Befawa, Incorrect Marriage

Befawa, Incorrect Marriage
Part 53#Last Ending


__ADS_3

Kehidupan akan selalu menjadi akhir dari sebuah pertemuan atau perpisahan. Seperti yang terjadi di dalam keluarga Mahendra, di mana Ryan membuat sebuah rencana bersama istrinya hanya untuk satu tujuan mendapatkan keturunan. Mereka tahu apa yang akan mereka lakukan hingga menargetkan seorang wanita malam untuk dijadikan tempat peristirahatan.


Tak satupun menyadari apa yang mereka mulai d


karena Ryan sendiri telah berusaha untuk menaklukkan hati Ameera sejak awal pertemuan. Pria itu melupakan segala sesuatu termasuk dunia bisnis selama setahun lebih agar mendapatkan hati seorang Ameera yang selama ini terkenal dingin ketika di luar pekerjaan.


Ia bukanlah pria penakluk wanita, tetapi dia membutuhkan seorang wanita yang tak tersentuh ketika memiliki seorang pria sejati dan Ameera memiliki semua kriteria itu. Sehingga ia meminta Laura untuk bersabar dengan kepergiannya selama setahun untuk misi yang membuat keluarganya saat ini bahagia.


Mereka tak akan pernah menyangka, jika semua sudah direncanakan hingga waktu semuanya menjadi berubah ketika kehadiran Zoya datang ke dalam kehidupan mereka. Gadis itu memang tidak bersalah, bahkan sangat disayangkan karena memasuki kehidupan keluarga Mahendra.


Lee yang bertanggung jawab untuk gadis itu. Meski kini semua memulai hidup dengan bahagia, termasuk Lee bersama Yoshi Mahendra sebagai adik tuan muda yang merupakan kesayangan Ryan Mahendra. Keluarga itu memiliki hidup yang cukup dari segi materi dan juga mendapatkan kebahagiaan untuk rohani.


Sementara di pihak lain, kehidupan Ameera dan Zoya sama-sama hancur karena kedua gadis itu masih tidak menyadari di sekeliling mereka hanya ada tipu muslihat. Satu sisi hidup Ameera yang memiliki putra pengganti dan menganggap anak itu sebagai putranya bersama Ryan. Lalu di sisi lain ada Zoya yang sudah menikah dengan Arvind dan menganggap keluarga Mahendra adalah malaikat penolong.


Cukup miris ketika kebenaran akan terungkap malah ditimpa kebohongan lagi. Sehingga tidak satupun kebenaran terungkap pada ujung dunia. Kenyataannya adalah Ryan mengkoordinasi semua sepuluh langkah ke depan. Sementara semua orang yang berusaha melawannya langsung tertunduk tak bisa lagi melawan.


Di sini bukan hanya permainan politik tetapi juga pengorbanan atas nama cinta. Andaikan Ryan tidak mencintai Laura begitu besar, maka tidak mungkin ia menikahi Ameera hanya untuk mendapatkan anak. Begitu juga dengan Arvind yang rela menikah dengan Zoya. Meski pria itu sebenarnya tak ingin melakukan hubungan serius dengan wanita manapun.

__ADS_1


Perusahaan yang saat ini justru dikuasai oleh Ryan, membuat seorang Alvin harus tunduk pada kenyataan bahwa ia bukanlah apa-apa karena selama ini terlalu sering asyik memainkan dunia bebas tanpa memedulikan bisnis. Kehidupannya tak lebih dari bersenang-senang sampai lupa bahwa kehidupan ini begitu sangat keras.


Pada akhirnya,.dunia hanya memihak pada orang yang berkuasa dan memiliki taktik. Sementara mereka yang bernasib hanya menjadi sebuah boneka lupa akan kenyataan pahit yang selalu mengitari mereka. Sudah jelas pada dasarnya tidak ada hati yang terluka karena keinginan sendiri.


Meski begitu mereka juga sadar kehidupan ini hanya sekali, lalu untuk apa mempersulitnya? Begitulah kata pepatah. Dimana semua harus sadar bahwa satu kehidupan untuk berbuat baik dan bukan melakukan hal di luar batas. Ketika satu sisi merasa hebat, maka di sisi lain merasa bodoh.


Apa yang tersisa di antara keduanya selain kepalsuan dan juga keegoisan. Seperti halnya hubungan diantara mereka yang membuat satu komitmen berubah menjadi paksaan. Di sisi lain ada cinta menjadi kepalsuan dan juga logika menjadi ketidakwarasan.


Terkadang sudah pasti kita memiliki hati, kemudian menyeimbangkannya dengan logika begitu pula yang dilakukan oleh Ameera saat ini. Dimana ia sibuk untuk mengurus membesarkan sang putra demi masa depan yang ia sendiri tak tahu akan seperti apa. Akan tetapi satu tekad hatinya adalah dia akan mengembalikan Elang kepada Ryan Mahendra untuk mendapatkan hak sebagai seorang anak.


Sementara di sisi lain, Laura selalu mengajarkan Putra kesayangannya bagaimana cara menjadi seorang pria,.meski ia menyadari Ryan selalu berusaha lebih baik darinya. Kedua orang tua itu tampak bekerja sama membesarkan putra kesayangan mereka.


Setiap orang tua memiliki harapan dan juga keinginan yang hanya bisa terwujud ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa. Kemudian apakah semua anak itu akan bisa bertemu dalam satu waktu kemudian hari. Tak ada jawaban dalam kisah ini karena mereka hanyalah pemain yang harus mengakhiri.


Ameera tengah menikmati masa-masa menjadi seorang ibu tunggal dalam kesendirian yang berujung tanpa penantian. Ia begitu bersemangat membesarkan Elang dengan tangannya sendiri. Apa yang lebih baik dibandingkan mendidik seorang putra untuk menjadi pria sejati? Bukankah ia bisa mengajarkan arti seorang wanita pada pria yang akan menjadi seorang suami di masa depan.


Iya sungguh tak ingin Elang memiliki sifat seperti Ryan yang berani berselingkuh, lalu membuang istri dan anaknya, sedangkan di sisi lain kehidupan yang lain tak memiliki harapan yang menjadi tolak ukur karena mereka selalu berpikir lebih cepat dengan rencana yang matang tanpa harus memperdebatkan.

__ADS_1


Kehidupan satu sama lain masih saling bersinggungan hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sepuluh tahun sudah berlalu. Suasana di sebuah kota yang terlihat terang dengan udara yang segar menyergap membuat suasana hati kian tenang. Pandangan mata mengedarkan ke seluruh sudut alam bebas dengan pemandangan di sekitarnya.


"Apakah kita akan tinggal di sini, Ma?" tanya suara seorang lelaki berusia dua belas tahun yang memeluk sebuah boneka robot dari toko mainan terdekat.


Dilepaskannya genggaman tangan, lalu berusaha mensejajarkan tubuh agar bisa memandang netra sang putra yang terlihat sedikit enggan berpindah tempat, "Iya, Sayang. Di depan sana akan menjadi rumah kita dan di sinilah seharusnya kita tinggal."


Mewah dengan bangunan yang membuat siapapun berpikir itulah istana. Siapa yang siap menyambut kedatangan mereka berdua? Entahlah, tetapi mengenai bangunan itu, maka siapapun pasti akan terpesona. Kepulangan mereka, siapa yang akan menyangka? Begitu juga dengan kedua insan itu, tidak tahu apa yang menunggu di dalam sana.


Banyak mata buruk yang bisa saja melukai jiwa.


"Mama tahu, kita lebih enak tinggal di sana. Trus tiba-tiba pindah. Rumah milik siapa?" tanya balik putranya hingga membuat tangan wanita itu beralih melepaskan tas jinjing nya, kemudian mengusap kepala anaknya.


Apakah ini sudah waktunya? Ia tak berniat untuk kembali tetapi hati berkata ia harus pulang ke tempat di mana dirinya dibuang. Dunia harus tahu, siapa dia dan siapa putranya. Mesti ia tak mengerti apa yang akan dilakukan orang-orang di dalam sana. Akan tetapi, satu hal pasti adalah ia harus mendapatkan hak sang putra.


"Di sinilah rumah kita. Rumah keluarga papamu. Apa Elang bersedia tinggal bersama mama untuk selamanya?" Wanita itu mengeluarkan tangan tanpa melunturkan senyum yang menghiasi wajahnya.


Sambutan hangat dari sang putra, membuatnya merasa bahagia. Ia merasa separuh perjalanan sudah dilewati. Keduanya tersenyum dan saling menyemangati, apalagi Elang masih tersenyum dengan menunjukkan lesung pipinya.

__ADS_1


Aku pulang untuk hak yang telah kalian rampas dariku. ~batinnya dengan kepastian seraya beranjak dari tempatnya, lalu berjalan dengan mengenggam tangan sang putra.


__ADS_2