
Berita tentang perselingkuhan Dinda dan Axel menyebar ke seluruh antero kota. Karena sakit hati, Jesika menyebarkan aib dua manusia berstatus anak dan Ibu sambung itu.
Karena ulah Jesika, Axel menjadi pusat perhatian. Dia di bully dan di olok olok oleh beberapa temannya, tapi masih ada orang yang kurang percaya dengan berita itu.
Seseorang bisa melakukan apapun saat sedang merasa sakit hati, termasuk mencemarkan nama baik. Jadi berhati hatilah dalam bertindak, agar tidak ada yang merasa tersakiti oleh tindakanmu.
Siang itu, di kampus. Jesika di Pepet oleh Maya dan Nuri, fans terselubung seorang Axel. Jesika si tuduh sengaja melakukan fitnah karena cintanya pada Axel bertepuk sebelah tangan. Mereka tau betul bagaimana wanita selera Axel, jadi tidak mungkin Axel mau berpacaran dengan perempuan murahan sekelas Jesika.
"Berhentilah menyebar berita bohong Jesika, tidak akan ada orang yang iba padamu," cicit Maya.
"Aku pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, tapi aku tidak norak seperti dirimu," lanjut Nuri.
Jesika kesal karena dua sahabatnya itu tidak percaya pada pengakuan Jesika. Malah mereka terkesan seolah olah Jesika adalah seorang pemimpi yang berkhayal mimpinya akan menjadi sebuah kenyataan.
"Aku tidak masalah kalau kalian berdua tidak percaya, aku juga tidak peduli dengan apapun yang kalian katakan. Karena apa? Karena mulai detik ini kalian bukanlah temanku lagi!" ucap Jesika.
Jesika berlalu pergi membawa hatinya yang terluka. Kemarin dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan hari ini dia kehilangan dua sahabatnya. Sedih memang, tapi lebih menyedihkan lagi kalau dia tetap mempertahankan orang orang yang tidak bisa menghargai perasaanya itu.
***
Jesika pergi ke halaman belakang kampus, dia mencari tempat aman untuk merenung sambil menangis. Dia perlu meluapkan segala kekesalan yang ada dalam dirinya agar tidak menjadi beban dan stres berlebih.
tiba tiba saja sosok Axel muncul di depannya. Dia menatap Jesika dengan tatapan tajam, seperti seekor serigala yang lapar. Jelas sekali kalau Axel sedang marah pada Jesika, tapi Jesika tidak peduli.
"Mau apa kamu mencari ku?" Tanya Jesika.
"Kamu yang menyebar berita itu bukan?"
__ADS_1
"Iya, kenapa memangnya?"
Plak...
Axel menampar Jesika, mantan kekasihnya itu meringis kesakitan. Jesika sungguh tak menyangka selain playboy Axel juga seorang pria yang kasar dan ringan tangan.
"Berani beraninya kamu mencemarkan nama baikku!" Bentak Axel.
"Nama baik katamu? Kamu tidak pernah memiliki nama baik di manapun!" Balas Jesika.
"Gadis menyebalkan!" lanjut Axel.
"Penjahat k*lamin!" Maki Jesika.
Axel ingin menampar wajah perempuan itu satu kali lagi, tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat setitik darah segar mengalir dari lubang hidung Jesika.
"Pergi dari sini! Aku tidak mau melihat wajah buruk mu itu!" Bentak Jesika.
Tak perlu menunggu waktu lama, Axel berlalu pergi meninggalkan Jesika seorang diri. Kemudian Jesika mengeluarkan selembar tisu dan mengelap hidungnya yang mimisan.
Jahat, adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan perwatakan seorang axel. Pria jahat memang pantas bersanding dengan perempuan murahan seperti Dinda. Begitu kira kira isi pikiran Jesika saat itu.
Axel duduk di kursinya, dia merenungi segala perbuatan yang telah dia lakukan pada Jesika. Rasa bersalah itu ada, tapi Axel terlalu gengsi untuk mengakuinya.
Varo datang menghampiri axel, pria itu memasang wajah setengah meledek.
"Hai... Bro," sapa Varo.
__ADS_1
"Hem..." Axel menjawab sekenanya.
"Aku dengar, kamu dan mantan kekasihmu itu balikan?"
"Iya, kenapa memangnya? Masalah buat kamu?"
"Ya... Elah, begitu saja ngambek,"
"Kalo kamu kesini hanya mau mengolok-olok aku, lebih baik kamu pergi saja dari sini!" Usir Axel.
Varo menyadari kalau suasana hati Axel sedang panas, mungkin dia baru saja ribut dengan seseorang. Akhirnya Varo memutuskan untuk pergi dan meninggalkan Axel sendirian.
Seisi dunia mendadak seperti menghakimi perbuatan Axel. Jika Ayahnya tau, riwayatnya juga akan tamat seketika. Tapi, salahkah jika dua manusia saling mencintai satu sama lain menjalin sebuah hubungan? Axel rasa tidak.
Pikirannya sudah diracuni oleh nama Dinda, dia sangat mencintai dan memuja wanita itu. Dia ingin terus bersamanya, meskipun dia tidak bisa memilikinya seutuhnya.
***
Dikediamannya, Dinda membuka aplikasi sosmed miliknya. Dia dikejutkan dengan berita hangat tentang perselingkuhan Ibu tiri berinisial D dan anak tirinya bernama A. Dua inisial itu seolah mengarah pada dirinya dan Axel. Siapakah pemilik akun Mrs. J yang menyebarkan berita itu hingga viral di sosmed?
Hati Dinda bergetar, ada segenggam rasa takut disana. Bagaimana kalau berita itu memang tentang dirinya dan Axel? Tapi, bukankah tidak ada yang tau tentang hubungan terlarang mereka berdua?
Dinda menaruh ponselnya, mencoba untuk berpikir positif. Mungkin hanya kebetulan saja inisial mereka berdua sama, sesuatu yang kebetulan kan selalu ada.
Dinda merebahkan tubuhnya diatas ranjang, otaknya terus berpikir jika Agus pulang ke rumah nanti. Apakah hubungan dirinya dan Axel bisa terus berjalan? Apakah mereka berdua bisa merahasiakan segalanya dengan aman?
Rasa pusing menghampiri kepala Dinda, dia menutup mata sejenak untuk menghilangkan rasa pusing itu.
__ADS_1
Bersambung...