
"Tuan nona kita sudah sampai" ucap sopir berhasil membuat ke dua orang yang sedang terdiam terkejut.
"eh kenapa berhenti?" tanya reyhan
reyhan tidak mengerti apa yang di katakan oleh supir jadi wajar jika dia tidak mengerti kenapa mereka berhenti.
"Kita sudah sampai" ucap Zizi.
"benarkah?" ucap reyhan memastikan.
"iya,jadi turun sekarang" ucap Zizi.
mereka turun dari taksi,setelah membayar taksi Zizi langsung masuk ke gedung apartemen di hadapan nya. reyhan hanya mengikuti Zizi seperti anak ayam yang tidak ingin kehilangan induk nya.
"Zizi kenapa kita kemari?" tanya reyhan
reyhan bertanya bukan tanpa alasan tetapi karena gedung yang mereka masuki adalah sebuah gedung unit apartemen yang mewah harga per unit nya sangat mahal. tetapi disini lah Carl yang lain nya tinggal. meskipun sebagian besar uang di rampas oleh Lee ming bukan berarti mereka akan jatuh miskin dengan begitu mudah nya.
alasan mereka menjadi pembunuh adalah untuk mencari koneksi yang dapat membobol sistem keamanan Lee ming. kalau uang itu mereka nomer 2 kan. Namun di dalam oraganisasi pembunuh siapa yang memiliki kemampuan dia yang mendapat banyak hal. kebetulan saja harga kepala Mu Shi Lin sangat mahal. jadi jika Carl dan yang lain nya berhasil membunuh nya, sudah pasti kemampuan mereka akan langsung di akui.
Zizi memandang reyhan yang tadi bertanya.
"kau perlu tempat tinggal kan? aku sudah bilang aku tidak dapat membiarkan mu tinggal di rumah ku jadi kau tinggal disini saja.
__ADS_1
teman-teman ku Mereka menyewa satu unit apartemen untuk ku tetapi untuk saat ini aku belum membutuhkan nya jadi kau tinggal saja disitu" ucap Zizi enteng.
memang carl dan yang lain nya telah membelikan satu unit apartemen untuk Zizi dan ibu nya tinggal. Carl yang lain nya tidak tega melihat tuan mereka hidup dalam kekurangan seperti sekarang. namun Zizi menolak nya lagi pula Zizi sudah nyaman tinggal di apartemen kecil itu.
"tetapi aku tidak ingin merepotkan mu" Cicit reyhan.
memang reyhan sangat tidak enak dengan Zizi. anak remaja ini sudah membantu nya dan sekarang anak remaja ini memberi nya tempat tinggal.
"tidak merepotkan lagi pula aku tidak menggunakan nya saat ini. lalu teman-teman ku juga dapat membantu mu membuat laporan tentang masalah mu.
dia seorang pengacara yang hebat kalau dia mendengar masalah mu dia pasti akan langsung menolongmu" ucap Zizi setengah berbohong. sebenarnya Zizi tinggal memerintahkan Carl saja pasti pria pirang itu tidak akan menolak perintah nya. tetapi Zizi entah mengapa tidak ingin mengatakan nya.
"pengacara? tetapi apakah aku bisa berkomunikasi dengan nya? bertemu dengan diri mu yang bisa berbahasa indonesia saja sudah merupakan berkah bagi ku lalu bagaimana aku berkomikasi dengan nya?" tanya reyhan dengan bingung.
"Kau lupa? dia teman ku aku bisa berkomunikasi atas nama mu. anggap saja aku sebagai seorang penerjemah mu" ucap Zizi sambil menekan tombol Lift
tring!
pintu lift terbuka dan mereka telah di sambut oleh pria berbadan besar dengan wajah yang datar. dia adalah Mark hari ini memang hanya ada Mark yang tidak sibuk sedangkan yang lain pergi melaksanakan perintah Zizi.
"Selamat datang Nona" salam Mark sambil membungkukan badan nya sedikit untuk menyambut Zizi.
Zizi tidak mengatakan apa pun dan berjalan keluar, mark langsung mengikuti tuan nya berjalan sedangkan reyhan terdiam cukup lama sebelum mulai melangkah kan kaki nya mengikuti ke dua orang yang sudah berada agak jauh di depan nya.
__ADS_1
"Nona dia siapa?" tanya Mark sambil melirik reyhan yang berjalan sejajar dengan nya.
reyhan diam karena tidak mengerti apa yang di ucapkan atau di bicarakan Zizi dan pria tembok ini.
"Aku akan menjelaskan semua nya nanti" jawab Zizi.
Dia berhenti di salah satu pintu dan dengan sigap mark menekan pin di depan pintu. setelah pintu terbuka terpapang nya sebuah unit apartemen mewah yang berkilauan bahkan reyhan menatap semua nya dengan terkejut. walaupun anak orang kaya tetapi hidup nya jauh dari kemewahan. di rumah nya yang bagaikan rumah zaman kuno tidak ada benda-benda mengkilap atau hiasan yang mencolok dan malah. Bahkan reyhan terkadang heran dengan semua uang yang di dapatkan orang tua nya. Jika tidak di pergunakan kemanakah uang-uang itu? jawaban nya adalah untuk amal dan disumbangkan.
orang tua nya lebih suka hidup sederhana meskipun sebenarnya keluarga mereka mampu hidup mewah. ditambah lagi kakek dan nenek nya merupakan orang yang sangat kolot bukan magsud reyhan mengatakan kata yang tidak sopan tentang keluarga nya tetapi memang keluarga nya sangat menjunjung tinggi kebudayaan tradisional jadi wajar saja anak muda seperti reyhan yang berfikiran terbuka mengatakan keluarga nya terlalu kolot.
Zizi langsung duduk di sofa dan reyhan mengikuti Zizi dan duduk di sebelah nya.Mark tanpa di suruh langsung menyiapkan minum untuk tuan nya.
"Zizi boleh kan aku bertanya?" ucap reyhan dengan ragu bahkan reyhan menundukan kepala seperti anak kecil yang sedang mengakui kesalahan nya pada ibu nya.
Zizi sedikit tersenyum melihat pemandangan ini, badan dan penampilan nya boleh seperti anak nakal tetapi siapa sangka pria ini memiliki hati selembut hello kitty yang mudah merasa bersalah dan menangis.
"tanya saja apa yang ingin kamu ketahui" ucap Zizi acuh tak acuh.
"bolehkah?" tanya reyhan tersenyum cerah binar mata nya bahkan memiliki bintang bersinar di matanya, dia memandang Zizi dengan antusias. Zizi kembali terkekeh dan tersenyum kecil namun sekarang dalam hati.
Mark datang membawa minuman mereka dan juga cemilan kecil kesukaan Zizi. jika tadi mark melihat tingkah Zizi mungkin mark akan salah paham dengan hubungan Zizi dan reyhan. pasal nya kecuali dengan pria tak tahu malu itu Lee Ming selalu cuek dengan pria lain. jika bukan karena hubungan profesional Zizi tidak akan ramah.
"terima kasih mark" ucap Zizi sambil meminum minuman yang telah di siapkan mark.
__ADS_1
Mark diam tak menjawab hanya mengangguk hormat sekali lalu duduk di hadapan zizi dan reyhan. Mark memandang Reyhan yang duduk di sebelah Zizi dengan pandangan menyelidik. bahkan bisa di katakan sangat tajam. reyhan menjadi takut karena pandangan mata mark yang terlalu menusuk bahkan pertanyaan yang tadi nya reyhan ingin tanyakan kepada Zizi tersangkut di tenggorokan nya dan tidak dapat reyhan ucap kan. saking takut nya reyhan bahkan menundukan kepala nya kembali menghindari bertatapan dengan mark.
Zizi yang melihat hal itu hanya melihat nya. dia memilih menghabiskan minuman nya tanpa perduli reyhan yang sangat mual karena terlalu gugup atau mark yang sudah sangat penasaran dengan orang yang di bawa tuan nya.