Befawa, Incorrect Marriage

Befawa, Incorrect Marriage
Part 41#Obsesi dibatas Kesadaran


__ADS_3

Keyakinan hati selalu membara tuk mendapatkan cinta dari sang pujaan hati. Bagi Lee tentu dunia terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi tidak dengan Yoshi. Bagi gadis itu, rasa yang menyapa dan menetap di dalam hatinya adalah keindahan tuk di tenggara. Wajar bukan?


Meski begitu, sebagai adik, ia juga sadar bahwa perintah dari sang kakak adalah Lee bisa menjaganya dengan segenap jiwa raga dan bukan memiliki hati serta raga. Kini hubungan yang seharusnya tidak ada pelanggaran, mendadak menjadi pelanggaran tanpa ada penyesalan di hati kedua mereka berdua.


Kehangatan ranjang yang mengubah status hubungan dimulai atas dasar sama-sama mau. Sadar ketika hubungan mereka yang di luar batas pastinya semua itu dilakukan karena dasar atas sama-sama ingin dan sama-sama suka. Sehingga baik kenyataan maupun kebenaran masa kini, tidak akan menghentikan seorang Yoshi untuk tetap memiliki Lee sebagai pujaan hati.


Mungkin orang akan menganggap dirinya seorang gadis yang obsesi. Ia setuju, tapi obsesinya bukan untuk pemaksaan. Satu kebenaran dari cintanya adalah ia akan membiarkan Lee berlari kemanapun pria itu inginkan. Akan tetapi, ia hanya perlu mengingatkan, jika rumah tempatnya pulang bukanlah sebuah pelarian tetapi persinggahan.


Ketika cinta berubah menjadi obsesi hingga melakukan segala hal secara buruk dan berusaha mendominasi atau malah memberikan intimidasi yang menjadi ancaman. Maka, tidak dengan cinta milik Yoshi. Cintanya akan selalu mengalir seperti air.


Emosi yang hanya tercurahkan dalam kata tanpa frasa. Setiap aliran yang mendebarkan tak lepas dalam kendali tuk kembali ke tempat semula hingga mendapatkan rasa yang sama.


Satu hal yang pasti adalah ia tidak ingin Lee meninggalkan dirinya hanya karena satu tindakan gegabah. Apalagi setelah tahu posisinya hanyalah wanita lain dari sebuah hubungan rumah tangga. Sadar telah menjadi pelakor, tapi ia akan membuktikan bahwa pelakor itu tak selalu tentang hasrat dan juga keegoisan semata.

__ADS_1


Meski untuk itu, ia harus melakukannya lebih hati-hati tanpa melibatkan orang lain. Termasuk melibatkan kakaknya sendiri. Pemikiran gadis itu, begitu jauh ke depan berusaha bertindak sebagai wanita dewasa. Sayangnya, ia tak menyadari akan satu kenyataan di mana Ryan Mahendra tidak sebodoh itu.


Semua yang terjadi di dalam villa juga atas izin dari Ryan Mahendra sendiri. Di mana setiap pergerakan mereka berdua tak akan luput dari pengawasan pribadi. Memang tidak ada pengawal ataupun penjaga yang mendekati Yoshi dan Lee, hanya saja tempat mereka tinggal merupakan salah satu tempat penting bagi seorang tuan muda Mahendra.


Kekuasaan pun akan selalu ada di tangan sang pemilik villa dan itu terbukti dengan adanya kamera tersembunyi yang selalu terhubung dengan alat khususnya. Bukan hanya villa di Bali, di setiap aset atas nama Ryan Mahendra akan mendapatkan perhatian khusus dengan jaminan sistem keamanan tingkat tinggi dan itu semua hanya diketahui oleh Ryan sendiri.


Perjalanan kembali dilanjutkan tanpa ada obrolan karena Lee membiarkan Yoshi terlelap hingga mobil memasuki gerbang mansion. Pria itu, tetap tidak membangunkan si gadis karena tak ingin mengusik mimpi yang mungkin tengah berlari di bibir pantai menikmati debur air laut. Ia sengaja meminta supir mengantarkan ke kediaman utama dan bukan ke mansion sang majikan.


Situasi antara ia dan perselisihan di antara keluarga. Nyatanya tak membuat hati merasa takut karena keluarga itu, tidak bisa menolak kehadirannya. Apalagi jika mengetahui yang dibawa masuk adalah putri bungsu dari keluarga Mahendra. Meski begitu, ada rasa terkejut ketika melihat seorang anak muda yang berdiri di depan pintu utama menyambut kedatangan mereka berdua.


Informasi dari penjaga hanya separuh dan kebenaran yang tersisa terlihat dari rekaman CCTV. Tidak heran ketika Ryan memberikan pengawal terbaik untuk Yoshi, hanya saja ia tak suka dengan Lee. Kini sudah jelas, hilangnya sang adik karena kakak sepupu pertamanya.


Alih-alih berusaha untuk menyapa dengan baik. Arvind langsung membuka pintu begitu mobil berhenti di depan rumah. Pria itu mengambil alih tubuh Yoshi yang masih bersandar di dada Lee. "Sebaiknya kamu pulang dan jangan pernah ke sini lagi."

__ADS_1


"Apa kamu mengusirku?" Lee tanpa gentar menatap tajam Arvind. "Tidak ada yang bisa menjauhkan aku dari Nona muda Yoshi! Camkan itu, Tuan Muda Arvind Mahendra."


"Sudahlah, simpan saja energimu. Aku pulang dan jaga nona muda." Lee menjentikkan jari, membuat si supir mengangguk memahami bahasa isyarat darinya.


Jika Yoshi tidak dalam keadaan tidur, sudah pasti ia akan menggunakan nada suara yang tepat. Sayangnya, ia tak ingin gadis itu terbangun dan membiarkan Arvind berlalu menggendong gadisnya, sedangkan ia sendiri kembali menikmati perjalanan pulang. Entah akan pergi ke mana karena hati masih dilema.


Haruskah pulang ke mansion tuan muda Ryan Mahendra atau pulang ke rumah sendiri. Kebingungan yang dirasakan Lee, tak lain karena saat ini, pria itu tidak memiliki penjelasan yang tepat untuk dikatakan pada Zoya. Rasanya benar-benar terjebak antara kenyataan dan kebimbangan hati yang begitu dalam.


"Huft, sekarang waktunya hadapi kenyataan, Lee. Berani berbuat, maka siap bertanggung jawab!" Tubuh bersandar mencoba melepaskan semua beban pikiran yang kian membelenggu emosi hati.


...----------------...


...Pergilah, kemanapun kau mau! ...

__ADS_1


...Jika aku adalah rumahmu. ...


...Ku yakin, kau pasti kembali padaku. 🍂...


__ADS_2