Befawa, Incorrect Marriage

Befawa, Incorrect Marriage
Part 52#Ending


__ADS_3

Perjalanan mereka masih berlangsung begitu lama. Dimana seharusnya mereka semua datang ke sebuah tempat yang cukup terpencil, tetapi Lee tidak langsung pergi ke tempat yang sudah ditentukan karena ia mengingat kondisi sang istri dan anak-anak yang membutuhkan waktu istirahat.


Sehingga pria itu memutuskan untuk kembali ke rumah lama yang pernah menjadi tempat tinggalnya dan Yoshi. Sebagai suami siaga yang akan berusaha melindungi keselamatan dan menjaga kesehatan ketiga nyawa dalam hidupnya. Ia bersyukur bisa hidup bahagia tanpa ada masalah yang berarti.


Waktu berlalu begitu cepat hingga tidak terasa. Siang berganti malam dengan sinar sang rembulan menyambut secercah sinar harapan. Kehidupan itu selalu diam tak bergeming tetapi kenyataanlah yang menunjukkan kebenaran yang ada. Diantara kesibukan dunia di tengah malam, derap langkah kaki seseorang berjalan cepat menyusuri anak tangga.


Tatapan mata terus mencari mengedarkan pandangan berharap ia menemukan orang yang tengah dirindukan. Sayangnya tidak ada siapapun selain dirinya di dalam keremangan ruangan. Apakah yang baru saja ia lihat adalah mimpi? Jika iya, kenapa ia merasa begitu dekat seolah-olah memang sang kakak berada di dekatnya.


Niat hati ingin kembali ke kamar tiba-tiba terdengar suara percakapan dari arah kolam renang yang menarik perhatiannya. Perlahan ia melangkah kaki berjalan mencoba mendekati suara tersebut. Sayup-sayup yang terdengar samar, kini mulai terdengar jelas. Ia tak tahu siapa yang tengah berbicara di luar saja.


Padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sehingga ia hanya mencoba semakin mendekat, lalu berhenti di belakang pilar tanpa memperhatikan siapa yang ada di area kolam tenang. Hanya saja, suara itu sudah cukup menjadikan alasannya tetap diam di tempat mendengarkan perbincangan.


"Apa kau gila? Jangan lakukan itu! Semua sudah sesuai perjanjian, sekarang kenapa malah mau menarik saham? Ayolah, jangan mendadak gini. Aku janji bakal lakuin semua sesuai keinginanmu." Suara satu mencoba meyakinkan orang yang menjadi lawan biacaranya.


Suara langkah kaki terdengar mondar mandir, lalu hening hingga berlanjut obrolan lagi. "Okay, aku tidak akan membatalkan pernikahan, tapi janji untuk mengembalikan semua asetku. Lagipula, jika Zoya tahu tentang kakaknya yang menghilang ...,"


Obrolan itu, membuat rasa kantuknya hilang tanpa jejak. Ia tidak bisa berhenti mengepalkan tangan menahan gemuruh di dalam dada. Sungguh sakit yang selama ini ia tahan, malam ini kembali hadir datang menyapa. Akan tetapi kenapa baru sekarang?


Selama ini kebenaran itu ada di mana? Apa karena ia sendiri terlalu sibuk dengan dunia yang mempunyai kebebasan? Lalu, ia lupa keberadaan seseorang yang sangat berarti, tetapi justru menghilang begitu saja dan ia pikir sang kakak sudah bahagia tapi ternyata ...


Rasanya begitu hancur ketika menyadari kesalahannya sudah fatal dan akhirnya ia sempat memutuskan hubungan agar bisa mendapatkan kebahagiaan masing-masing. Sungguh tidak sekalipun menyangka bahwa kehidupan Ameera lebih menyedihkan dibandingkan kehidupannya.


Untuk pertama kalinya, ia memikirkan sesuatu dengan sisa harapan yang tersisa dan niat hati ingin balas dendam. Hanya saja, ketika mengingat apa yang akan terjadi dan ia sadar, bahwa rasa sakit keluarga Mahendra tidak akan cukup untuk mengembalikan sang kakak


Di tengah sakit dan juga penyesalannya. Zoya berusaha untuk menyimak. Apalagi obrolan dari satu sisi yang mencapai ******* hingga pada akhirnya obrolan itu terhenti. Dimana berlanjut perpisahan antara dua orang yang berada di luar sana. Suara derap langkah kaki, membuat gadis itu buru-buru bersembunyi agar tidak ketahuan.


Rasanya memang aneh ketika hidup yang ia pikir sudah lebih baik dan mendapatkan pasangan yang sempurna, tiba-tiba kenyataan itu datang membawa badai keraguan. Apa sebagai gadis, dirinya memang terlalu Naif atau terlalu bodoh? Sehingga tidak memahami situasi yang ada di sekitarnya.


Disaat orang-orang mulai merencanakan sesuatu untuk menjebak keluarga satu-satunya. Dirinya justru mengira sang kakak bahagia meninggalkan ia di Indonesia seorang diri. Lebih mirisnya tidak berusaha mencari tahu apa yang dilakukan kakak ipar pada sang kakak.


Semua itu karena selama ini dia merasa Ryan sudah memberikan cukup cinta hingga Ameera melupakan ia dan tak sekalipun ada pesan atau panggilan selama dua tahun. Kenapa ia tidak pernah merasa curiga? Apalagi ketika Arvind datang dan memberikan segala sesuatu hanya untuk mengusir kesendiriannya.

__ADS_1


Namun, semua cinta dari Arvind tidak akan membayar harga ketika ia harus kehilangan nyawa dari bayinya yang tak sengaja keguguran akibat pertengkaran antara ia dan sang mantan suami pada masa itu. Perceraian yang menjadikan statusnya sebagai janda.


Meski begitu ia tak bisa memaksa Lee agar tetap menjadi seorang suami karena sudah jelas ia memberikan bukti perselingkuhannya dengan Arvind. Pengadilan agama akan dengan mudah melakukan proses perceraian. Semua itu adalah masa lalu.


Saat ini, ia sadar bahwa dirinya bukanlah wanita baik-baik. Akan tetapi semua itu berawal dari hal yang tidak pernah diharapkannya. Dimana semua bermula dari Lee, lalu akan berakhir pada siapa? Siapa yang bisa menjawabnya.


Dilema yang dialami Zoya cukuplah wajar karena wanita itu bukanlah anak remaja lagi. Apalagi saat ini sudah siap untuk menjadi seorang istri sungguhan dan juga untuk menjadi seorang ibu. Meski hati goyah setelah mendengar kebenaran tentang Ketidakadiran sang kakak.


Jujur saja semua tidak lagi berarti termasuk Arvind yang bisa memberikan ketenangan untuk batinnya. Langkah kaki yang menjauh membuat gadis itu kembali keluar dari tempat persembunyian. Tatapan mata menatap nanar punggung pria yang akan menjadi calon suaminya, "Kau benar-benar ingin tinggal denganku, benarkah? Padahal selama ini aku berusaha jujur, tapi lihatlah balasanmu."


"Apa karena mereka keluargamu dan aku bukanlah apa-apamu? Kejam dan tega sampai aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Jika memang mereka hanya ingin menyelamatkan diri kenapa harus dengan menikah? Mereka bisa melakukannya tanpa membutuhkan hubungan yang justru berdasarkan kepalsuan. Akanku cari tahu, di mana keberadaan kakakku. Meskipun itu sampai ke ujung dia ke dunia."


Tekad dari hati Zoya, membuat gadis itu berjalan kembali menuju kamar meninggalkan tempatnya bersembunyi. Dia tak ingin orang lain curiga dan memilih untuk bersikap biasa sampai waktu ia bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Malam yang berlalu akan selalu bersambung sinar sang mentari di mana pagi ini Zoya dan Arvind akan melakukan tukar cincin.


Keduanya memiliki waktu bersama sebelum masa pingitan dimulai dan acara akan diadakan selama sepuluh hari sepuluh malam berbeda dari biasanya. Meski begitu Arvind tidak memperbolehkan Zoya untuk tinggal di tempat lain, sehingga mereka menginap di Villa secara bersama-sama.


Walaupun begitu terdapat sekat di tengah ruangan yang membuat aktivitas keduanya tetap jauh dari pandangan masing-masing. Arvind tidak sabar untuk menghalalkan Zoya sebagai istri. Sementara di sisi lain gadis itu tidak sabar ingin mendapatkan alamat tempat kakaknya tinggal.


Permasalahan milik gadis itu tidak akan pernah selesai sampai menemukan titik terang. Ia merasa benar-benar memerlukan pencerahan untuk mencapai tujuannya, sehingga Ia juga sengaja menyewa beberapa orang yang bekerja di dalam rumah tersebut sebagai seorang pendekor ruangan untuk ikut menyelidiki dengan iming-iming bayaran yang mahal.


Usahanya sungguh memang totalitas, tetapi gadis itu lupa ketika ia berhadapan dengan keluarga Mahendra yang memiliki cara lain untuk tetap menjaga keamanan. Meski begitu setiap pelayan akan selalu dibekali cara untuk melakukan permintaan semua orang dan tetap melaporkan pada orang satu yang memiliki kekuasaan penuh atas segalanya


Satu hari pertama tak ada berita apapun. Begitu juga dengan hari kedua tidak ada perkembangan bahkan justru terkesan sepi senyap tanpa ada arah tujuan. Ia pun menikmati setiap momen untuk menuju pelaminan lebih terasa hambar dan merasa tak ada lagi artinya


Lima hari sudah berlalu dan hari adalah hari dimana semua orang akan melihat proses siraman dan ia pikir agar mendapatkan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk, tetapi sampai penghujung hari tetap tidak mendapatkan berita apapun. Sehingga perasaan semakin tak menentu dan tanpa permisi diam-diam meninggalkan Villa tempatnya berada


Langkah kaki tanpa alas kaki membuat Zoya terlihat seperti orang kebingungan di jalanan. Gadis itu jelas pergi tanpa persiapan hingga tanpa sadar sebuah mobil yang melintas melihat keberadaan gadis itu langsung memundurkan mobilnya. Tak lupa menurunkan kaca mobil agar gadis yang ia lewati menoleh melihat ke arah mereka.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Cepat masuk!" perintah suara tegas yang membuat Zoya tersentak tetapi kembali merengkuh kesadarannya hingga ia memundurkan langkah. Lalu sedikit menurunkan wajah melihat ke dalam mobil. "Zoya, cepat masuk!"


Terlihat seorang wanita yang memiliki wajah sangat familiar ada di sebelah sang kakak ipar. Ameera, kakaknya sendiri dan di tengah mereka ada seorang bayi mungil yang terlelap. Melihat itu betapa senangnya Zoya hingga dengan senang hati masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Singkat cerita mereka kembali ke villa di mana acara pernikahan akan dilangsungkan keesokan harinya. Wanita itu hanya tahu satu sisi dan Ryan membiarkan sisi lain tetap tertutup, sehingga selama acara proses pernikahan semua berjalan aman, bahkan tidak ada gangguan termasuk dari pihak manapun.


Meski begitu, ia juga tak ingin ada orang yang curiga. Maka meminta sang istri dan putranya untuk kembali pulang terlebih dahulu. Acara akad nikah yang sudah dilangsungkan pagi hari ini hanya tinggal acara pelepasan di mana keluarga akan menerima Zoya sebagai bagian dari keluarga mereka.


Raut wajah Zoya jelas bahagia karena dia melupakan semua informasi yang didapatkannya dan kembali menerima keluarga Mahendra sebagai keluarga besarnya. Gadis itu bahkan masih belum menyadari, jika wajah yang dikenakan Laura memanglah wajah Ameera, tetapi di balik topeng ada wajah lain yang selalu tersenyum manis hanya untuk keluarganya seorang.


Kebenaran itu sangatlah pahit. Apalagi tersaji di depan mata tanpa ada penghalang. Di dalam keluarga itu mungkin semua orang tahu istri Ryan adalah Laura. Akan tetapi tidak dengan gadis itu yang melupakan fakta akan suatu kebenaran bisa ditutupi oleh banyak kebohongan.


Lee dan Yoshi yang mengetahui apa yang sudah dilakukan Zoya hanya bisa menghela napas, membuat mereka berdua memilih diam karena tidak mungkin berkata Jujur juga. Semua yang terjadi sudah seperti seharusnya. Jika mereka ingin melakukan sesuatu, maka tidak perlu ikut campur.


Satu saja kesalahan maka yang terkena masalah bukan hanya mereka dan kakak saja, melainkan mereka semua. Bukan masalah apa yang sudah mereka lakukan, tapi mereka memiliki anak-anak yang harus dijaga.


Zoya memulai hidup barunya dengan memberikan harapan baru untuk keluarga Mahendra. Meski gadis itu tdak tahu jika harapannya sudah dibentuk tanpa disadari. Ketika ia merasa curiga dan merasa harus mencari tempat yang tepat untuk menemukan kebenaran sebelum menikmati hari pernikahan.


Kini ia bahagia dengan kebersamaan keluarga yang ia rasa sangat humble dan mulai bersyukur karena semua orang kembali mendekatinya.


Kebenaran yang akan selalu tersimpan sampai pada masanya, membuat keluarga Mahendra benar-benar sibuk dengan kepalsuan. Akan tetapi, mereka tidak akan pernah lupa jika kehidupan itu hanya tentang perjuangan untuk mendapatkan keinginan masing-masing.


Dunia boleh saja memberikan banyak ujian tetapi setiap waktu adalah ujian cinta dan kesetiaan yang akan membuat semua orang goyah. Dimana ada pengorbanan dan juga pemaksaan yang bisa membuat semua berjalan tetapi tak ada kata lain, selain cinta itu buta.


Satu kehidupan telah dimulai dengan perasaan bahagia dan juga rasa syukur. Smentara di sisi lain kehidupan mulai ditata dengan berusaha untuk hidup apa adanya, meski hanya hidup berdua tetap saja merasa bersyukur karena bisa mendapatkan yang terbaik untuk mereka berdua.


Kehidupan terus berjalan, di mana tidak ada yang tahu hari esok kecuali menjalani hari ini dengan membuat rencana. Maka yang tersisa adalah yang membuat kita merasa semua bermakna. Perjuangan dari kehidupan Ameera masih sangatlah panjang, tetapi kisahnya sendiri sudah berakhir.


Wanita itu bukan lagi wanita malam atau istri seorang pengusaha. Kini ia tak memiliki tempat dalam hidup sang pujaan hati yang pernah memberikan hak seorang wanita di dunia malam menjadi wanita terhormat. Ia merasa satu hal itu akan selalu dirinya ingat.


Sadar benar tidak mungkin untuk menjadi wanita malam lagi karena demi Elang. Ia harus menjadi wanita terhormat dan harus tahu cara menjaga dirinya. Seperti kehidupan yang terus berlanjut, begitu juga kehidupan semua orang.


Mereka mendapatkan waktu untuk memiliki kesempatan lain di dalam kehidupan dengan pertemuan selanjutnya. Hanya saja tidak seorang pun akan tahu, di masa yang akan datang apakah mereka akan bertemu atau justru terpisah untuk selamanya.


Kehidupan di dalam kenyataan akan menjadi titik kebenaran.

__ADS_1


__ADS_2