Balas Dendam Nona!

Balas Dendam Nona!
35. membangunkan harimau yang tertidur


__ADS_3

babak penyisihan tahap ke dua pun di mulai. satu persatu peserta gugur dalam waktu beberapa menit saja sudah banyak peserta yang tertunduk lesu karena sistem mereka berhasil di retas. dari 30 peserta hanya tersisa 10 orang saja. padahal waktu yang di tentukan masih sangat lama tinggal menunggu waktu siapa yang akan masuk ke Final.


Fu nue memandang kelompok Carl dengan tatapan merendah kan. dari sepuluh peserta sistem milik Fu teknologi memang masih bertahan. jadi Fu nue merasa sangat percaya diri jika sistem buatan perusahaan nya akan menjadi pemenang nya seperti tahun-tahun kemarin.


Carl,jojo dan jeje tidak menengok apa lagi menatap wanita jelmaan Annabelle yang berada di samping mereka. mereka tidak perduli wanita itu mau berbuat apa yang penting mereka percaya dengan tuan mereka. mereka yakin mereka pasti akan masuk final dan memenangkan perlombaan ini.


selama mengikuti tuan nya mereka belum pernah merasa kecewa sedikit pun. mereka bersyukur karena dapat mengenal tuan sebaik tuan mereka. walaupun Sifat tuan mereka dingin tetapi di balik itu semua dia sangat baik dan tulus. mereka merasa beruntung karena hal itu.


sedangkan disisi lain di sebuah kamar hotel bintang 5 yang mewah. dua orang pria sedang sibuk dengan laptop mereka. mereka adalah Mu shi lin dan hongju. mereka berdua sudah membuka dan melihat isi flashdisk yang di berikan oleh Zizi.


hasil nya mereka terkejut bukan main karena bukti tersebut menunjukan sebuah data penggelapan dana perusahaan yang jumplah nya tidak sedikit. Mu shi lin maupun hongju tidak mungkin percaya begitu saja dengan bukti ini jadi saat ini mereka sedang mengerahkan semua orang-orang mereka untuk mencari bukti dan kebenaran nya.


hongju menghela nafas sudah beberapa jam sejak kejadian di Cafe itu. Rasa nya hongju sulit percaya jika sahabat nya dapat berbuat seperti ini. rasa nya tidak mungkin apalagi untuk orang yang terlihat sangat polos seperti seorang Mu Chen.


"lin bagaimana jika semua bukti yang Nona mingzi berikan itu benar? apa yang akan kau katakan kepada kakek?" tanya hongju lirih.


Tuan besar Mu meskipun orang yang keras dan dingin merupakan orang yang perhatian dan menyayangi keluarga nya walaupun cara menyayangi nya sedikit berbeda dari orang biasa nya. termasuk kepada Mu Chen walaupun dia hanya cucu angkat nya saja Tuan besar Mu membesarkan dan memberi fasilitas yang sama seperti dia memberi fasilitas kepada Mu Shi Lin.


bahkan untuk bukti keadilan nya Tuan besar Mu memberi Mu Chen 5% saham grup Mu. mungkin bagi orang awam yang tak tahu masalah seperti ini akan menganggap tuan besar Mu sangat pelit namun perlu di ingat 5% saham saja sudah Cukup untuk membiayai kehidupan Mu Chen seumur hidup nya. jadi memberikan 5% kepada keturunan tidak langsung seperti ini sudah merupakan bukti kemurahan hati Tuan besar Mu.


Shi Lin diam dia juga bingung dengan apa yang harus ia katakan kepada kakek nya. dia juga masih belum percaya 100% dengan keakuratan masalah ini. masalah nya adalah dana yang di gelapkan oleh Mu Chen ini bukan dana yang sedikit. bahkan bisa di bilang sangat besar karena sudah terjadi selama 2 tahun yang lalu sampai sekarang. yang lebih mencengangkan lagi adalah bahwa Kariawan inti terlibat dengan masalah ini. hal ini benar-benar membuat kepala Shi Lin hampir pecah. Mu shi lin bahkan menyeruntuki kecerobohan nya sendiri.


bagaimana pun hal ini terjadi saat kepemimpinan nya jadi resiko apa pun harus ia tanggung.

__ADS_1


"entah lah aku tidak tahu. mungkin kakek akan memarahiku dan melemparku ke amazon untuk hukuman ku" ucap Shi Lin dengan wajah datar.


hongju meneguk air liur nya dengan susah payah. hongju benar-benar lupa tentang Tuan besar Mu (kakek Mu Shi Lin). Tuan besar Mu adalah orang yang benar-benar keras dia tidak segan-segan menghukum siapa pun yang menurut nya bersalah. jika pada Cucu kandung nya saja Tuan besar Mu sangat tega bagaimana dengan nasib nya.


"waaaa! kalau begitu bagaimana nasib ku!! Lin kau harus memohon pada kakek untuk melepaskan ku!! aku rela kau di lempar ke hutan besar itu tap...."


belum selesai hongju berbicara Shi Lin yang tidak tahan dengan omong kosong nya langsung memukul kepala nya. Shi Lin benar-benar dalam fikiran yang kalut dan bisa-bisa nya manusia turunan angsa ini menambah beban fikiran nya.


plak!


"Diam lah! kau benar-benar membuatku tambah pusing!" kata Shi Lin


"Sakit!! kau benar-benar tega kepadaku!!!" teriak hongju sambil menggosok kepala nya yang di pukul.


"Diam!" ucap Shi Lin dengan mata menatap hongju dengan tajam.


setelah beberapa saat hening mereka berdua kembali fokus ke laptop mereka karena mendapatkan sebuah e-mail. mata hongju terbuka lebar tak percaya sedangkan Shi lin menggenggam tangan nya marah.


.


.


.

__ADS_1


.


.


"tuan dan nona ingin kemana?" tanya sopir taksi memecahkan keheningan.


Sudah beberapa menit mereka melaju tapi dari dua penumpang ini belum ada yang berbicara tentang tujuan mereka. supir taksi juga sangat canggung ingin bertanya dengan dua orang ini karena wajah mereka yang sangat datar. baru sekarang sopir taksi berani mengurakan apa yang ingin dia tanyakan.


Zizi masih diam tak berbicara jari nya sedang menari-nari mengetik sesuatu di keyboard laptop nya. sedangkan Mark mengalihkan pandangan nya dari jalanan ke depan mengarah ke sopir.


"Hotel XXXX" ucap Mark dengan datar.


"baik tuan" ucap sopir dengan cepat.


sopir melajukan mobil ke alamat yang di tuju. sedangkan Zizi menatap Video yang di putar di laptop nya dengan mata menajam. Mark yang berada di sebelah nya masih memasang wajah datar nya namun terlihat jelas mata nya membara karena marah.


"Mark apa yang pantas wanita ini dapatkan?" tanya Zizi dengan tenang namun jelas sekali dia sedang sangat marah saat ini karena aura dingin nan gelap menguar kemana-mana membuat suasana menjadi mengerikan.


bahkan sopir taksi kesulitan berkonsentrasi mengendarai mobil nya karena gugup.


'padahal hanya anak remaja tapi kenapa aku merasa sangat ketakutan' batin sopir taksi.


ya saat ini Zizi sedang meretas CCTV yang berada di tempat acara. walaupun Zizi memutuskan untuk kembali ke hotel lebih cepat tapi bukan berarti Zizi lepas kendali dan tak mengawasi orang-orang nya.

__ADS_1


melihat Carl dan yang lain di permalukan tentu saja Zizi tak kan tinggal diam. menghina orang-orang nya sama seperti menghina diri nya. dan sejak dulu orang yang menghina diri nya tak kan bisa hidup dengan tenang.


"bunuh saja wanita itu"


__ADS_2