
"ibu zizi baik-baik saya ibu tidak perlu khawatir" ucap zizi dengan memegang tangan lin qin meyakinkan wanita tersebut bahwa ia baik-baik saja.
lin qin akhirnya mengerti setelah beberapa saat zizi berusaha meyakinkan nya.
lin qin keluar membeli makanan beberapa saat setelah zizi berhasil menyakinkan nya bahwa ia baik-baik saja.
hari memasuki pukul 7 pasien-pasien lain di bangsal umum ini telah bangun membuat bangsal menjadi lebih ramai.
memang rumah sakit memiliki peraturan agar tidak berisik tapi tidak bisa dihindari bahwa keluarga pasien tidak ada yang mengobrol satu sama lain.
di hiruk pikuk ini hanya zizi yang masih tenang tidak terganggu sama sekali dengan obrolan orang lain.
di bangsal ini tidak ada fasilitas apa pun seperti tv dan lain nya.
"nona lin zi bagaimana kabar anda?" suara tegas dan berat itu mengusik ketenangan zizi.
zizi menengok dan melihat seorang pria berusia 40 an berjas putih dengan seorang suster di sebelahnya. wajah pria itu ramah dan memiliki tubuh yang kurus. sedangkan suster di sebelah nya memiliki wajah yang cantik dengan tubuh bak model.
"baik dok" jawab zizi ramah ia tersenyum manis kepada dokter tersebut dengan senyum sesuai usianya.
"bagus jika seperti itu, sungguh keajaiban anda dapat hidup kembali setelah di nyatakan meninggal nona. saya sempat terkejut kemarin" ucap dokter itu.
dokter tersebut bernama yun he yang merupakan dokter sekaligus direktur rumah sakit ini. tetapi dokter yun he atau biasa di panggil dokter he tidak pernah mengatakan bahwa ia pemilik rumah sakit ini dan sering menjadi dokter biasa. sifatnya ramah,baik serta sederhana jadi banyak yang menyukai dokter he.
"saya juga terkejut tuhan masih menyayangi saya" kata zizi tersenyum misterius.
selesai mengucapkan beberapa kata dokter he pergi mengecek pasien lain di bangsal tersebut.
setelah dokter pergi lin qin datang dengan bungkusan berisi makanan.
"zi'er kau sudah kelaparan yah? maaf ibu lama tadi harus mengantri" kata lin qin sambil mengelus kepala putrinya. zizi hanya tersenyum menanggapi hal tersebut.
lin qin tak menunggu lama langsung menyiapkan makanan tersebut dan membantu zizi untuk duduk lalu menyuapinya.
__ADS_1
zizi menerima suapan demi suapan dengan dengan mata merah akan menangis.
ia melirik makanan tersebut hanya bubur nasi biasa berbeda dari bubur koki terkenal rumahnya tapi entah mengapa zizi bahwa ini makanan paling enak yang pernah ia makan.
"zi'er kamu kenapa? apa buburnya panas arau tidak enak? kenapa menangis katakan pada ibu" kata lin qin khawatir melihat putrinya meneteskan air mata.
lagi-lagi hati zizi merasa hangat air matanya bahkan menetes lebih deras sampai penglihatan nya buram.
lin qin yang melihat putrinya tidak menjawab tetapi malah menangis langsung meletakan mangkuk berisi bubur dan memeluk zizi.
.
.
.
hari berlalu dengan cepat keesokan harinya zizi sudah dapat pulang ke rumah.
dokter mengatakan bahwa zizi sudah baik-baik saja. bahkan hasil pemeriksaan mengatakan tidak ada efek samping akibat kecelakaan tersebut. tentu saja hal tersebut membuat lin qin senang. sebelumnya dokter mengatakan paling tidak putrinya, akan mengalami asma seumur hidupnya atau bahkan gangguan paru-paru akibat terkurung di tempat tertutup,dingin dan lembab seperti kamar mandi. sekarang dokter harus menelan ludah nya sendiri saat mengetahui hasil pemeriksaan tersebut namun apa pun itu bagi Lin qin keadaaan putri nya baik dia sudah sangat bahagia.
udara segar memasuki rongga hidungnya udara ini jelas udara pedesaan yang alami.
kota g merupakan kota kecil yang banyak penduduk tetapi bukan padat. jadi udara di kota ini masih segar.
saat ini sedang melum tetang hidupnya yang sekarang. menurut ingatan gadis ini lin qin merupakan seorang pegawai kebersihan di sebuah kantor kecil. bisa dipastikan bahwa gajinya pun tak seberapa.
jangan berfikir tentang memiliki banyak barang. untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari pun mereka kekurangan.
sekarang tujuan utama nya adalah membalas dendam kepada bajingan itu. tetapi balas dendam juga membutuhkan fasilitas. hal ini lah yang sedang di fikirkan zizi.
lee ming merupakan seorang pengusaha muda yang sukses, mempunyai banyak perusahaan di inggris. yang paling penting lee ming memulai usahanya tanpa bantuan orang lain di usianya 19 tahun. sedangkan dirinya sekarang....
huft....
__ADS_1
zizi menghela nafas berat. perjalanan nya masih sangat panjang. gumam zizi pelan.
walaupun begitu zizi banyak-banyak bersyukur karna tuhan telah mengabulkan keinginan nya. bahkan sampai saat ini dia masih bingung apakah yang dia alami kenyataan atau mimpi.
saat sedang melamun zizi melihat seorang gadis kecil berada ditengah jalan dengan sebuah truk besar yang melaju ke arah nya.
tanpa fikir panjang zizi langsung berlari. memeluk gadis kecil tersebut. zizi melemparkan tubuhnya sendiri di pinggir jalan sambil memeluk gadis tersebut.
tubuh zizi dan gadis itu berguling-guling. kejadian tersebut sangat cepat bahkan orang-orang yang berada di sana tak mampu bereaksi cepat.
setelah beberapa saat mereka baru sadar dan langsung mengerubuni zizi dan gadis itu. termasuk sopir truk yang langsung berhenti karena kejadian tersebut.
"nak apa kau baik-baik saja" kata sopir truk melihat zizi dan gadis kecil di pelukan nya. gadis itu gemetar ketakutan dan shok dengan apa yang mereka alami.
"tidak apa-apa pak" jawab zizi tersenyum. hanya seperti ini bahkan tidak ada apa-apanya saat ia di latih oleh master keluarganya dahulu.
"ZIZI!! ya ampun kau baik-baik saja?! apa yang terjadi? " teriak lin qin.
lin qin baru saja keluar dari rumah sakit setelah membayar biaya rumah sakit putrinya. melihat banyak orang yang berkerumun karena kecelakaan membuat lin qin penasaran. siapa sangka ia malah melihat putrinya sendiri yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
putrinya terlihat terluka di bagian siku bahkan bajunya pun sedikit robek. ia sedang memeluk seorang gadis kecil yang gemetar ketakutan.
"ibu zizi baik-baik saja. maaf semua tolong jangan berkerumun lagi gadis ini butuh oksigen" kata zizi lembut dan tenang.
orang-orang langsung menyingkir hanya ada sopir truk dan ibunya yang ada disini.
"bu mohon maaf saya tidak melihat anak kecil ini menyebrang. saya akan membayar biaya perawatan nya jika ibu berkenan" ucap sopir truk tersebut kepada lin qin.
"tidak apa-apa pak ini kecelakaan. bu aku tidak apa-apa tetapi gadis kecil ini ketakutan" kata zizi
lin qin yang akan memarahi supir truk tersebut tidak jadi marah dan membawa anak nya dan gadis kecil yang di selamatkan anaknya ke bangku taman tempat zizi duduk.
"pak jela...." belum selesai lin qin bicara seseorang sudah memotongnya.
__ADS_1
"Yu'er!!!" teriak seorang pria paruh baya menghampiri empat orang tersebut.