Belenggu Cinta Anak Tiri

Belenggu Cinta Anak Tiri
Pasangan Selingkuh


__ADS_3

Dinda dan Axel telah resmi menjadi pasangan selingkuh. Axel berjanji pada Dinda akan menjauhi Jesika, lalu Dinda berjanji akan tetap mencintai Axel meski suaminya telah kembali dari luar kota.


Entah hubungan macam apa yang mereka jalin, yang jelas hubungan mereka sangat terlarang dan dianggap tabu jika ada orang lain yang mengetahuinya.


Hari itu cuaca sangat cerah, Axel berniat mengajak Dinda jalan jalan tapi Dinda menolak. Dia ingin berkunjung ke rumah orang tuanya, Axel menawarkan diri untuk mengantarnya dengan aman sampai ke tempat tujuan.


Tawaran baik Axel di terima oleh Dinda, keduanya pergi ke rumah orang tua Dinda dengan menggunakan sepeda motor. Mereka berboncengan mesra, layaknya pasangan muda mudi lainya.


Sesekali, Axel sengaja menghentakkan sepeda motornya agar Dinda semakin mempererat pelukannya. Dinda memukul pundak Axel pelan karena kaget dan kesal.


"Nanti di rumah, bersikaplah biasa saja. Aku tidak mau orang tuaku curiga dengan hubungan kita," pesan Dinda.


"Iya, aku tau,"


"Ibuku punya lemah jantung, dia bisa mati mendadak kalau mengetahui aku telah berselingkuh dengan anak tiri ku sendiri,"


"Tenang saja, aku akan berhati hati."


Dinda tiba dirumah orang tuanya setelah menempuh perjalanan cukup lama. Dia membawa oleh oleh makanan kesukaan Ayahnya yaitu kue lumpur, dia juga membawa kue cubit untuk Ibunya.


Setelah sekian lama, akhirnya putri semata wayang mereka datang berkunjung ke rumah. Perasaan senang, haru bercampur menjadi satu di hati Arip dan Laras. Tapi ada satu hal yang membuat dua orang itu merasa aneh, kenapa Dinda datang dengan Axel? Kemana Agus?


Usai berpelukan dan mencium pipi satu sama lain, Laras mempersilahkan Dinda dan Axel duduk di sofa.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Ayah dan Ibu?" Tanya Dinda.


"Kabar kami baik, kabar kamu sendiri bagaimana?" Tanya Laras balik.


"Kabar ku baik juga,"


"Kemana suamimu? Kenapa kamu hanya datang dengan putramu saja?" Sambung Arip.


"Dia sedang di luar kota, bulan depan dia baru pulang,"


"Oh, begitu."


Arip terus mengamati Axel, dia merasa ada gelagat aneh yang sedang pria itu sembunyikan. Dulu dia sangat menentang pernikahan Dinda dan Agus, dia sangat membenci Dinda dan Agus. Tapi apa yang terjadi sekarang? Mereka berdua datang berkunjung bersama sama?


Sejuta tanda tanya muncul di benak Arip, tanda tanya yang membuatnya melamun dan tidak fokus karena memikirkan hubungan Ibu dan anak yang terlihat aneh itu. Tak hanya Arip yang merasa Aneh, Laras juga merasa ada yang lain diantara mereka berdua.


Cara Axel memandang Dinda sangat tajam dan penuh perasaan, Dinda juga terkesan sangat hati hati saat mengobrol dengannya. Jangan jangan mereka? Laras tiba tiba saja dihantui rasa takut berlebih.


"Dinda, ikut Ibu ke dapur siapin makanan yuk," ajak Laras. Itu hanya alasan agar dia bisa bicara empat mata dengan Dinda.


"Ayuk," Dinda bangkit dari sofa.


Di dapur, Laras menggandeng tangan Dinda dan membawanya pergi lewat pintu belakang.

__ADS_1


"Ibu, ada apa ini?" Dinda bingung.


"Katakan padaku, ada hubungan apa diantara kalian berdua?" Desak Laras.


"Maksud Ibu apa? Aku tidak mengerti," Dinda berpura pura bodoh.


"Kamu tidak pacaran dengan Axel bukan?" Tuduh Laras.


"Tentu saja tidak! Dia anakku, masa aku memacarinya? Seperti tidak ada pria lain saja," Dinda cemberut. Dia kesal di interogasi seperti itu meskipun kecurigaan Ibunya sangat mendasar.


Apapun yang terjadi, Dinda harus merahasiakan hubungan terlarangnya dengan Axel. Tidak boleh ada satu orang pun yang tau termasuk orang tua Dinda.


Agus mungkin suami Dinda, tapi Axel adalah segalanya bagi Dinda. Dia menyadari hal itu saat melihat Axel dekat dengan wanita lain. Hatinya sangat panas, terbakar api cemburu yang menyala berkobar.


"Dia mungkin pernah menyakiti aku, tapi akan jauh lebih sakit kalau aku harus berpisah lagi dengannya," batin Dinda.


"Ingat Dinda, jangan macam macam dengan Pak Agus. Kalau tidak, kepalamu itu bisa putus!" Ancam Laras.


Dinda tau Agus sangat menakutkan, dia punya banyak anak buah yang sangat taat dan menyeramkan. Tapi dia baru tau kalau Agus bisa membuat nyawa seseorang yang berbuat jahat padanya melayang, karena itu kah Arip dan Laras begitu takut pada Pak Agus?


Jatuh cinta itu tidak salah, yang salah adalah para pelakunya. Dinda tau apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan, dan mereka perlu mempertanggung jawabkan suatu saat nanti. Dinda tidak masalah, yang penting untuk saat ini hubungan mereka berjalan dengan aman tanpa kendala.


"Ibu tenang saja, aku cukup tau diri dengan status dan kemampuanku saat ini." Dinda sangat berusaha agar Ibunya mau percaya dengan kata kata bohongnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2