
"nona Lin perkenalkan nama ku Liu Wei disini saya akan mengantikan ayah saya untuk menangani kontrak kerja sama kita. maafkan kelancangan saya yang waktu berada di bandara. saya berharap nona Lin tidak menganggap serius perilaku tidak sopan saya dan terima kasih karena telah menyelamatkan saya" ucap Liu Wei
Liu wei berusaha seprofesional mungkin dan senaturaln mungkin untuk membuat Zizi terkesan. lalu karena salah satu orang kepercayaan Zizi mengenal nya dia tidak etis jika Liu Wei berpura-pura tidak mengenal jadi dia sengaja mengucapkan kata-kata maaf dan terima kasih kepada zizi.
kemampuan beradaptasi Liu Wei ini benar-benar luar biasa seperti bunglon yang dapat mengubah diri nya seperti Lingkungan nya agar tidak di buru predator seperti itu lah Liu wei. tak heran Liu wei bisa mendapatkan penghargaan karena ektingnya dalam beberapa drama dan di labeli orang muda paling menjanjikan dan berbakat karena kemampuan nya ini.
bahkan banyak orang yang mengatakan dia akan menjadi raja aktor di masa depan karena kemampuan dan karir nya yang gemilang.
Mark menonton Liu Wei dengan pandangan menyelidik. Orang ini sejenis dengan orang kemarin (Mu Shi Lin) bahkan yang ini seperti nya lebih licin dalam berbohong dari pada orang kemarin. kesimpulan Mark mereka harus berhati-hati dengan orang ini karena mark merasa orang ini punya magsud lain kepada tuan nya.
prediksi Mark memang benar tetapi yang tidak mark prediksi adalah magsud pria-pria ini mendekati tuan nya. jika mark tau kenyataan nya sudah pasti dia akan memepertanyakan kemampuan nya sendiri sebagai seorang psikolog.
ketika mark sadar semua nya telah terlambat karena pria-pria ini perlahan tapi pasti telah menjadi bagian dari kehidupan tuan nya.
"Hm tidak usah minta maaf atau berterima kasih karena waktu itu kami hanya secara kebetulan menyadari kejadian tersebut. mari kita bicarakan saja tentang kontrak kerja sama kita" ucap Zizi tersenyum ramah.
"ah benar terima kasih atas toleransi anda. silahkan di lihat ini" ucap Liu wei masih tersenyum hatinya sangat bahagia dapat melihat senyuman manis gadis itu.
Liu Wei menyerahkan sebuah surat kontrak yang di berikan ayah nya. dia juga telah mempelajari nya meskipun hanya sedikit yang dia tahu dan mengerti namun secara garis besar kontrak kerja sama ini benar-benar menguntungkan kedua belah pihak.
Zizi menerima dan membaca nya dengan teliti. setelah membaca nya Zizi tak butuh waktu lama untuk menyetujui nya walaupun dia agak gagal fokus dengan nama perusahaan yang ingin menjalin kerja sama bisnis dengan diri nya.
Zizi menutup kontrak tersebut dan memberikan nya kepada Carl untuk di baca dan periksa. Zizi memandang Liu wei.
Liu Wei yang tiba-tiba di tatap Zizi menjadi sedikit gugup bahkan saat mata mereka bertemu jantung Liu Wei rasanya akan copot dari tempat nya karena saking kencang nya suara detak jantungnya.
__ADS_1
"tadi anda mengatakan nama anda Liu Wei bukan?" tanya Zizi tak yakin.
"ah benar namaku Liu Wei" ucap Liu wei secara spontan.
"Nona kenapa aku merasa sangat familiar dengan marga nya? Liu ?" kata jean.
"jawab pertanyaan ku apakah paman Liu Itu CEO perusahaan Liu yang menempati 3 besar sebagai perusahaan terbesar di negara ini" ucap Carl
mereka menatap Liu Wei dengan pandangan penuh tanya. mereka merupakan bukan orang yang suka menonton drama jadi mereka tidak mungkin mengenali Liu Wei sebagai seorang aktor. mereka menonton televisi untuk menonton berita dan di berita tidak mungkin secara terang-terangan meliput konglomerat untuk alasan privasi. jadi muka keluarga terkemuka seperti keluarga Liu ini tidak familier jika bukan sering menghadiri acara dari kalangan atas mungkin mereka tidak akan di kenal sama sekali.
Liu wei di pandang orang-orang ini benar-benar membuat nya gugup. seperti nya orang-orang ini benar-benar tidak mengenal nya. fakta ini benar-benar membuat Liu wei sedikit shok, Jika anggota keluarga Liu yang lain tidak di kenal itu wajar karena mereka jarang tampil di publik sedangkan diri nya itu sama sekali tidak wajar karena hampir setiap hari wajah nya terpapang di televisi dan media sosial, orang-orang yang tidak yang bukan termasuk penggemarnya saja banyak yang tau diri nya siapa.
"benar nama perusahaan kami Liu Grup, saya merupakan anak dari CEO saat ini yaitu ayah saya Liu Jiang atau mungkin kalian mengenal nya sebagai paman Liu" ucap Liu Wei membenarkan ucapan Zizi dan yang lain.
bibir Liu Wei berkedut tega nya mereka menjawab penjelasan nya secara singkat seperti ini. andai saja Liu Wei tidak menyukai gadis ini mungkin saat ini Liu Wei sudah memiliki rencana untuk menghancurkan gadis ini sampai ke akar-akar nya.
Huuffttt...
Liu Wei menghela nafas untuk membuang jauh-jauh fikiran itu. jangan sampai itu benar-benar terjadi dan membuat hubungan nya bersama Zizi semakin berbelit.
"Jadi Nona Lin apakah anda setuju dengan kerja sama ini?" tanya Liu Wei
"saya setuju tetapi untuk membeli saham perusahaan Liu tidak bisa membeli 30% kalian bisa membeli nya maksimal 20% saja" ucap Zizi menjelaskan.
memang di kontrak ini juga menjelaskan tentang niat perusahaan Liu untuk menjadi investor bagi perusahaan Zizi tetapi menurut Zizi 30% itu sangat besar dia tidak mungkin memberikan nya.
__ADS_1
" baik saya akan bicarakan lagi kepada ayah saya" ucap Liu Wei.
Liu Wei belum mengerti masalah ini dengan jelas tidak mungkin dia menyetujui tanpa memberi tahu ayah nya.
"terima kasih atas pengertian anda, saya akan tanda tangan kontrak ini" ucap Zizi.
Setelah mencapai kesepakan Liu Wei berniat mengajak Zizi dan yang lain nya makan siang. Liu wei tidak ingin menyiak-nyiakan kesempatan ini. Zizi dan yang lain nya tidak menolak karena mereka juga sudah lapar.
"Nona Lin..." kata-kata Liu Wei terputus oleh kata-kata Zizi.
"kau bisa memanggilku Zizi tidak perlu memakai nona" ucap Zizi
"oh kalau bigitu saya tidak akan sungkan. panggil aku wei juga jangan tuan" ucap Liu Wei dengan senang karena berhasil sedikit lebih dekat dengan zizi.
"iya wei, ada yang ingin anda tanyakan?" tanya Zizi menghentikan makan nya sejenak.
sedangkan yang lain tidak perduli dan tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan tuan mereka. mereka masih tetap fokus dengan memakan makanan mereka.
"benar kalau boleh saya tahu Zizi masih sekolah?" tanya Liu wei.
"masih tetapi untuk saat ini tidak. saya melakukan kesalahan jadi sekolah memberikan saya libur sendirian" ucap Zizi dengan Cuek.
berbicara tentang hal itu membuat Zizi teringat tentang Pria belidah penjilat itu (Kepala sekolah Yang). melihat sikap nya yang benar-benar tidak adil benar-benar membuat Zizi berkeinginan untuk memukuli Otak ayam itu sampai sadar.
Zizi menggenggam tangan nya kencang karena hal itu.
__ADS_1