Belenggu Cinta Anak Tiri

Belenggu Cinta Anak Tiri
Bab 36


__ADS_3

Orang tua Dinda telah kembali ke rumah mereka, Dinda merasa lega karena sudah tidak ada lagi orang yang mengawasinya, begitu juga dengan Axel.


Saat suasana rumah sedang sepi, seperti biasa Dinda dan Axel mencuri waktu untuk melakukan hubungan terlarang mereka secara kilat. Di dapur, di kamar mandi, kadang di balkon rumah.


Dinda dan Axel sangat menikmati hubungan terlarang yang memacu adrenalin itu, seolah tidak ada beberapa pasang mata yang mulai memergoki aksi memalukan mereka.


Sore itu, selesai melakukan percintaan kilat di pojokan halaman belakang, Dinda meneruskan aktifitasnya memberi makan ikan hias dan menyiram tanaman bunga. Sementara Axel kembali ke kamarnya untuk mengerjakan pekerjaan kampusnya yang belum selesai.


"Non, dipanggil Tuan di kamar," Ningrum muncul tiba tiba dari balik pintu belakang.


"Memang Bapak sudah pulang?" Tanya Dinda.


"Sudah Non, baru saja. Sepertinya beliau sedang tidak enak badan,"


Dinda meletakan selang air yang sedang dia pegang dan bergegas menemui suaminya di dalam kamar.


Dinda terkejut melihat wajah suaminya pucat, bibirnya sedikit membiru dan tubuhnya terlihat lemas.


"Kamu sakit apa? Mau aku antar ke Dokter?" tanya Dinda.


"Aku tidak sakit, hanya perlu istirahat saja sebentar. Aku tidak perlu pergi ke Dokter," ucap Agus.

__ADS_1


Tanpa diminta, Dinda membantu Agus mengganti pakaiannya, menyeka keringat yang menempel di tubuh tuanya dengan kain basah. Agus merasa terharu, andai saja Dinda tidak melakukan kesalahan besar di belakangnya. Kesalahan yang diam diam telah Agus ketahui.


Tanpa sengaja, Agus mendengar leguhan Axel dan Dinda di kamar mandi dapur. Saat itu Dinda tidak tau kalau Agus pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya.


Sejak saat itu Agus tidak memiliki hasrat untuk menyentuh Dinda lagi, dan anehnya wanita itu tidak menaruh curiga walaupun Agus telah mengabaikannya selama beberapa hari terakhir.


"Mau aku ambilkan makan?"


"Boleh, tapi jangan banyak banyak,"


"Tunggu sebentar ya,"


"Kasihan pak Agus, dia pasti sangat tertekan. Dia menyaksikan sendiri bagaimana istri dan anaknya selingkuh," celoteh Ningrum.


Deg...!


Jantung Dinda seperti berhenti berdetak, dia baru menyadari perubahan sikap Agus akhir akhir ini. Ternyata karena pria itu memergoki Dinda berselingkuh dengan Axel. Tapi kenapa Agus diam saja? Apa dia sedang merencanakan sesuatu untuk memberi pasangan mesum itu pelajaran?


Dinda ketakutan, dia pergi ke kamar Axel untuk memberi tahu kebenaran itu.


"Ada apa? Kenapa kamu panik seperti itu?" Tanya Axel.

__ADS_1


"Pak Agus sudah mengetahui perselingkuhan kita, karena itu kesehatannya menurun dan drop. Sekarang dia sedang terbaring lemah diatas kasur,"


"Bagus dong kalau dia tahu, sekalian saja kita bongkar segalanya,"


Dinda terdiam, ada perasaan bersalah berkecamuk dalam hatinya. Jika sesuatu terjadi pada Agus, Dinda akan sulit memaafkan dirinya sendiri.


***


Selesai menyuapi Agus makan, Dinda membantu pria itu minum obat. Dinda menatap kerut dan kelopak mata suaminya yang mengendur, sungguh ada rasa tak tega muncul di dasar hatinya.


Haruskah Dinda mengakui segalanya dan meminta maaf pada Agus? Tapi apa pria itu akan memaafkan segala kejahatan yang telah dia lakukan dibelakangnya?


"Kenapa kamu murung? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Agus.


"Aku sedang tidak memikirkan apapun," Dinda menyunggingkan senyum masam.


Nyatanya nyali Dinda masih ciut untuk berkata jujur dan meminta maaf. Semua penyesalan yang muncul tiba tiba itu tidak ada gunanya karena Dinda masih juga belum mau mengakhiri hubungannya dengan Axel.


Pria itu telah berhasil menjerat hati Dinda dan menguasainya. Membuatnya terbuai ke dasar jurang cinta dan bermain main dengan perasaan disana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2