Befawa, Incorrect Marriage

Befawa, Incorrect Marriage
Part 35#Cinta dan Keraguan


__ADS_3

Cemas karena setelah mendengar semua cerita dari suaminya. Ia merasa dari satu hubungan ke hubungan lain semakin rumit. Ada rasa takut menyerang hati serta keraguan, ia juga merasa rencana mereka tidak akan berjalan mulus. Perasaan dan pikirannya harus diutarakan dan semua itu hanya bisa menjadi keluhan untuk sang suami tercinta.


Ryan yang memahami perasaan sang istri beranjak dari pangkuan wanitanya. Lalu merengkuh tubuh sang istri tanpa melepaskan tatapan mata dari manik biru laut yang menenangkan, "Apa yang kamu takutkan, Ratuku? Sudah ku katakan tidak akan ada yang berkhianat. Apa yang terjadi pasti yang kita inginkan, aku berjanji akan mewujudkan impian kita."


"Laura Ryan Mahendra, kamu itu, ratuku dan tugasmu hanya memberikan perintah tanpa ragu. Sementara aku siap menjadi santa untuk wanitaku. Jangan berpikir terlalu berat, bagaimana caraku mewujudkan atau berusaha merangkai istana untuk kita, maka itu tanggung jawabku seorang.


"Apakah kamu lupa, jika suamimu ini adalah kekasih yang sanggup melakukan apapun agar bisa membuat ratunya bahagia serta mendapatkan bayaran seulas senyum yang menghiasi wajah cantikmu. Believe me, Ratuku." ucap Ryan tanpa ada rasa khawatir, lalu membenamkan bibir mengecup kening Laura.


Ryan mengucapkan begitu banyak kata manis dalam bentuk rayuan tetapi bukan hanya sekedar kata. Melainkan tekad yang membuatnya selalu mencintai Laura tanpa syarat. Ia memiliki perasaan yang begitu besar bahkan lebih dari cintanya pada diri sendiri. Jatuh hati tidak akan mengubah takdir meski dia berusaha untuk berkhianat.


Setiap kata yang diutarakan Ryan begitu menenangkan hanya saja saat ini ada banyak keraguan yang menggerogoti pikiran. Bagaimana dia akan tenang? Usapan lembut di atas kepala menyadarkan rasa sayang itu memang nyata.


"Hubby, hubungan kita ini, seperti bumi dan langit." Laura menarik tangan Ryan, lalu menggenggamnya penuh kesadaran. "Aku tahu, kamu mencintaiku dan bukan hanya sekedar rayuan seorang lelaki biasa. Kepercayaan ini meyakinkan hati bahwa kamu tidak mungkin mempermainkan hidupku."


"But, jujur saja, kedatangan banyak orang ke dalam hubungan kita membuat aku sesak. Hati bertanya, dimana posisiku saat ini? Aku istrimu kan! Bahkan kamu selalu menjadikan aku sebagai ratu yang memiliki hak dari jiwa, raga, dan hatimu. Apakah benar demikian?

__ADS_1



"Faktanya adalah tak seorangpun tahu, di dalam kehidupan Ryan Mahendra hanya ada satu ratu yaitu Laura Ryan Mahendra. Di luar sana, istri mudamu yang memiliki nama serta status sah. Lalu, bagaimana denganku?"


Ryan menggeser posisinya agar bisa lebih dekat dengan Laura. Ditatapnya manik mara biru seluas samudra yang terlihat lesu tak bersemangat dirundung kesedihan hati, ia tak pernah mengharapkan duka menghampiri kehidupan wanitanya. Tatapan mata kian dalam mengantarkan perasaan yang selalu menggebu di dalam dada.


"Ratuku, apa yang kamu pikirkan seharusnya tidak dipikirkan. Laura, kita tahu benar bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang besar, maka harus ada yang dikorbankan. Coba kamu ingat kenapa kita sampai di titik ini!"


Laura hanya terdiam tak sanggup melanjutkan obrolan. Ia menyadari bahwa langkah tak bisa diputar balikan. Semua sudah jelas tanpa harus memutar ulang bagian dari kenangan masa lalu. Ya, semua terjadi karena perintah darinya sendiri dan juga janji yang sudah terlanjur terletak di atas kepala.


"Semua yang bergulir saat ini sudah menjadi satu dan aku berusaha sekeras mungkin untuk membuat semuanya baik-baik saja. Apa kamu tahu, hal yang menyedihkan adalah kerikil-kerikil yang kita lihat tidak berarti, justru menyakiti."


Tangan merengkuh tubuh wanitanya masuk ke dalam dekapan. "Keadaan tidak semudah yang terlihat, seperti kehadiran adik Ameera serta masalah rumah yang berasal dari paman dan bibiku. Semua itu saling berkaitan, Ratuku. Di dunia ini, tidak satu pun memiliki ketetapan yang berdiri seorang diri."


"Kau tahu, Ratuku. Pelanggan setia Ameera saat menjadi wanita malam adalah suami bibiku sendiri. Meski hanya sekali tapi pernah menyewa dan itu bisa menjadi kartu AS untuk kita tetap melindungi keluarga."

__ADS_1


Pengakuan Ryan tentang salah satu kehidupan masa lalu Ameera di saat menjadi wanita malam menyadarkan seorang istri akan perjuangan sang suami. Sudah tentu suaminya berjuang mengatur setiap rencana demi rencana agar tidak meninggalkan jejak bahkan harus mengabaikannya beberapa waktu lama.


Apapun yang dikatakan Ryan memang benar. Satu impian membutuhkan pengorbanan, meski pengorbanan itu lebih besar dari sisa harapan. Sekali lagi, ia mencoba untuk tetap bertahan. Rasanya sulit karena seperti dipaksa berjalan di atas bara api. Panas bercampur perih yang tidak bisa dijabarkan oleh kata sebagai keluhan lara.


"Ratuku, apapun yang terjadi di masa mendatang. Percayalah kita akan selalu bersama dan ini janji Ryan Mahendra kepada Laura Ryan Mahendra. Selama napas ini masih dikandung badan, maka tidak ada wanita lain diantara kita ataupun pria lain dalam hubungan kita.


"Meski itu saudara sepupuku sendiri, Arvind Mahendra. Begitu juga dengan Ameera, wanita itu hanya untuk memberikan keturunan dan tidak lebih dari itu."


Pengakuan terakhir suaminya membuat Laura membelalakkan mata. Wanita itu tidak menyangka jika sang suami menyadari akan satu hal yang sudah lama ia sembunyikan. Ia tak berniat untuk melakukan hal di luar batas tetapi semua terjadi ketika dirinya kehilangan kesadaran.


Sampai saat ini, ia tidak menyangka akan satu hal yang dianggap polos tetapi justru tindakannya jauh lebih berbahaya. Arvin Mahendra nama yang membuatnya bergidik ngeri, jijik. Jangankan melihat wajah pria itu, ia bahkan tidak sudi menyebut nama adik sepupu dari suaminya itu.


Namun hari ini, ia merasa, dirinya harus menjelaskan keraguan yang bisa meretakkan hubungan dalam biduk rumah tangganya. "Hubby, aku ...," Niat hati ingin berterus terang mengatakan kebenaran tetapi sentuhan kilar membungkamnya dalam pagutan menetapkan rasa.


Beberapa saat menikmati sentuhan yang selalu menjadi candu untuk keduanya hingga bibir terlepas bersambut usapan jari, "Cintamu adalah kebutuhanku, cintaku adalah pengabdian untukmu. Ratuku, Laura Ryan Mahendra. You are only mine. Just mine."

__ADS_1


__ADS_2