meski mendapat banyak petuah baik Liu wei maupun asisten zhi dapat menghela nafas lega. kegugupan mereka sedikit menghilang.


sedangkan shi lin dan hongju saat ini sedang berjalan tak jauh dari kelompok Zizi. mereka mengikuti zizi dengan jarak yang agak jauh karena takut orang yang mereka ikuti sadar akan keberadaan mereka.


apalagi dengan ada nya dua pembunuh bayaran itu di samping gadis nya sebenar nya membuat shi lin sangat khawatir dengan keselamatan gadis kecil nya.


namun sejauh ini karena dua pembunuh bayaran itu tak bertindak aneh-aneh kepada gadis nya. bahkan terkesan sangat patuh pada gadis kecil nya shi lin tak mempersalah kan nya lagi.


rencana nya shi lin dan hongju hanya akan mengawasi Zizi dari jauh. tetapi entah mereka berdua sadar atau tidak mereka sekarang berjalan ke jalan yang sepi dan tiba-tiba...


Brakk!


shi lin dan hongju jatuh tersungkur ke tanah.


"akhirnya tertangkap juga dua tikus ini. sudah beberapa hari ini mereka mengintai kita. harus kita apa kan mereka bos" kata jean dengan muka bengis nya.


selama ini mereka sudah tau jika di intai beberapa orang tapi mereka diam saja dan membiarkan nya. tapi sudah beberapa hari berlalu beberapa orang ini terus saja mengintai mereka. bahkan sampai mereka pergi ke Kota C orang-orang ini bukan nya berkurang malah makin bertambah membuat mereka khawatir jika itu adalah suruhan pria tak tahu malu itu Lee ming.


tetapi setelah di amati orang-orang ini seperti nya tak memiliki niat jahat hanya mengumpulkan informasi dan mengirimkan nya kepada seseorang. karena itu mereka tau bahwa itu bukan Lee ming. pria tak tahu malu itu tidak memiliki alasan untuk menyelidiki mereka. kalau pun ingin pasti orang-orang suruhan Lee ming akan langsung membunuh mereka tanpa banyak bicara.


shi lin dan hongju masih terkejut dan mereka sudah di tekan di tanah. membuat mereka bingung harus melakukan apa.


Orang yang menekan mereka berdua adalah Jeje dan Jojo. si kembar pula lah yang telah melumpuh kan shi lin dan hongju. mereka berdua menyelinap tanpa shi lin maupun hongju ketahui dan menyergap kedua nya.


walaupun bela diri kedua nya lebih rendah dari carl atau pun Mark yang seorang tukang pukul. mereka tetap saja tidak bisa di remeh kan.


untuk melumpuhkan 10 orang dewasa pun mereka berdua mampu melakukan nya.


"mereka benar- benar telah masuk ke kandang serigala. lihat saja mereka akan habis karena membuat bos marah" ucap jojo


shi lin dan hongju akhirnya sadar ketika Zizi, carl dan mark yang tadi berjalan di depan mereka sudah berada tepat di depan mereka berdua. tetap saja shi lin di keadaan seperti ini tak mampu mengontrol perasaan nya.


melihat Zizi dari dekat membuat jantung nya berdetak beberapa kali lebih cepat. bahkan seorang CEO yang dikatakan sebagai orang yang kejam dan dingin ini dapat merasakan perasaan gugup untuk pertama kali nya dalam hidup nya.

__ADS_1


membuat shi lin tak mampu berbicara, hongju yang melihat shi lin berkeringat dingin dan gugup akhir nya berbicara. hongju tidak ingin babak belur dan masuk rumah sakit oleh orang-orang Zizi.


apalagi hongju sudah mengetahui bahwa ada pembunuh bayaran di antara mereka. hongju benar-benar merasa diri nya merupakan orang yang paling sial sedunia. niat nya untuk menghindari pekerjaan kantor yang membosan kan malah menempatkan nya pada bahaya yang mengancam nyawa setiap saat.


"TUNGGU! Tunggu kalian salah paham!!!" teriak Hongju dengan panik


Zizi yang mendengar teriakan ini berhenti berjalan sejenak sebelum memandang mereka berdua.


"jeje, jojo lepaskan mereka. mereka tidak jahat" kata Zizi.


mendengar teriakan panik ini saja sudah membuktikan bahwa mereka bukan seorang mata-mata profesional. tak ada seorang mata-mata yang berteriak seperti seorang gadis yang akan di perkosa seperti ini.


jika hongju dapat melihat isi hati Zizi sekarang pasti dia akan langsung muntah darah dan pingsang. bisa-bisa nya pria jantan seperti nya di sama kan dengan seorang gadis yang tak berdaya.


hongju bernafas lega karena perintah Zizi namun baru saja hongju menghirup udara kata-kata salah satu anakbuah Zizi membuat nya tersedak nafas nya sendiri.


"tapi bos?! bagaimana kalau mereka berpura-pura? walaupun suara teriakan nya seperti seorang gadis yang akan di lecehkan tapi kita tidak bisa melepaskan mereka begitu saja bos!" ucap jeje tak terima jika orang yang sudah ia lumpuh kan di lepaskan begitu saja.


"HEY siapa yang kau panggil gadis!! Aku ini pria jantan! aku ulangi aku pria jantan!!" teriak hongju tak terima.


"DIAM!" Ucap Shi lin dan Zizi secara bersamaan membuat suasana menjadi hening.


"bos seperti nya aku mengenali suara ini. dia adalah orang yang menjadi korban kami bos" ucap carl memecahkan keheningan.


"sekarang kalian sudah tau... lepaskan kami!" teriak hongju.


jojo dan jeje masih diam bahkan menekan mereka berdua kembali ke tanah. mereka memandang Zizi yang wajah nya masih tenang menghadapi semua kejadian ini.


"lepaskan mereka" perintah Zizi


jojo dan jeje melepaskan ke dua orang ini dengan enggan.


"sudah ku bilang ini salah paham kenapa kalian tidak melepaskan aku! ini sangat sakit. lihat lah bla...bla...bla..."


hongju mulai berbicara tanpa henti membuat semua orang disana memandang nya dengan jengah. bahkan jeje pun memandang pria itu tak percaya baru kali ini jeje melihat bermulut cerewer seperti hongju.

__ADS_1


__ADS_2