
Klub Metrolite merupakan salah satu klub ternama yang memiliki jumlah pelanggan tak terhitung tapi bisa dipastikan para pengunjung klub tersebut orang-orang berada karena untuk masuk saja harus memiliki kartu akses. Jika tidak, maka membutuhkan teman yang sudah menjadi salah satu member.
Klub yang biasanya untuk semua orang tanpa membedakan. Justru klub satu itu mengedepankan privasi para pengunjung. Entah siapa pemiliknya hanya saja tujuan Yoshi untuk melihat apa yang harus diselidiki. Kali ini tekadnya bulat dan tak seorangpun bisa mengganggu gugat hingga tiba-tiba di saat mobil berbelok ditikungan jalan sebelum klub terpaksa harus berhenti.
Di depan sana beberapa mobil van hitam sudah memblokade jalanan. Dari dalam mobil gadis itu memperhatikan wajah-wajah asing yang baru pertama kali ia lihat. Siapa mereka? Kenapa menutup jalannya, apa mungkin orang-orang sang kakak. Jika iya tamat sudah riwayatnya.
"Aku harus kabur tapi gimana caranya?" tanyanya pada diri sendiri menoleh ke belakang melihat jalanan lenggang tetapi jika melakukan itu. Maka resiko menabrak mobil lain dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Ia tak berniat mati konyol hanya karena satu kesalahan saja. Keraguan di hati mulai membelenggu jiwa, bingung karena tidak tahu jalanan di kota kelahirannya sendiri. Sementara dari arah depan, pintu mobil van yang paling tengah dibuka. Lalu kaki jenjang dengan alas heels tinggi berwarna silver menapaki jalanan aspal.
Tangan kanan memegang tangan yang terulur membantunya turun. Semilir angin menyambut meriapkan helaian lembut rambut hitam bersurai merah keemasan. Sorot cahaya menambah pesona sang wanita yang keluar turun dari dalam mobil. Gaun hitam tanpa lengan tertutup mantel bulu berwarna coklat lembut. Senyum indah menghiasi wajah cantik bak model profesional.
"Kalian tunggu disini!" titahnya membuat para bodyguard membungkuk membiarkannya berjalan menjauh dari pengawasan.
Langkah kaki yang semakin mendekat ke mobil Arvind membuat Yoshi semakin berpikir keras. Siapa wanita itu hingga memberhentikan dirinya dari jalanan. Padahal selama ini tidak ada yang mengenal ia sebagai warga Indonesia dan jika menganggap kebetulan. Otaknya saja menolak kesimpulan absurd tersebut.
Jemari lentik mengetuk kaca mobil yang mau tak mau menurut karena ia juga penasaran dengan keinginan si wanita itu, "Iya ada apa, Nona?"
__ADS_1
"Yoshi Angela, aku punya dua pilihan untukmu, gadisku. Pertama biarkan aku masuk, kedua turun dan masuk ke mobilku." Wanita cantik itu tanpa basa basi mengungkapkan keinginannya tanpa melepaskan kacamata hitam yang menutupi netra mata.
Pilihan pertama lebih baik dari pilihan kedua meski masih ragu. Gadis itu membuka kunci mobilnya, lalu membiarkan wanita yang menghalangi jalannya ikut masuk ke dalam meski kini semakin khawatir karena jelas dari penampilan merupakan orang berada dan memiliki kekuasaan.
"Gak usah tegang gitu," Wanita itu melepaskan kacamata, kemudian meletakkan ke tengah. Lalu mengambil ponselnya yang masih tersambung melalui panggilan suara dengan seseorang di seberang, "Hubby, adikmu sudah bersamaku. Mau bicara langsung? Okay, love you."
"Ambillah, Kakakmu ingin mengatakan sesuatu." Laura menyerahkan ponselnya pada Yoshi. Ia tahu gadis itu shock dan merasa serba salah, jadi untuk menjelaskan situasi sebenarnya hanya Ryan yang berhak.
Dibiarkannya obrolan kakak beradik yang terdengar saling merindukan selama beberapa saat hingga panggilan berakhir. Kemudian ponsel kembali ke tangannya, "Putuskan saja jalan hidupmu seperti keinginan hati tapi ingat satu hal ini. Ryan tidak pernah mengabaikanmu meski sudah menikahi aku. Jangan kecewakan kakakmu."
Ketika menyebutkan diri sebagai kakak ipar. Bukan berarti keduanya saling mengenal bahkan malam ini pertemuan pertama mereka berdua. Pertemuan yang di sengaja karena Ryan sengaja mengirimnya sebagai bentuk peringatan agar gadis remaja itu tidak nekad mengambil langkah yang salah.
Sebenarnya Ryan selalu memantau pergerakan Yoshi meski tidak tinggal serumah karena pria satu itu harus melindungi adik perempuan satu-satunya dari kejamnya dunia. Bukan karena tidak percaya pada Arvind tetapi sikap tidak tegas dan terlalu memanjakan gadis itu sangat disayangkan.
Ia memang tidak mengusik kehidupan Yoshi selama ini, tapi setelah melihat beberapa aktifitas yang menarik perhatian lebih besar. Sebagai kakak harus bergerak lebih cepat dari adiknya sendiri bahkan anggota keluarga Mahendra tidak akan menyadari pergerakannya karena selalu terancang sempurna. Taktik yang kini menjadi pusat penelitian dalam penyelesaian setiap masalah.
Termasuk melibatkan istri sendiri karena keadaannya yang tidak memungkinkan. Dimana ia harus menjaga Ameera di rumah sakit. Sementara Laura sendiri mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan jati diri ke dunia sekali lagi.
__ADS_1
Namun nama tidak lah penting bagi wanita itu karena setelah menikah ia hanya suka dipanggil nyonya Ryan Mahendra. Sungguh tidak ada niat untuk memberikan jawaban pasti tapi mengingat suaminya sangat mencintai Yoshi. Ia juga harus belajar menyayangi gadis itu.
"Laura Ryan Mahendra." Laura membuka pintu, berniat turun karena urusannya dengan Yoshi sudah selesai. Akan tetapi tertahan karena sesuatu yang baru saja ia ingat. "Yoshi, kejahatan papamu bukan hanya pada Ryan saja."
"Clark menyebabkan keluargaku hancur terbakar tanpa bisa dimakamkan dengan layak. Jujur saja, aku membenci keturunannya tapi takdir membuat garis hidup kita saling berkaitan. Simpan kebenaran ini karena jika sampai Ryan tahu, tidak ada yang bisa menyelamatkan pria brengsek itu dari amarah suamiku." jelas Laura to the point, kemudian keluar dari dalam mobil Arvind.
Terdiam tak mampu mengatakan apapun. Langkah kaki sang kakak ipar menjauh dari hadapannya tetapi justru menghempaskan kesadaran yang tersisa. Kemana ia harus pergi? Sekali lagi mendengar pengakuan yang menyayat kepercayaan seorang anak terhadap orang tuanya sendiri.
Hati bahkan tidak memiliki keraguan ketika Laura mengatakan papanya menghancurkan keluarga lain. Kenapa seperti itu? Sementara di sudut hati terdalam masih ada cinta untuk pria yang telah menjadi alasannya lahir ke dunia. Apakah niat hati bisa bertahan ketika kenyataan trus datang menghantam.
"Ya Allah, kenapa aku terlahir dari benih pria yang sanggup melenyapkan keluarga sendiri hanya demi kekuasaan? Sampai kapan aku terpisah dari kedua saudaraku hanya karena perebutan harta yang bisa menghancurkan masa depan dan kedamaian selama nyawa bernapas."
Apa arti keluhan ketika ujian hidup membawa hati yang terluka jatuh semakin dalam kebenaran. Ingatlah pepatah, ketika kamu berhenti mengeluh, itu tandanya kamu sudah belajar sebuah hal sederhana, yaitu kesabaran. Meski sabar belum tentu ikhlas. Sebagai seorang putri dari seorang ayah, gadis itu tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kakak ipar akibat tindak kejahatan sang papa.
Yoshi tenggelam dalam lamunannya sendiri bahkan tidak menyadari kepergian rombongan pengawal Laura yang meninggalkan jalanan. Gadis itu merasa lelah sebelum memulai penyelidikan. Apalagi mengingat permintaan sang kakak yang memberikan ultimatum keras hingga tangannya sendiri terperangkap borgol ilusi.
"Yoshi, sebaiknya kamu pergi dari Indonesia saja. Mau ngapain disini?" celotehnya dengan racauan kecewa.
__ADS_1