
sedangkan shi lin sampai di bandara setelah keributan tersebut berakhir. jadi shi lin tidak tahu jika ada sebuah kejadian yang melibatkan zizi.
shi lin berjalan sendirian tanpa menggunakan bodyguard. shi lin hanya membawa hongju.
ya benar pria ceria nan ramah ini memohon-mohon untuk ikut. hongju tidak ingin mengerjakan berkas segunung di kantor. jadi terpaksa shi lin harus memerintah kan orang lain untuk menggantikan nya sementara.
mereka berdua terpaksa menggunakan masker dan topi untuk menyembunyikan identitas mereka. walaupun mereka bukan seorang aktor namun ketenaran mereka sudah setara dengan mereka.
lihat saja sekarang walau pun sudah mengenakan masker dan topi serta baju biasa saja. nyata mereka masih banyak menyita perhatian.
para pengemar liu wei dan wartawan yang tersisa dari kerumunan tadi yang masih berada di sana pun memandang ke dua pria tersebut.
bahkan jantung shi lin dan hongju hampir copot karena mengira para wartawan mengetahui identitas mereka.
"lin seperti nya tadi ada orang penting datang. banyak sekali orang yang berkumpul disini" ucap hongju
mereka sekarang sudah berada di mobil yang menjemput mereka. mereka berdua bahkan menghela nafas lega. tadi nya mereka mengira akan ada adegan kejar-kejaran untung saja para wartawan itu tidak sadar keberadaan mereka.
"hm" gumam shi lin sambil mengalihkan pandangan nya ke jalan raya.
.
.
.
.
.
"selamat datang di hotel kami"
sapa kariawan hotel dengan ramah, sekarang zizi dan kelompok nya sudah berada di hotel.
setelah kejadian tadi zizi tidak mengatakan apa pun. bahkan semua orang juga memilih diam. mereka tidak menanyakan apa pun atau berbicara apa pun. mereka cukup tau kondisi tuan mereka. mereka tidak ingin zizi merasa lebih terpuruk karena pertanyaan mereka.
"kami memesan 2 kamar untuk 3 hari" ucap carl
resepsionis langsung melayani mereka dengan senang hati. jarang ada tamu tampan dan cantik seperti ini datang ke hotel biasa seperti hotel mereka.
__ADS_1
setelah resepsionis memberi tahu nomer kamar. lalu salah satu kariawan hotel tersebut mengantar mereka ke kamar hotel.
zizi sekamar dengan jean sedangkan carl sekamar dengan mark dan joan. matahari sudah mencapai ubun-ubun dan hari sudah semakin siang.
rencana nya mereka akan mencari makanan untuk mengisi perut mereka yang kosong. namun karena kejadian tadi zizi tidak ikut dan memilih untuk tidur.
"kak maaf kan aku dan tolong jaga ibu ku baik-baik...." suara itu adalah suara terlembut yang pernah zizi dengar.
zizi ada di terjatuh dalam lubang kegelapan dan suara lembut itu memecahkan kesunyian di sana.
dingin, sendirian zizi pernah merasakan ini sebelum nya. zizi ingat dengan jelas kapan hal ini terjadi.
"kak hidup lah dengan baik, berjanji lah bahwa kau akan melanjutkan hidup mu kak" kata suara itu kembali.
zizi ingin menjawab tapi suara nya tercekat tak ada suara yang keluar dari kerongkongan nya. kegelapan menelan semua nya....
"hidup lah dengan baik...." untuk kesekian kali nya suara itu menyuruh zizi untuk hidup dengan baik.
zizi merasa air mata sudah membasahi pipi nya. namun suara nya tidak keluar hanya sebuah air yang mengalir dengan sunyi.
"TUAN!"
zizi membuka mata nya dan melihat carl dan yang lain nya berada di kamar nya. raut wajah hawatir terlihat jelas di dala raut wajah mereka.
zizi mengusap wajah nya dan zizi terteguh.
'hm... basah? aku menangis?' tanya zizi dalam hati.
"tuan! apa kah kau baik-baik saja" ucap carl khawatir
zizi menengok ke arah carl dan melambaik kan tangan nya. mengisyaratkan dia tidak apa-apa.
zizi ingin bicara namun suara nya serak karena menangis.
zizi diam sejenak menghembuskan nafas nya untuk menstabilkan emosi nya.
suasa menjadi hening tak ada yang berani bersuara. zizi butuh waktu untuk membuat suara nya seperti sedia kala. tetapi mata nya yang bengkak tak bisa berbohong jika dia baru saja menangis.
"apa yang terjadi?" tanya zizi dengan serak.
__ADS_1
"tuan kami hanya mencari makan selama 30 menit dan setelah itu kembali kemari. tetapi saat melewati kamar bos kami mendengar suara tangisan dari kamar ini. tadi nya kami tidak ingin masuk. tetapi suara tangisan itu bertahan sampai 3 jam lama nya. karena itu kami khawatir dan nekat menerobos masuk.
tetapi saat kami masuk kami malah melihat tuan yang tertidur sambil menangis kencang. kami tambah khawatir jadi kami berusaha membangunkan tuan.
sudah 30 menit kami berusaha membangunkan tuan tetapi belum juga berhasil. kami ingin membawa tuan ke rumah sakit jika saja beberapa menit lagi tuan tidak bangun" jelas carl panjang lebar dengan panik bahkan lupa mengatur nafas nya.
"benar tuan kami sangat khawatir dengan anda" ucap joan
"saya kira anda kerasukan roh makan nya saya juga sangat mengkhawatir kan ada" ucap mark dengan datar.
pandangan mereka semua mengarah kepada nya dengan tatapan 'apa kata mu?' begitu lah maksa semua tatapan. namun mark diam dan mengalihkan pandangan nya ke samping.
zizi mengehela nafas dan memijat kepala nya yang berdenyut.
" huft... sudah lah jangan bicara omong kosong lagi. sekarang mana makanan ku perut ku sudah saangat lapar" kata zizi sambil memegangi perut nya yang berbunyi.
semua nya tak bisa menahan tawa karena suara perut zizi yang sangat lantang.
suasana kembali hangat dan setelah itu zizi makan dengan tenang. carl dan mark sedang menonton televisi. sedangkan jean dan joan sedang fokus kepada laptop mereka.
sistem yang zizi dan si kembar rancang sebenar nya masih butuh sedikit perbaikan. namun mereka yakin jika mereka akan memenangkan perlombaan ini.
perlombaan ini juga adalah sebuah ajang promosi dan awal berdiri nya perusahaan mereka.
perlombaan ini sebenar nya di adakan untuk umum. dapat di ikuti individu atau mewakili sebuah kelompok ( perusahaan). tetapi kebanyakan peserta merupakan perwakilan kelompok. bahkan banyak perusahaan terkemuka datang untuk mengikuti perlombaan ini.
maka dari itu memenangkan ini dapat menaikan popularitas sebuah perusahaan. selain itu perlombaan ini juga menghadiahkan juara satu hadiah 1 miliar, juara dua 500 juta dan juara tiga 100 juta. memang untuk perusahaan besar uang itu bukan apa-apa. namun bagi perusahaan kecil dan menengah itu dapat menaikan modal perusahaan mereka.
sekali tepuk satu dua pulau terlampaui jadi kenapa tidak.
"tuan kami berdua sudah memperbaiki kesalahaan nya. kami yakin dapat memenangkan perlombaan ini dengan mudah"ucap joan yakin.
"benar tuan kita berdua yakin dengan sistem yang tuan rancang kita skan menang dengan mudah" kata jean
"kalian jangan terlalu yakin, walaupun kalian yakin. kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. cek kembali" perintah zizi.
"baik tuan" jawab joan dan jean.
mereka berdua kembali fokus kepada laptop mereka.
__ADS_1