
Pada akhirnya Zizi membawa pria ini ke aparteman Carl dan yang lain. tidak mungkin dia membawa pria ini ke apartemen nya karena dia hanya tinggal berdua dengan ibu nya. apalagi meninggal kan pria ini sendirian? itu lebih tidak mungkin Zizi lakukan hati nurani nya menolak hal itu terjadi.
"Nona kau akan membawa ku kemana?" tanya reyhan
sekarang mereka berada di taksi, reyhan sendiri bingung harus bagaimana dia berada di negara asing dia juga tidak mengerti bahasa yang orang-orang gunakan di sini. Reyhan mengerti bahasa inggris namun masih pasif belum terlalu lancar, jadi reyhan hanya pasrah di bawa Anak remaja ini. Reyhan hanya berdoa bahwa Zizi merupakan orang baik dan tidak akan melakukan hal yang jahat kepada nya.
"ke rumah teman ku, aku tidak bisa membantu mu dan membiarkan mu tinggal di rumah ku. pasal nya aku hanya tinggal berdua bersama ibu ku" jelas Zizi.
Setelah Zizi menjelas kan reyhan baru mengerti, benar apa yang di katakan remaja ini tidak mungkin dia tinggal bersama dengan mereka. apa kata orang nanti? sebagai orang indonesia yang masih memegang teguh kebudayaan negara tentu reyhan tahu hal ini. Di indonesia ketat akan nilai budaya apalagi tentang budaya sosial di masyarakat, Orang yang bukan kerabat tinggal di satu rumah itu bisa menimbul kan Fitnah dan akan menimbulkan keributan. Di indonesia memeluk lawan jenis di depan umum saja sudah menjadi bahan pembicaraan apalagi tinggal di satu rumah sudah pasti mereka di gebreg dan di tuduh berbuat mesum.
mengetahui magsud baik Zizi reyhan tersenyum. dia tidak menyangka akan menemukan orang seperti Zizi di negara ini. Reyhan bukan lah orang yang polos dan tidak tahu apa-apa. jika di negara nya saja yang sangat ketat akan budaya banyak yang masih bisa berbuat yang tidak seharus nya tidak di lakukan apalagi disini? reyhan menggelengkan kepala nya tidak ingin membayangkan nya.
(Note: author bangga jadi orang indonesia😀💝)
" aku mengerti nona" ucap reyhan singkat.
"panggil Zizi saja, kau bukan anak buah ku sampai-sampai harus memanggil ku nona. jadi tidak usah formal kepada ku" ucap Zizi dengan ramah.
"baik lah aku akan memanggil mu Zizi. panggil nama ku juga" Ucap reyhan
"terima kasih, ngomong-ngomong berapa usia anda?" tanya Zizi kepada pria yang sedang duduk di samping nya.
selama mengobrol pria ini hanya menceritakan tentang kisah hidup nya namun umur nya sendiri tidak pria ini sebut kan. Jika di perhatikan pria ini cukup tampan walaupun tidak dapat di bandingkan dengan Lee ming atau Liu Wei apalagi Mu Shi Lin tetap saja pria ini memiliki daya tarik nya sendiri. Kulit pria ini tidak putih melainkan coklat sehat dan bersih badan nya juga terisi tidak kurus seperti lee ming namun tidak juga besar seperti Mu Shi Lin, badan nya seukuran Liu Wei hanya lebih besar sedikit dan telah terbentuk sempurna.
__ADS_1
Dia memiliki mata Coklat terang yang membuat siapa pun tertarik memandang mata nya, hidung nya tidak mancung atau pun pesek hanya rata-rata saja. khas orang indonesia. Jika di lihat-lihat mungkin pria ini juga seusia Carl atau lebih muda.
"usia ku 21 tahun. kalau kau sendiri berapa usia mu?" tanya Reyhan sambil memperhatikan Zizi dari atas ke bawah.
Badan remaja ini sangat kurus dan mungil, tinggi nya bahkan tidak melebihi dada nya namun wajah nya sangat cantik bahkan mantan pacar nya jesika yang seorang model kecantikan nya kalah jika di bandingkan dengan remaja ini. Apa lagi dengan wajah polos tanpa make up nya sudah pasti Zizi menjadi daya tarik tersendiri bagi pria.
Zaman sekarang banyak wanita yang menggunakan make up tebal dengan alasan agar cantik tetapi justru itu membuat banyak lelaki ilfeel melihat nya. sebagian pria akan mengatakan 'kecantikan make up adalah buatan dan yang buatan itu tidak ada apa-apa jika di bandingkan yang asli' termasuk Reyhan pun begitu. bahkan reyhan bingung kenapa bisa jatuh cinta kepada Mantan pacar nya yang notabene selalu menggunakan make up setiap saat. Mungkin benar apa yang keluarga nya katakan Dia di rasuki Jin saat memutuskan bersama dengan wanita seperti jesika.
"aku masih 17 tahun. sekarang sudah kelas 2 menengah ke atas" jawab Zizi
"eh benarkah?" tanya reyhan tak percaya.
reyhan mengira Zizi masih seorang siswi menengah pertama karena tubuh mungil nya. mendengar bahwa gadis remaja ini sudah kelas 2 menengah atas tentu saja membuat reyhan terkejut. Zizi memandang reyhan dengan mata bulat nya. Zizi bingung kenapa orang ini terlihat sangat kaget mendengar usia nya.
"kau jangan berfikir macam-macam hanya saja aku mengira kau masih berumur 15 tahun dan masih sekolah menengah pertama aku tidak mengira ternyata kau terlihat lebih muda dari usia mu" ucap reyhan dengan cepat.
Sedangkan Zizi perlu mencerna kata-kata reyhan dengan perlahan. reyhan mengucapkan kalimat nya dengan cepat membuat Zizi kebingungan.
"kenapa kau terdiam?" tanya reyhan melihat Zizi terdiam.
Zizi menatap mata reyhan dan berkata dengan polos.
"kau mengucapkan nya terlalu cepat aku tidak mengerti ucapan mu" ucap Zizi jujur.
__ADS_1
"eh... maaf... aku lupa jika kau masih tahap belajar. Kau harus sering-sering memperlajari nya lagi agar bisa lancar dan tidak salah arti nya" nasehat reyhan.
reyhan sudah tau Zizi belum terlalu lancar berbahasa indonesia, apalagi dalam percakapan mereka Zizi sering menggunakan kata yang salah atau salah mengartikan suatu kata.
"aku belajar sendiri jadi tidak memiliki guru untuk mengajari ku" ucap Zizi dengan kepala menunduk.
Kehidupan nya yang dulu memang suram, banyak harta tetapi teman untuk bicara saja tidak punya lalu untuk apa uang dan tumpukan emas itu? jawaban tidak berguna sama sekali.
reyhan yang melihat kesedihan gadis itu sedikit merasa bersalah. dia memikirkan agar gadis itu tidak muram lagi.
"hey bagaimana kalau sebagai balas budi selama aku disini kau belajar bahasa indonesia bersama ku, dan kau juga mengajari ku bahasa inggris. bagaimana? dengan begini kau juga bisa belajar bahasa indonesia aku bisa semakin mahir berbahasa inggris" ucap reyhan mengusulkan ide nya.
sejak awal reyhan Lihat remaja ini memang mahir dalam berbahasa inggris tidak ada salah nya reyhan belajar agar dia lebih mengerti bahasa tersebut.
Zizi yang tadi nya menunduk pun langsung menatap mata reyhan dengan berbinar.
"Boleh kah?" tanya Zizi dengan penuh harap dan suara yang imut.
reyhan menatap anak remaja yang menolong nya dengan lekat. wajah nya memerah karena terpesona oleh Zizi. reyhan menutup ke wajah nya dengan ke dua tangan nya karena malu.
'Ya tuhan cobaan apa lagi ini' gumam reyhan sambil menundukan kepala menyembunyikan wajah merah tomat nya.
sedang kan Zizi hanya menatap bingung dengan tingkah reyhan.
__ADS_1